A) Proxy Server B) Firewall C) Routing D) Load balancing E) Internet gateway
A) Membagi beban request data B) Memilih jalur terbaik bagi paket dalam route C) Membuat kondigurasi routing baru D) Membagi beban client E) Meneruskan paket dari client ke internet'Memilih jalur terbaik bagi paket dalam route
A) Local Queue Algorithm B) Round Robin and Random Algorithms C) Central Queue Algorithm D) Soldier Algorithm E) Algorithm Middle Manager
A) Dengan dukungan proses migrasi dinamis B) Dengan proses ditugaskan segera setelah penciptaan ke host C) Dengan bekerja pada prinsip distribusi dinamis D) Dengan proses membagi secara merata antara semua prosesor E) Dengan prosesor pusat memilih host untuk proses baru
A) Dengan prosesor pusat memilih host untuk proses baru B) Dengan dukungan proses migrasi dinamis C) Dengan proses ditugaskan segera setelah penciptaan ke host D) Dengan bekerja pada prinsip distribusi dinamis E) Dengan proses membagi secara merata antara semua prosesor
A) Dengan dukungan proses migrasi dinamis B) Dengan prosesor pusat memilih host untuk proses baru C) Dengan proses membagi secara merata antara semua prosesor D) Dengan bekerja pada prinsip distribusi dinamis E) Dengan proses ditugaskan segera setelah penciptaan ke host
A) Dengan prosesor pusat memilih host untuk proses baru B) Dengan dukungan proses migrasi dinamis C) Dengan proses ditugaskan segera setelah penciptaan ke host D) Dengan bekerja pada prinsip distribusi dinamis E) Dengan proses membagi secara merata antara semua prosesor
A) Http Catching B) Asymmetric load C) TCP Buffering D) Kompersi Http E) Content filtering
A) Baraccuda load-balancer B) Ultra Monkey C) Cisco System Catalyst D) FS Network BIG-IP E) Coyote Point
A) High Absolutly Proxy B) High Alocation Proxy C) High Audit Proxy D) High Accountability Proxy E) High Avaibility Proxy
A) Balancing B) Squid C) Round Robin D) Proxy E) Load balancer
A) Proses distribusi beban pada sebuah server B) Proses konfigurasi beban terhadap sebuah layanan yang ada pada sekumpulan server C) Pembagian server secara seimbang D) Proses ditribusi bandwidth server dalam jaringan computer E) Proses distribusi beban terhadap sebuah layanan yang ada pada sekumpulan server
A) Back-end B) Client C) Database D) Front-end E) File
A) DNS Robin B) Software load balancing C) Hardware dan Software load balancing D) Hardware load balancing E) Load balancing
A) FS Network BIG-IP B) Cisco System Catalyst C) Coyote Point D) Baraccuda load balancer E) SMPT
A) Balancing B) Baraccuda C) HAProxy D) Load balancer E) Squid
A) Least connection B) Ratio C) Round Robin D) Treshold E) Fastest
A) Ratio B) Fastest C) Round Robin D) Least connection E) Treshold
A) DNS Round Robin B) Treshold C) Least connection D) Integrated load balancing E) Dedicated load balancing
A) Junk mail B) Pop mail C) POP3 D) Email E) Mailing list
A) Throughtput B) Variasi delay C) Latency D) Jitter E) Packet loss
A) Menu pada winbox dimana kita dapat memanajemen bandwidth pada suatu computer client yang sesuai dengan keinginan administrator B) Pengalokasian yang tepat dari suatu bandwidth untuk mendukung kebutuhan aplikasi atau suatu layanan jaringan C) Jumlah atau volume data yang dapat dikirimkan melalui sebuah saluran komunikasi dalam satuan bits per second tanpa distorsi D) Volume yang menunjukkan seberapa banyak data yang dapat dilewatkan dalam koneksi melalui sebuah jaringan E) Ukuran lalu lintas dari website
A) Log B) Hotspot C) Queues D) Mangle E) Traffic
A) bits B) bits per second C) Bytes D) Hertz E) bits per millisecond
A) Hertz B) bits C) bits per second D) bits per millisecond E) Bytes
A) Buruk B) Rendah C) Sama D) Sedang E) Baik
A) Sedang B) Rendah C) Buruk D) Baik E) Sama
A) Shape & Drop B) Prioritas C) FIFO D) gdisk E) LIFO
A) gdisk B) LIFO C) Prioritas D) Shape & Drop E) FIFO
A) Marcus B) Alexander C) Linus Torvalds D) Montesque E) Martin Devera
A) 1 buah static route dengan dst-address 0.0.0.0/0 dan memberikan 2 buah gateway B) 2 buah static route dengan dst-address sama dan memiliki distance yang sama C) 2 buah static route dengan dst-address sama namun memiliki distance yang berbeda D) 2 buah static route dengan dst-address 0.0.0.0/0 dan memberikan 2 buah gateway E) 1 buah static route dengan dst-address 0.0.0.0/0 dan memberikan 1 buah gateway
A) Jika salah satu gateway kita putus, maka koneksi akan dibelokan ke server B) Jika salah satu gateway kita terhubung, maka koneksi akan tetap di gateway yang sama C) Jika salah satu gateway kita putus, maka koneksi akan tetap di gateway yang sama D) Jika salah satu gateway kita putus, maka koneksi akan dibelokan ke gateway lain E) Jika salah satu gateway kita putus, maka koneksi akan dibelokan ke client
A) ECMP B) PCC C) Static route D) Dynamic route E) NTH
