A) Seni bercerita. B) Studi tentang bahasa-bahasa kuno. C) Teori dan praktik interpretasi, terutama dalam studi teks. D) Studi tentang berbagai agama.
A) John Locke B) Socrates C) Friedrich Schleiermacher D) Martin Luther
A) Studi tentang sejarah kuno. B) Penjelasan atau interpretasi kritis dari sebuah teks. C) Proses menerjemahkan sebuah teks secara kata per kata. D) Proses penulisan sebuah catatan atau komentar.
A) Menganalisis struktur teks tanpa mempertimbangkan bahasa. B) Hanya berfokus pada implikasi teologis dari teks. C) Menafsirkan teks semata-mata berdasarkan perasaan pribadi. D) Memahami teks berdasarkan tata bahasanya dan konteks sejarahnya.
A) Alat linguistik yang digunakan untuk penafsiran. B) Catatan sejarah mengenai asal-usul sebuah teks. C) Catatan kaki dalam teks yang disediakan oleh penulis. D) Asumsi atau keyakinan yang memengaruhi cara seseorang menafsirkan sebuah teks.
A) Metode historis-kritis B) Kritik berdasarkan respons pembaca C) Interpretasi gramatikal-historis D) Kritik tekstual
A) Dekripsi B) Ekségesis C) Implikasi D) Inferensi
A) Tata bahasa B) Hermeneutika C) Sintaksis D) Semantik
A) Charles Darwin B) Leonardo da Vinci C) Isaac Newton D) Hans-Georg Gadamer
A) Alkimia abad pertengahan B) Revolusi industri C) Filsafat Yunani Kuno D) Ilmu komputer modern
A) Asosansi B) Konsonansi C) Onomatope D) Aliterasi
A) Martin Heidegger B) Pablo Picasso C) Albert Einstein D) Cleopatra
A) Menafsirkan teks tanpa mempertimbangkan tata bahasa. B) Menganalisis perangkat sastra yang digunakan dalam sebuah teks. C) Menciptakan interpretasi baru dari sebuah teks. D) Untuk menentukan versi teks yang paling akurat dengan membandingkan naskah-naskah.
A) Mengamati, menganalisis. B) Menerjemahkan, menafsirkan. C) Menulis, menyusun. D) Menghitung, menghitung.
A) Mesopotamia. B) Mesir. C) Indo-Eropa. D) Anatolian (Carian).
A) Dia adalah seorang pelayan. B) Dia adalah seorang hakim. C) Dia adalah seorang penengah. D) Dia adalah seorang musuh.
A) Gezerah Shavah B) Baraita Rabbi Ishmael C) Prinsip Hillel D) Kal v'chomer
A) Sebagai teks yang tidak mengandung kesalahan. B) Sebagai teks yang secara historis tidak akurat. C) Sebagai teks yang terbuka untuk interpretasi pribadi. D) Sebagai kumpulan mitos.
A) Mengabaikan konteks B) Hanya menerjemahkan secara literal C) Interpretasi acak D) Argumen "a fortiori" (kal v'chomer)
A) Hal ini memungkinkan adanya opini pribadi. B) Hal ini hanya berfokus pada logika. C) Tanakh dianggap tidak mengandung kesalahan. D) Hal ini mengabaikan teks-teks lain.
A) Pedagang B) Prajurit C) Raja D) Penterjemah
A) De doctrina christiana B) Alkitab C) Mimamsa Sutra D) Buddhavacana
A) Midrash. B) Zohar. C) Talmud. D) Kabbalah.
A) Kristologi. B) Teologi Trinitas. C) Mariologi. D) Eklesiologi.
A) John Calvin. B) Friedrich Schleiermacher. C) Martin Luther. D) Lorenzo Valla.
A) Martin Heidegger. B) Georg Henrik von Wright. C) Friedrich Schleiermacher. D) August Böckh.
A) Martin Heidegger. B) Wilhelm Dilthey. C) Friedrich Schleiermacher. D) Charles Taylor.
