A) GMAW (MIG) B) FCAW (Pengelasan dengan Elektroda Inti Flux) C) SMAW (Pengelasan dengan Elektroda Berlapis) D) GTAW (TIG)
A) Untuk mendinginkan hasil las dengan lebih cepat. B) Untuk menambahkan logam pengisi ke dalam hasil las. C) Untuk melindungi hasil las dari kontaminasi atmosfer. D) Untuk meningkatkan tegangan pengelasan.
A) Tidak menggunakan sarung tangan B) Helm las C) Sandal D) Kemeja lengan pendek
A) Pengelasan Busur Logam Padat B) Pengelasan Busur Logam Terendam C) Pengelasan Busur Logam Terlindung D) Pengelasan Busur Logam Semimetal
A) Lasan yang terlalu kecil. B) Celah yang meleleh pada logam dasar di samping lasan. C) Kelebihan logam las pada permukaan. D) Kurangnya fusi antara lasan dan logam dasar.
A) Hanya DCEP B) Hanya DCEN C) AC atau DC D) Hanya AC
A) Pengelasan Busur Logam (Gas Metal Arc Welding) B) Pengelasan Busur Logam dengan Campuran Gas C) Pengelasan Busur Logam Terpandu D) Pengelasan Busur Logam dengan Dasar Logam
A) Koneksi grounding (pentanahan) listrik. B) Produk sampingan dari beberapa proses pengelasan yang perlu dihilangkan. C) Gas pelindung yang digunakan dalam pengelasan. D) Logam pengisi yang digunakan dalam pengelasan.
A) Semua di atas B) GTAW (TIG) C) SMAW (Stick) D) GMAW (MIG)
A) Penggabungan yang tidak sempurna. B) Penetrasi yang berlebihan. C) Kantung gas dalam logam las. D) Retakan pada logam las.
A) Pengelasan busur tungsten terpandu B) Pengelasan busur tungsten dengan gas C) Pengelasan busur dengan obor gas D) Pengelasan busur tungsten dengan grounding
A) Argon B) Nitrogen C) Karbon Dioksida D) Oksigen
A) Untuk mengontrol aliran gas pelindung. B) Untuk menahan elektroda las. C) Untuk mendinginkan mesin las. D) Untuk mengatur tegangan pengelasan.
A) Lebar lapisan las. B) Tinggi lapisan las. C) Kedalaman penetrasi logam las ke dalam logam dasar. D) Sudut elektroda pengelasan.
A) Tembaga B) E6010 atau E7018 C) Tungsten murni D) Aluminium
A) Untuk membuat logam lebih mudah dipotong. B) Untuk menghilangkan kebutuhan akan gas pelindung. C) Untuk mengurangi risiko retak. D) Untuk meningkatkan kecepatan pengelasan.
A) Elektroda Negatif Arus Bolak-Balik B) Elektroda Positif Arus Bolak-Balik C) Elektroda Positif Arus Searah D) Elektroda Negatif Arus Searah
A) Penetrasi yang berlebihan. B) Las yang terlalu kecil. C) Las yang terlalu besar. D) Kegagalan logam las untuk menyatu dengan benar dengan logam dasar.
A) Pengelasan busur dengan kawat inti fluks B) Pengelasan busur dengan kawat inti padat C) Pengelasan busur dengan kawat inti filamen D) Pengelasan busur dengan kawat inti berlapis fluks
A) Sambungan Sudut B) Sambungan T C) Sambungan Lap (sambungan tumpang tindih) D) Sambungan Butt (sambungan ujung)
A) Logam pengisi yang digunakan dalam pengelasan. B) Gas pelindung yang digunakan dalam pengelasan. C) Aba batu gerinda yang digunakan untuk membersihkan hasil las. D) Tetesan-tetesan kecil logam cair yang terlontar selama proses pengelasan.
A) Untuk meningkatkan visibilitas. B) Untuk menghilangkan asap dan gas berbahaya. C) Untuk mendinginkan mesin las. D) Untuk mencegah lasan menjadi dingin terlalu cepat.
A) Untuk menghilangkan tegangan pada las. B) Untuk membersihkan las. C) Untuk menambahkan logam pengisi pada las. D) Untuk meningkatkan kecepatan pengelasan.
A) Semua aplikasi pengelasan. B) Pengelasan dengan jenis elektroda tertentu untuk penetrasi yang lebih dalam. C) Pengelasan material tipis. D) Pengelasan aluminium.
A) Aluminium B) Besi cor C) Baja lunak D) Kayu
A) Untuk memperlebar area las dan meningkatkan penggabungan material. B) Untuk membuat hasil las terlihat lebih rapi. C) Untuk mempercepat proses pengelasan. D) Untuk mengurangi panas yang dihasilkan selama pengelasan.
A) Pendinginan yang terlalu cepat. B) Kecepatan pengelasan yang terlalu lambat. C) Penggunaan gas pelindung yang tidak tepat. D) Tegangan yang terlalu tinggi.
A) Pengelasan Busur Terendam (SAW) B) Pengelasan Oksi-Asetilen C) Pengelasan Gas Tungsten (GTAW/TIG) D) Pengelasan Busur Manual (SMAW/Stick)
A) A B) ABC C) D D) B |