![]()
A) Energi tetap kekal dalam semua keadaan. B) Hanya satu keadaan yang dapat ada pada suatu waktu. C) Keadaan hanya dapat ada secara independen. D) Sebuah keadaan dapat berupa kombinasi dari beberapa keadaan.
A) Sebuah partikel dengan massa. B) Sebuah medan elektromagnetik. C) Sebuah kuantum cahaya. D) Sebuah gelombang energi.
A) Partikel menunjukkan sifat-sifat baik gelombang maupun partikel. B) Hanya cahaya yang menunjukkan dualitas. C) Gelombang tidak dapat berperilaku seperti partikel. D) Partikel hanya ada sebagai gelombang.
A) Richard Feynman B) Niels Bohr C) Albert Einstein D) Max Planck
A) Dua partikel menjadi terhubung dan berbagi sifat. B) Partikel tidak terpengaruh oleh partikel lainnya. C) Partikel saling menolak meskipun berada pada jarak tertentu. D) Partikel bergabung menjadi satu.
A) Pelepasan elektron ketika cahaya mengenai suatu material. B) Penyerapan foton oleh elektron. C) Pelepasan cahaya dari atom yang tereksitasi. D) Penyebaran cahaya dalam suatu medium.
A) Melewati penghalang yang secara klasik seharusnya tidak bisa dilewati. B) Mendapatkan massa pada energi yang tinggi. C) Berhenti bergerak tanpa batas waktu. D) Memancarkan energi ke dalam ruang hampa.
A) Sifat-sifat orbital atom. B) Kecepatan cahaya. C) Kerapatan suatu partikel. D) Massa sebuah atom.
A) Cairan pada tekanan tinggi. B) Gas pada suhu ruang. C) Keadaan materi pada suhu mendekati nol mutlak. D) Sebuah bentuk plasma.
A) Semua partikel dapat menempati ruang yang sama. B) Fermion dan boson dapat bergabung secara bebas. C) Partikel memiliki kecenderungan untuk saling menghindari. D) Tidak ada dua fermion identik yang dapat menempati keadaan kuantum yang sama.
A) Interpretasi ini menyangkal prinsip ketidakpastian. B) Interpretasi ini mendefinisikan fisika klasik. C) Interpretasi ini menyatakan bahwa partikel dapat ada tanpa pengamatan. D) Interpretasi ini menjelaskan tentang bagaimana fungsi gelombang runtuh.
A) Boson. B) Fermion. C) Neutron. D) Foton.
A) Eksperimen lembaran emas Rutherford. B) Eksperimen sinar katoda Thomson. C) Eksperimen tetesan minyak Millikan. D) Eksperimen celah ganda.
A) Keruntuhan (collapse). B) Termodinamika. C) Dekohorensi. D) Evolusi uniter.
A) Hukum Newton. B) Persamaan Einstein. C) Persamaan Maxwell. D) Persamaan Schrödinger.
A) Louis de Broglie B) Albert Einstein C) Niels Bohr D) Max Planck
A) Max Planck B) Niels Bohr C) Albert Einstein D) Richard Feynman
A) Partikel dengan spin yang merupakan bilangan setengah bulat. B) Keadaan yang bukan merupakan partikel. C) Jenis gelombang elektromagnetik. D) Partikel dengan massa tak terbatas.
A) Prinsip Ketidakpastian. B) Prinsip Superposisi. C) Prinsip Kekekalan. D) Prinsip Eksklusi Pauli.
A) Superposisi. B) Ketidakpastian Heisenberg. C) Dualitas gelombang-partikel. D) Keterikatan kuantum.
A) Massa. B) Panjang gelombang. C) Muatan. D) Kepadatan.
A) Tindakan pengukuran memengaruhi keadaan kuantum. B) Pengamat tidak relevan dengan peristiwa kuantum. C) Pengukuran selalu akurat. D) Observasi menciptakan massa.
A) Albert Einstein. B) Niels Bohr. C) Max Planck. D) Werner Heisenberg.
A) Partikel alfa. B) Foton. C) Partikel beta. D) Neutrino.
A) Bentuk orbital. B) Orientasi orbital. C) Tingkat energi utama. D) Momentum sudut total.
A) Efek Fotolistrik B) Emisi Termal C) Penembusan Kuantum D) Penyebaran Compton
A) Persamaan ini menjelaskan gerak klasik. B) Persamaan ini tidak terkait dengan fisika partikel. C) Persamaan ini menggabungkan mekanika kuantum dan relativitas. D) Persamaan ini hanya membahas fenomena optik.
A) Molekul. B) Quark. C) Ion. D) Atom.
A) Hubungan fase antara keadaan kuantum B) Pengaruh perubahan suhu C) Gerakan acak partikel D) Kecepatan suara |