![]()
A) Ascensi rekta dan deklinasi. B) Ketinggian dan azimut. C) Bujur dan lintang galaksi. D) Bujur dan lintang ekliptika.
A) Untuk mengamati lubang hitam. B) Untuk mengukur suhu planet. C) Untuk mempelajari komposisi kimia bintang. D) Untuk menentukan posisi, jarak, dan pergerakan benda-benda langit.
A) 1989. B) 2009. C) 1979. D) 1999.
A) Untuk mencari kehidupan di luar bumi. B) Untuk membuat peta 3D yang akurat dari galaksi Bima Sakti. C) Untuk mengukur kecepatan rotasi planet Mars. D) Untuk mempelajari asal-usul komet.
A) Ukuran sebuah planet. B) Pergerakan tampak sebuah bintang melintasi langit dari waktu ke waktu. C) Jarak ke sebuah galaksi. D) Kecerahan sebuah bintang.
A) Tahun cahaya B) Parsec C) Mil D) Kilometer
A) Abad Pertengahan. B) Renaisans. C) Revolusi Industri. D) Zaman Penjelajahan.
A) Astrometri digunakan untuk melacak hujan meteor. B) Astrometri digunakan untuk mempelajari kuasar yang jauh. C) Astrometri membantu mengidentifikasi eksoplanet yang berpotensi dihuni dengan mempelajari parameter orbitnya. D) Astrometri digunakan untuk mengamati cakram akresi lubang hitam.
A) Menghitung laju ekspansi alam semesta. B) Menentukan pusat massa dalam sistem bintang ganda. C) Menentukan lokasi kutub langit utara. D) Menemukan pusat galaksi.
A) Hipparchus. B) Copernicus. C) Galileo. D) Kepler.
A) Zenit B) Garis bujur utama C) Ekuator D) Ekuator langit
A) Bangsa Mesir B) Bangsa Babilonia C) Bangsa Yunani D) Bangsa Romawi
A) Garis yang menghubungkan kutub langit utara dan selatan. B) Garis imajiner yang menghubungkan bintang Sirius dan Procyon. C) Proyeksi dari ekuator Bumi ke bola langit. D) Sebuah wilayah di ruang angkasa dengan konsentrasi galaksi yang tinggi.
A) Kumpulan nama-nama asteroid. B) Kumpulan kawah akibat tumbukan meteorit. C) Sebuah katalog bintang yang menyediakan posisi dan gerakan relatif dari 2,5 juta bintang. D) Daftar planet ekstrasurya yang ditemukan oleh NASA. |