![]()
A) Untuk mendeteksi kadar glukosa B) Untuk mengidentifikasi berbagai jenis sel darah putih C) Untuk mengukur jumlah trombosit D) Untuk menilai fungsi hati
A) Untuk mengukur keseimbangan elektrolit. B) Untuk mengevaluasi fungsi ginjal. C) Untuk mendeteksi adanya darah dalam feses. D) Untuk menentukan kadar kolesterol.
A) ALP (fosfatase alkali) B) Hematokrit C) Troponin D) Kreatinin
A) Elektroforesis protein serum B) Alfa-fetoprotein C) Agregasi trombosit D) Elektroforesis hemoglobin
A) Untuk mengukur kadar vitamin. B) Untuk mendeteksi bakteri berbahaya dalam feses. C) Untuk mengevaluasi keseimbangan elektrolit. D) Untuk menilai fungsi hati.
A) 100-150 mg/dL B) Kurang dari 200 mg/dL C) Lebih dari 250 mg/dL D) 300-400 mg/dL
A) HbA1c B) Tingkat bilirubin C) Tes troponin D) Tes fungsi tiroid
A) Antigen spesifik prostat (PSA) B) Kreatin kinase C) Laktat dehidrogenase D) Alanin aminotransferase (ALT)
A) Epidemiologi, nutrisi, dan psikologi. B) Kimia, mikrobiologi, hematologi, patologi molekuler, dan imunhematologi. C) Farmakologi, genetika, dan biostatistika. D) Bedah, radiologi, dan endokrinologi.
A) Jepang dan Brasil. B) Austria, Jerman, Rumania, Polandia, dan negara-negara Eropa Timur lainnya. C) Amerika Serikat, Inggris Raya, Irlandia. D) Spanyol dan Prancis.
A) Imunopatologi B) Biologi medis C) Analisis klinis D) Kedokteran laboratorium
A) Dermatopatologi B) Neuropatologi C) Hematopatologi D) Nefropatologi
A) Kimia klinis B) Imunopatologi C) Hematopatologi D) Patologi genetika molekuler
A) Amerika Serikat dan Kanada B) Jepang dan Brasil C) Australia dan Selandia Baru D) Amerika Selatan, Eropa, Afrika, dan Asia
A) Tiga tahun B) Empat tahun C) Dua tahun D) Lima tahun
A) Kedokteran laboratorium B) Imunopatologi C) Analisis klinis D) Biologi medis (Biologie médicale)
A) Hematopatologi B) Sitogenetika C) Patologi kimia D) Mikrobiologi klinis
A) Melakukan prosedur bedah. B) Memberikan obat-obatan. C) Melakukan pemeriksaan fisik. D) Membantu dokter dalam melakukan tes seperti agregasi trombosit dan profil koagulasi.
A) Patologi kimia B) Sitogenetika C) Mikrobiologi klinis D) Hematopatologi
A) Ahli patologi B) Ahli biologi medis (Ahli biologi klinis) C) Teknisi laboratorium D) Ilmuwan medis
A) Strip B) Sentrifug C) Mikroskop D) Peralatan analisis
A) Dehidrasi B) Kondisi normal C) Perdarahan D) Infeksi
A) GRAM B) Grocott C) Ziehl–Neelsen D) MGG
A) Sitometri aliran B) Sitositokimia C) Imunofluoresensi D) FISH (Fluorescent In Situ Hybridization)
A) Cairan serebrospinal B) Urin C) Cairan pleura D) Serum darah
A) Analisis otomatis B) Pemeriksaan mikroskopis C) Kultur D) Pemeriksaan makroskopis
A) Sistem pembaca barcode B) Pewarna C) Media kultur D) Mikroskop
A) Dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). B) Terjadi pendarahan. C) Kondisi normal. D) Terdapat infeksi.
A) Pemeriksaan mikroskopis B) Pemeriksaan makroskopis C) Kultur D) Analisis otomatis
A) Membuat diagnosis yang tepat. B) Menginkubasi sampel dengan media kultur. C) Mengklasifikasikan suatu cairan sebagai 'normal'. D) Mengotomatiskan proses pra-analitik.
A) Bulanan B) Tahunan C) Harian D) Mingguan
A) Penanganan pasien segera. B) Penghitungan diferensial manual menggunakan preparat yang diwarnai. C) Hanya analisis otomatis yang diperlukan. D) Tidak diperlukan tindakan lebih lanjut.
A) MGG B) GRAM C) Ziehl–Neelsen D) Grocott
A) Cairan serebrospinal B) Cairan sinovial C) Serum darah D) Urin
A) Melakukan pengujian lebih lanjut secara otomatis tanpa peninjauan. B) Menandai sampel tersebut untuk ditinjau oleh patolog. C) Mengabaikan tanda tersebut. D) Membuang sampel tersebut.
A) Kultur B) Analisis otomatis C) Pemeriksaan mikroskopis D) Pemeriksaan makroskopis
A) Cairan serebrospinal B) Urin C) Cairan peritoneal D) Serum darah |