A) Interpretasi alegoris B) Drama kesedihan C) Drama tragis D) Kesadaran politik
A) Studi Empiris tentang Interaksi Keluarga B) The Political Unconscious C) Ursprung des deutschen Trauerspiels D) Objective Knowledge
A) 2000 B) 1992 C) 1985 D) 1972
A) Berlin B) Hamburg C) Frankfurt am Main D) Munich
A) Paul Ricœur B) Karl-Otto Apel C) Frederick G. Lawrence D) Jürgen Habermas
A) Rudolf Makkreel B) Paul Ricœur C) Bernard Lonergan D) Karl-Otto Apel
A) Bernard Lonergan B) Jürgen Habermas C) Karl-Otto Apel D) Paul Ricœur
A) Karl-Otto Apel B) Paul Ricœur C) Rudolf Makkreel D) Jürgen Habermas
A) Paul Ricœur B) Andrés Ortiz-Osés C) Jürgen Habermas D) Rudolf Makkreel
A) Paul Ricœur B) Rudolf Makkreel C) Andrés Ortiz-Osés D) Karl-Otto Apel
A) Hal ini bergantung pada analisis ilmiah. B) Hal ini hanya berfokus pada tradisi arsitektur Barat. C) Ini adalah sebuah interaksi hermeneutik dengan keunikan budaya lain. D) Hal ini menghindari interpretasi dalam proses desain.
A) John Locke. B) Steve Smith. C) Karl Marx. D) Immanuel Kant.
A) Institutionalisme liberal. B) Realisme klasik. C) Postmodernisme radikal. D) Neorealisme.
A) Abad ke-20. B) Setidaknya sejak abad ke-11. C) Periode Renaisans. D) Abad ke-18.
A) Magna Carta. B) Corpus Juris Civilis karya Justinianus. C) Dua Belas Tabel (The Twelve Tables). D) Kode Hammurabi.
A) Edmund Husserl B) Martin Heidegger C) Don Ihde D) Paul Ricoeur
A) Biologi B) Fisika C) Kimia D) Matematika
A) Gianni Vattimo B) Hugo E. Herrera C) Don Ihde D) Santiago Zabala
A) Pelestarian B) Anarki C) Kemenangan D) Pemaksaan
A) Ilmu empiris B) Pemikiran lemah C) Realisme D) Filsafat yang kuat
A) Santiago Zabala B) Gianni Vattimo C) Hugo E. Herrera D) Don Ihde
A) Maurice Merleau-Ponty B) Sigmund Freud C) Jacques Lacan D) Hubert Dreyfus
A) Hubert Dreyfus B) Jacques Lacan C) Martin Heidegger D) Ludwig Wittgenstein
A) Sigmund Freud B) Martin Heidegger C) Maurice Merleau-Ponty D) Hubert Dreyfus
A) Sigmund Freud B) Jacques Lacan C) Maurice Merleau-Ponty D) Hubert Dreyfus
A) Hubert Dreyfus B) Maurice Merleau-Ponty C) Ludwig Wittgenstein D) Martin Heidegger
A) Psikologi perilaku B) Psikologi klinis C) Psikologi perkembangan D) Psikologi humanistik
A) 'Ilusi atau kebohongan' B) 'Sejarah suci' C) 'Ketidakakuratan sejarah' D) 'Sebuah cerita fiksi'
A) Model mekanistik B) Analisis data kuantitatif C) Pendekatan hermeneutika D) Metode statistik
A) 'Hermeneutika total' B) 'Hermeneutika reformasi' C) 'Hermeneutika pemutusan' D) 'Hermeneutika kesinambungan'
A) Mereka seharusnya hanya mempertimbangkan perspektif modern. B) Mereka tidak relevan dengan studi sosiologi. C) Mereka harus dipahami dalam konteks wacana dari mana mereka berasal. D) Mereka dapat diinterpretasikan secara universal tanpa memperhatikan konteks. |