![]()
A) Kemampuan untuk membuat pilihan yang tidak ditentukan oleh kekuatan eksternal. B) Ketidakmampuan untuk membuat keputusan apa pun. C) Penerimaan nasib tanpa pertanyaan. D) Keyakinan bahwa semua pilihan telah ditentukan sebelumnya.
A) Fatalisme B) Kausalitas C) Determinisme D) Kehendak bebas
A) Kompatibilisme B) Nihilisme C) Eksistensialisme D) Dualisme
A) Keyakinan bahwa individu memiliki kendali atas nasib mereka sendiri. B) Keyakinan bahwa peristiwa terjadi secara acak dan kacau. C) Keyakinan bahwa peristiwa dipengaruhi oleh kekuatan eksternal. D) Keyakinan bahwa semua peristiwa telah ditentukan sebelumnya dan tidak dapat dihindari, yang mengarah pada sikap pasrah.
A) Agen (pelaku) B) Keacakan C) Indeterminisme D) Kausalitas
A) Tergantung B) Kadang-kadang C) Tidak D) Ya
A) Sifat dan ruang lingkup pengetahuan. B) Sifat realitas dan keberadaan. C) Studi tentang keindahan dan seni. D) Studi tentang etika dan nilai-nilai moral.
A) Estetika B) Epistemologi C) Etika D) Metafisika
A) René Descartes B) Thomas Hobbes C) Plato D) John Locke
A) Studi filosofis tentang tujuan dan desain dalam alam. B) Teori bahwa segala sesuatu ditentukan oleh takdir. C) Studi tentang bagaimana individu membuat pilihan. D) Keyakinan bahwa semua peristiwa memiliki penyebab dan telah ditentukan sebelumnya.
A) Bahwa individu tidak memiliki kendali atas keputusan mereka. B) Bahwa semua peristiwa telah ditentukan sebelumnya dan tidak dapat dihindari. C) Bahwa kebebasan adalah sebuah ilusi dan pilihan-pilihan telah ditentukan sebelumnya. D) Bahwa individu bebas memilih tindakan mereka secara independen, tanpa adanya batasan.
A) Indeterminisme B) Kompatibilisme C) Determinisme D) Fatalisme
A) Studi tentang pengetahuan dan keyakinan yang beralasan. B) Studi tentang bahasa dan makna. C) Hakikat keberadaan dan eksistensi. D) Evaluasi etis terhadap tindakan.
A) Bahwa kehendak bebas bersifat mutlak dan individu sepenuhnya bertanggung jawab atas tindakan mereka. B) Bahwa kehendak bebas adalah sebuah ilusi dan semua tindakan ditentukan. C) Bahwa kehendak bebas hanya mungkin terjadi dalam kondisi tertentu. D) Bahwa kehendak bebas ada bersamaan dengan determinisme tanpa adanya kontradiksi. |