A) Untuk meminimalkan penggunaan pestisida B) Untuk mendorong hama untuk berkembang biak C) Untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi hama D) Untuk memberantas semua hama
A) Evaluasi populasi hama B) Estimasi potensi efektivitas pestisida C) Peralatan penting untuk pencegahan hama D) Peralatan pelindung pribadi
A) Mendorong hama untuk berkembang biak. B) Menarik hama ke lokasi tertentu. C) Memberikan makanan kepada hama. D) Mencegah hama masuk ke dalam sebuah bangunan.
A) Untuk mengundang hama masuk ke dalam. B) Untuk menyediakan tempat persembunyian bagi hama. C) Untuk mencegah hama masuk ke dalam bangunan. D) Untuk menciptakan jalur pelarian bagi hama.
A) Jangan tinggalkan makanan terbuka agar tikus tidak tertarik dan jumlahnya berkurang. B) Jangan menciptakan tempat bersarang yang nyaman untuk tikus. C) Pasang beberapa perangkap di dalam rumah. D) Tutup semua celah masuk, hilangkan sumber makanan, dan jaga kebersihan lingkungan.
A) Untuk mendorong hama untuk berkembang biak. B) Untuk menangkap dan menghilangkan hama. C) Untuk menyediakan tempat berlindung bagi hama. D) Untuk menakut-nakuti hama agar pergi.
A) Membiarkan serpihan kayu di sekitar rumah. B) Mengabaikan retakan pada fondasi. C) Melakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi tanda-tanda aktivitas rayap. D) Memiliki kelembapan berlebih di dalam dan di sekitar rumah.
A) Laba-laba B) Lintah C) Kumbang koksi D) Ulat
A) Mendorong hama untuk berkembang biak. B) Menghilangkan sumber makanan dan air yang menarik perhatian hama. C) Mengabaikan kebersihan lingkungan. D) Menyediakan lebih banyak makanan dan air bagi hama.
A) Untuk menggunakan jenis pestisida yang sama secara konsisten demi hasil yang lebih baik. B) Untuk mencegah resistensi terhadap pestisida pada hama. C) Untuk mengurangi efektivitas pestisida. D) Untuk menghemat biaya pembelian berbagai jenis pestisida.
A) Pergiliran tanaman. B) Penanaman tunggal (monokultur). C) Pemupukan berlebihan. D) Irigasi berkelanjutan.
A) Biaya pestisida yang tinggi. B) Pestisida tidak efektif melawan hama. C) Kekhawatiran tentang dampak terhadap lingkungan. D) Peraturan mewajibkan penggunaan metode biologis secara eksklusif.
A) Penghilangan secara mekanis. B) Praktik budidaya. C) Metode biologis. D) Penyemprotan bahan kimia.
A) Bangsa Tiongkok pada masa Dinasti Han. B) Bangsa Romawi pada masa Kekaisaran Romawi. C) Bangsa Mesir Kuno sekitar tahun 3000 SM. D) Bangsa Yunani di Yunani Kuno.
A) Pengenalan predator secara biologis. B) Penyemprotan bahan kimia. C) Penghilangan fisik atau penangkapan. D) Praktik pertanian seperti rotasi tanaman.
A) Pencegahan atau karantina. B) Mengabaikan populasi hama. C) Mendorong hama untuk berkembang biak. D) Hanya menggunakan metode kimia.
A) Penicillium chrysogenum B) Staphylococcus aureus C) E. coli D) Bt (Bacillus thuringiensis subsp. israelensis)
A) Ini meningkatkan hasil panen secara langsung. B) Ini memperbaiki struktur tanah. C) Ini menghilangkan kebutuhan akan pestisida. D) Ini secara signifikan mengurangi tingkat serangan hama.
A) Dampak negatif pada spesies yang bukan target, seperti lebah. B) Pertumbuhan yang meningkat pada serangga bermanfaat. C) Peningkatan ketahanan terhadap kekeringan pada tanaman. D) Pengurangan erosi tanah.
A) Untuk mempelajari satwa liar perkotaan. B) Untuk meningkatkan jumlah mereka. C) Karena mereka dapat menyebabkan bahaya kebakaran. D) Karena mereka meningkatkan kualitas udara.
A) Beretta 1301 B) Marlin Model 25MG C) Winchester Model 1200 D) Remington 870
A) Alat penyemprot (untuk insektisida) B) Perangkat akustik C) Papan perangkap (dengan lem) D) Feromon
A) Warfarin B) U-5897 C) Metaldehid D) Difenacoum
A) Zat yang bekerja cepat B) Racun yang efeknya terakumulasi C) Insektisida kontak D) Racun yang bekerja lambat
A) Difenacoum B) U-5897 C) Warfarin D) Metaldehyde
A) Umpal beracun B) Fumigasi C) Sterilisasi D) Sterilisasi kimia
A) Metaldehyde B) Warfarin C) Difenacoum D) ContraPest
A) Metode ini tidak memerlukan penggunaan insektisida. B) Metode ini lebih murah. C) Metode ini hanya menargetkan hama dewasa. D) Bangunan tidak dapat digunakan selama proses perawatan.
A) Umpal beracun B) Fumigasi C) Perlakuan area D) Sterilisasi
A) Sterilisasi dengan sinar-X B) Sterilisasi kimiawi C) Fumigasi D) Umpal beracun
A) Tanah diatom B) Klorpirifos C) Permethrin D) Boron
A) Semut, kecoa, rayap B) Nyamuk, kutu rambut, kutu busuk C) Laba-laba, kutu, caplak D) Ngengat, kumbang, lalat
A) OSHA B) EPA C) FDA D) CDC |