A) Penukar panas tipe tabung berinsang B) Penukar panas tipe tabung ganda C) Penukar panas tipe plat D) Penukar panas tipe cangkang dan tabung
A) Tembaga B) Aluminium C) Plastik D) Baja
A) Sirip B) Bantalan C) Katup D) Gasket
A) Mendistribusikan fluida secara merata ke dalam tabung-tabung. B) Menurunkan tekanan. C) Memisahkan fluida panas dan fluida dingin. D) Mengontrol suhu.
A) Mengontrol laju aliran melalui penukar panas B) Menghilangkan udara dari sistem C) Mengatur tekanan D) Meningkatkan transfer panas
A) Meningkatkan tekanan refrigeran. B) Menghilangkan kelembapan dari sistem. C) Mendinginkan refrigeran. D) Mengatur aliran refrigeran ke evaporator.
A) Laju aliran yang lebih tinggi B) Insulasi yang lebih sedikit C) Pembersihan dan perawatan rutin D) Peningkatan tekanan
A) Peningkatan laju perpindahan panas. B) Penumpukan endapan pada permukaan yang berfungsi sebagai media perpindahan panas. C) Perluasan material tabung. D) Penurunan kecepatan fluida.
A) Kontak langsung (direct-contact) B) Aliran silang (cross-flow) C) Aliran paralel (parallel-flow) D) Aliran berlawanan (counter-flow)
A) Koefisien perpindahan panas B) Perbedaan suhu rata-rata logaritmik (LMTD) C) Satuan termal bersih (NTU) D) Hambatan termal
A) Aliran silang B) Aliran berlawanan C) Aliran paralel D) Kontak langsung
A) Evaporator B) Penukar panas pelat C) Penukar panas pipa ganda D) Kondensor permukaan
A) Proses yang melibatkan fluida dengan suhu di atas 260 °C. B) Aplikasi yang memerlukan konstruksi yang kuat karena tekanan tinggi. C) Aplikasi dengan tekanan rendah dan suhu di bawah 260 °C. D) Aplikasi dengan tekanan tinggi, lebih dari 30 bar.
A) Memaksimalkan getaran yang disebabkan oleh aliran fluida. B) Meminimalkan kekuatan aksial. C) Memastikan ruang yang cukup untuk ketahanan terhadap korosi. D) Mengurangi ketersediaan suku cadang.
A) Tabung berbentuk U menghilangkan kebutuhan akan pelat pengarah aliran. B) Tabung berbentuk U memungkinkan pemuaian termal tanpa memberikan tekanan pada lembaran tabung. C) Tabung berbentuk U mengurangi ukuran keseluruhan penukar panas. D) Tabung berbentuk U meningkatkan kemungkinan terjadinya penumpukan kerak.
A) Pola segitiga (30°). B) Pola segitiga yang diputar (60°). C) Pola persegi (90°). D) Pola persegi yang diputar (45°).
A) Jenis penukar panas pelat yang dilas B) Penukar panas tipe shell dan tube C) Penukar panas pelat dan rangka D) Paket pelat melingkar
A) Tidak ada pola sama sekali. B) Pola berbentuk lingkaran. C) Pola berbentuk kisi-kisi persegi. D) Pola berbentuk "chevron", berlubang, atau pola lainnya.
A) Digunakan untuk keperluan pembersihan. B) Menciptakan jalur aliran kedua yang disebut 'sisi cangkang'. C) Hanya berisi jalur aliran sisi pelat. D) Berfungsi untuk menahan gasket.
A) Tembaga B) Baja tahan karat C) Paduan aluminium D) Titanium
A) Pembangkit listrik tenaga nuklir B) Industri manufaktur kimia C) Kilang minyak D) Pabrik pemisahan udara
A) Industri tekstil B) Industri otomotif C) Industri konstruksi D) Industri produk susu
A) Penyimpanan keju. B) Mendinginkan susu dalam tangki besar berbahan stainless steel yang menggunakan sistem pendingin langsung. C) Fermentasi yogurt. D) Memanaskan susu sebelum proses pasteurisasi.
A) Sebagai pelat datar yang ditumpuk di dalam tangki. B) Dengan menggunakan lembaran karet fleksibel. C) Dengan menanamkannya di dalam beton. D) Melalui pemasangan eksternal.
A) Logam tersebut akan menggelembung di sekitar area las saat mengalami tekanan. B) Logam tersebut akan menyusut dan membentuk permukaan yang rata. C) Logam tersebut menjadi lebih tipis dan lebih lentur. D) Logam tersebut dihilangkan untuk menciptakan saluran.
A) Penukar panas permukaan terkelupas dinamis. B) Penukar panas perubahan fasa. C) Siklus Rankine uap (SRC). D) Siklus Rankine organik (ORC).
A) Air. B) Amonia. C) Toluena. D) Pentafluoropropana (R-245fa).
A) Padat – cairan atau padat – gas B) Cairan yang tidak bercampur – cairan C) Gas – cairan D) Saluran mikro
A) Ukuran yang lebih besar. B) Lebih kurang ringkas. C) Kapasitas refrigeran yang lebih tinggi. D) Penurunan tekanan sisi udara yang lebih rendah.
A) Antara 1 mm dan 3 mm B) Kurang dari 1 mm C) Lebih dari 5 mm D) Sama dengan 10 mm
A) Desain saluran mikro B) Penurunan tekanan yang tinggi C) Jumlah refrigeran yang rendah D) Perlindungan terhadap pembekuan
A) Tungku akan menghasilkan lebih sedikit panas. B) Sistem akan menjadi lebih hemat energi. C) Aliran udara akan meningkat secara signifikan. D) Hasil pembakaran dapat masuk ke ruang hunian.
A) Metode aliran turbulen B) Metode Ramachandra K. Patil (dan rekan-rekannya) C) Metode Boardman-Germer D) Metode Scott S. Haraburda
A) Metode Ramachandra K. Patil (dan lainnya) B) Metode Boardman-Germer C) Metode Scott S. Haraburda D) Metode aliran laminar
A) Biaya awal (investasi) versus biaya operasional. B) Efisiensi termal versus ukuran. C) Penurunan tekanan versus kecepatan fluida. D) Kekuatan material versus ketahanan terhadap korosi.
A) Bentuk. B) Ukuran. C) Biaya. D) Warna.
A) 10% per tahun. B) Sekitar 5% per tahun. C) 15% per tahun. D) 1% per tahun. |