A) Efektivitas kebijakan pemerintah. B) Dampak teknologi terhadap birokrasi. C) Sejarah organisasi birokrasi. D) Perilaku pekerja pelayanan publik.
A) Para birokrat di perusahaan. B) Para pejabat pemerintah tingkat tinggi. C) Para pekerja pelayanan publik yang berinteraksi langsung dengan warga negara. D) Para analis kebijakan di lembaga think tank.
A) Buku panduan teknis. B) Nilai-nilai dan keyakinan pribadi mereka. C) Opini publik. D) Kepatuhan yang ketat terhadap hukum.
A) Mereka membuat undang-undang baru. B) Mereka melakukan audit terhadap lembaga lain. C) Mereka menafsirkan dan menegakkan kebijakan. D) Mereka mengelola anggaran.
A) Para pemimpin bisnis. B) Para politisi. C) Para akademisi. D) Pegawai birokrasi tingkat bawah.
A) Pengelolaan sumber daya yang efisien. B) Pengembangan kebijakan yang inovatif. C) Kepercayaan publik terhadap pemerintah. D) Konflik antara kebijakan dan praktik.
A) Keterbatasan sumber daya dan keleluasaan yang dimiliki oleh petugas di tingkat lapangan. B) Pendanaan dan jumlah staf yang berlebihan. C) Dukungan yang berlebihan dari warga negara. D) Peraturan yang disederhanakan.
A) Petugas polisi dan pekerja sosial. B) Anggota senat dan gubernur. C) Perencana kota dan walikota. D) Petugas kepatuhan perusahaan.
A) Menstandarisasi semua proses. B) Meningkatkan kolaborasi dan mekanisme umpan balik. C) Memperketat pengawasan terhadap petugas. D) Membatasi wewenang pengambilan keputusan oleh petugas. |