A) Untuk pamer di media sosial. B) Untuk bersaing dengan orang lain dalam hal jumlah jam sukarela yang diberikan. C) Untuk mengatasi masalah sosial dan meningkatkan kualitas hidup di suatu komunitas. D) Untuk menghindari waktu yang seharusnya dihabiskan bersama keluarga dan teman.
A) Dengan menghindari kontak dengan orang-orang yang menghadapi kesulitan. B) Dengan mengabaikan kesulitan yang dialami orang lain. C) Dengan hanya berfokus pada pencapaian pribadi. D) Dengan menempatkan diri pada posisi orang-orang yang membutuhkan dan memahami tantangan yang mereka hadapi.
A) Menghabiskan seluruh waktu untuk bermain video game. B) Menolak segala bentuk keterlibatan dalam kegiatan masyarakat. C) Menghindari interaksi dengan orang lain di lingkungan sekitar mereka. D) Bergabung dengan organisasi pemuda atau klub sekolah yang berfokus pada kegiatan sukarela.
A) Kegiatan ini justru memicu perpecahan, persaingan, dan individualisme. B) Kegiatan ini memperburuk ketidaksetaraan dan ketidakadilan sosial. C) Kegiatan ini mendorong kerja sama, saling mendukung, dan rasa tanggung jawab terhadap komunitas. D) Kegiatan ini mengurangi pentingnya kesejahteraan komunitas dan tujuan bersama.
A) Dengan memperkuat perasaan kesepian dan keterasingan sosial. B) Dengan menjalin hubungan dan interaksi dengan orang lain di dalam komunitas. C) Dengan mengasingkan individu dari interaksi sosial. D) Dengan memprioritaskan isolasi pribadi daripada keterlibatan dalam komunitas.
A) Dengan menghindari komitmen dan kewajiban. B) Dengan menunjukkan kepada individu dampak dari tindakan mereka dan mendorong pertanggungjawaban. C) Dengan hanya fokus pada kepentingan pribadi. D) Dengan mempromosikan individualisme dan mengabaikan orang lain.
A) Tujuan yang tidak lengkap, keterlibatan masyarakat yang pasif, dan efek yang tidak diketahui. B) Kurangnya organisasi, keterlibatan masyarakat yang minimal, dan hasil yang tidak jelas. C) Biaya finansial yang tinggi, partisipasi yang eksklusif, dan dampak yang tersembunyi. D) Tujuan yang jelas, keterlibatan aktif dari masyarakat, dan dampak yang terukur.
A) Dengan memprioritaskan pencapaian pribadi di atas keberhasilan kolektif. B) Dengan mempromosikan persaingan dan permusuhan individu. C) Dengan menyatukan individu dari berbagai latar belakang untuk bekerja menuju tujuan bersama. D) Dengan mengecualikan kelompok tertentu dari partisipasi.
A) Hal ini mendorong rasa tanggung jawab dan kepedulian bersama terhadap masyarakat dan lingkungan. B) Hal ini mengurangi pentingnya kesejahteraan masyarakat dan konservasi lingkungan. C) Hal ini memisahkan individu dari masyarakat luas dan dunia alam. D) Hal ini mempromosikan budaya konsumsi berlebihan dan kurangnya penghargaan terhadap alam.
A) Britania Raya B) Jerman C) Swedia D) Austria
A) Hanya pembangunan ekonomi yang memengaruhi partisipasi sukarela. B) Lingkungan organisasi memainkan peran penting. C) Partisipasi sukarela sepenuhnya didasarkan pada karakteristik pribadi. D) Sistem politik tidak memiliki dampak pada kegiatan sukarela.
A) Kewajiban kerja sebagai imbalan. B) Pelayanan masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab. C) Pelayanan sipil alternatif. D) Pelayanan wajib sipil.
A) California B) Washington C) New York D) Texas
A) Seattle Public Schools B) Everett School District C) Tacoma School District D) Bellevue School District
A) Advanced Placement (AP) B) International Baccalaureate (IB) C) Program Unggulan D) Advancement Via Individual Determination (AVID)
A) 20 jam B) 200 jam C) 50 jam D) 100 jam
A) Program International Baccalaureate (IB) B) Program GPA C) Program Advanced Placement (AP) D) Program Dual Enrollment
A) 60.000 jam B) 20.000 jam C) 45.000 jam D) 30.000 jam
A) 350–400 siswa B) 250–300 siswa C) 100–150 siswa D) 500–550 siswa
A) Kasus ini menyebabkan larangan nasional terhadap kewajiban untuk melakukan kegiatan sukarela. B) Jumlah jam sukarela yang dibutuhkan ditingkatkan. C) Persyaratan tersebut dianggap tidak sesuai dengan konstitusi. D) Pengadilan memutuskan bahwa tidak ada pelanggaran yang terjadi.
A) Campus Compact B) Phi Beta Kappa C) Alpha Phi Omega D) Sigma Chi
A) Phi Beta Kappa B) Alpha Phi Omega C) National Honor Society D) Campus Compact
A) Komponen pembelajaran B) Komponen layanan C) Komponen keterlibatan masyarakat D) Komponen refleksi
A) Pembelajaran berbasis proyek B) Pembelajaran daring C) Model pembelajaran terbalik D) Pembelajaran melalui pengabdian masyarakat
A) Dewey B) Proyek Pendidikan Kewarganegaraan C) Kilpatrick D) Reagan
A) 1950-an B) 1918 C) 1980-an D) 1902
A) Membentuk Proyek Pendidikan Kewarganegaraan. B) Bergerak menuju neoliberalisme. C) Memperkenalkan 'metode proyek'. D) Mengembangkan metodologi pembelajaran berbasis pelayanan yang kritis.
A) Tahun 1902 B) Tahun 1950-an C) Tahun 1970-an D) Tahun 1980-an
A) Usulan politik Reagan B) Ideologi Dewey C) Proyek Pendidikan Kewarganegaraan D) Metode 'proyek' dari Kilpatrick
A) Usulan politik di lembaga-lembaga pendidikan. B) Gerakan yang lebih bersifat akar rumput. C) Reformasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah. D) Kebijakan neoliberal.
A) Universitas Harvard B) Universitas Maryland C) Universitas Yale D) Universitas Johns Hopkins
A) 55% B) 25% C) 60% D) 40%
A) Agama B) Politik C) Ekonomi D) Pendidikan
A) Mengadakan kompetisi olahraga. B) Mengorganisir aksi unjuk rasa politik. C) Menyelenggarakan kegiatan donor darah Palang Merah. D) Menyelenggarakan seminar bisnis.
A) Pemerintahan tersentralisasi B) Pengawasan pemerintah C) Integrasi komunitas D) Kedaulatan ranah (sphere sovereignty)
A) Pemberdayaan B) Kerjasama C) Sentralisasi D) Inklusivitas
A) Berbagi kekuasaan B) Mengecualikan masukan dari masyarakat setempat C) Memusatkan otoritas D) Menghindari keterbukaan |