A) Dapat membagi beban jaringan berdasarkan perbandingan kecepatan di antara 2 ISP B) Mampu membagi beban jaringan tanpa adanya ISP C) Dapat membagi penyebaran paket data yang merata pada masing-masing gateway D) Mampu menspesifikasikan gateway untuk tiap paket yang masih berhubungan dengan data yang sudah dilewatkan pada salah satu gateway E) Dapat membagi jaringan topologi yang sederhana
A) Mampu menspesifikasikan gateway untuk tiap paket yang masih berhubungan dengan data yang sudah dilewatkan pada salah satu gateway B) Dapat membagi beban jaringan berdasarkan perbandingan kecepatan di antara 2 ISP C) Dapat membagi penyebaran paket data yang merata pada masing-masing gateway D) Mampu membagi beban jaringan tanpa adanya ISP E) Dapat membagi jaringan topologi yang sederhana
A) Dapat membagi penyebaran paket data yang merata pada masing-masing gateway B) Mampu menspesifikasikan gateway untuk tiap paket yang masih berhubungan dengan data yang sudah dilewatkan pada salah satu gateway C) Mampu membagi beban jaringan tanpa adanya ISP D) Dapat membagi beban jaringan berdasarkan perbandingan kecepatan di antara 2 ISP E) Dapat membagi jaringan topologi yang sederhana
A) Gateway internet utama (1) aktif, maka akan otomatis melewati gateway internet cadangan (2) B) Gateway internet utama (1) non-aktif, maka akan otomatis akan melewati gateway internet cadangan (2) C) Gateway internet cadangan (1) non-aktif, maka akan otomatis melewati gateway internet utama (2) D) Gateway terjadi collision E) Gateway internet cadangan (1) aktif, maka akan otomatis akan melewati gateway internet utama (2)
A) IP Hotspot B) IP Address C) IP Firewall NAT D) IP Route E) IP DNS ![]()
A) Ip route add address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.X.0/28 distance=2 check-gateway=ping B) Ip route add address=0.0.0.0/0 gateway=128.X.0.0/18 distance=2 check-gateway=ping C) Ip route add address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.X.0/28 distance=1 check-gateway=ping D) Ip route add address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.X.0/18 distance=1 check-gateway=ping E) Ip route add address=0.0.0.0/0 gateway=128.X.0.0/18 distance=1 check-gateway=ping ![]()
A) Ip route add address=0.0.0.0/0 gateway=128.X.0.0/18 distance=1 check-gateway=ping B) Ip route add address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.X.0/28 distance=2 check-gateway=ping C) Ip route add address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.X.0/18 distance=1 check-gateway=ping D) Ip route add address=0.0.0.0/0 gateway=128.X.0.0/18 distance=2 check-gateway=ping E) Ip route add address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.X.0/28 distance=1 check-gateway=ping
A) Memonitor server yang ada serta memastikan server-server tersebut merespons trafik B) Menginterupsi trafik jaringan C) Membagi traffic jaringan menjadi permintaan non-individu D) Menawarkan distribusi content-aware seperti melakukan pembacaan, URLs, intercepting cookies, dan XML parsing E) Menyediakan redundancy dengan menggunakan lebih dari satu unit failover skenario
A) Aktivitas berdasarkan prioritas B) Proteksi dari serangan DdoS C) Asymmetric load D) Kompresi FTP E) TCP Buffering
A) High Availability Proxy B) Hewlett Availability Proxy C) Hewlett Access Proxy D) Home Amazing Proxy E) High Access Proxy
A) DHCP B) DHCP-Client C) Static D) DHCP-Server E) DHCP Route
A) empty B) ready C) unknown D) searching E) bound
A) PC client hanya terhubung ke ISP2 B) Semua router dijadikan sebagai ISP2 C) Switch menjadi beberapa unit terbagi dalam 4 port D) PC client hanya terhubung ke ISP1 E) Minimal 1 router dijadikan sebagai ISP2 ![]()
A) router memiliki dua jaringan lokal/client B) router dapat melakukan marking untuk menandai semua koneksi masuk, untuk mengingat interface yang digunakan C) router dikonfigurasi NAT D) router dapat mengelola koneksi yang dimulai dari luar, koneksi replies harus keluar melalui interface yang sama (dari IP Publik yang sama) saat koneksi request datang E) router memiliki dua jalur WAN (ISP) ![]()
A) router memiliki dua jaringan lokal/client B) router dikonfigurasi NAT C) router dapat melakukan marking untuk menandai semua koneksi masuk, untuk mengingat interface yang digunakan D) router dapat mengelola koneksi yang dimulai dari luar, koneksi replies harus keluar melalui interface yang sama (dari IP Publik yang sama) saat koneksi request datang E) router memiliki dua jalur WAN (ISP)
A) output dan prerouting B) forward dan prerouting C) input dan output D) output dan forward E) input dan forward
A) !upgrade B) !mark-routing C) !new D) !local E) source
A) 1 koneksi lewat ISP1 dan 2 koneksi lewat ISP2 B) 1 koneksi lewat ISP1 dan 1 koneksi lewat ISP2 C) 3 koneksi lewat ISP1 dan 2 koneksi lewat ISP2 D) 2 koneksi lewat ISP1 dan 2 koneksi lewat ISP2 E) 2 koneksi lewat ISP1 dan 1 koneksi lewat ISP2
A) bersamaan, tidak sesuai B) bersamaan, sesuai C) lalu nonaktif, tidak sesuai D) tidak bersamaan, tidak sesuai E) tidak bersamaan, sesuai
A) sama (ISP1 dan ISP1) B) ISP1 C) sama (ISP2 dan ISP2) D) berbeda (ISP1 dan ISP2) E) ISP2 |