"An Experiment in Criticism" oleh C. S. Lewis
An Experiment In Criticism by C S
  • 1. “An Experiment in Criticism” adalah karya pemikiran yang ditulis oleh C. S. Lewis, yang diterbitkan pada tahun 1961, dan membahas tentang hakikat sastra serta pengalaman membaca. Dalam buku ini, Lewis mengajak para pembaca untuk mempertimbangkan kembali cara mereka mendekati sastra, dengan berpendapat bahwa cara kita berinteraksi dengan teks dapat secara signifikan membentuk pemahaman dan apresiasi kita terhadapnya. Ia berpendapat bahwa para kritikus seringkali berfokus pada niat penulis atau konteks sejarah suatu karya, sementara ia mengalihkan perhatian pada pengalaman pembaca. Lewis mengkategorikan pembaca menjadi dua kelompok yang berbeda: 'pembaca yang tidak kritis,' yang berinteraksi dengan sebuah teks tanpa refleksi, dan 'pembaca yang kritis,' yang berusaha untuk menganalisis dan menafsirkan sastra secara mendalam. Sepanjang buku, ia mengeksplorasi implikasi dari klasifikasi pembaca ini dan mendorong pertimbangan yang lebih mendalam tentang sastra sebagai sebuah bentuk seni yang meningkatkan pertumbuhan pribadi dan pemahaman. Melalui berbagai contoh dan wawasan filosofis, Lewis mendukung gagasan bahwa membaca seharusnya menjadi pengalaman yang menyenangkan dan memperkaya, menunjukkan bahwa nilai sastra terletak pada kemampuannya untuk mengubah pembaca. “An Experiment in Criticism” menantang kita untuk merenungkan tidak hanya teks yang kita baca, tetapi juga diri kita sendiri sebagai pembaca, dan pada akhirnya menganjurkan pendekatan yang lebih terlibat dan penuh perhatian terhadap sastra.

    Apa argumen utama dari “An Experiment in Criticism”?
A) Semua sastra modern lebih rendah daripada karya-karya klasik.
B) Hanya kritikus profesional yang dapat menilai sastra.
C) Nilai sastra ditentukan oleh niat penulis.
D) Nilai sastra ditentukan oleh bagaimana sebuah buku dibaca.
  • 2. Menurut Lewis, apa yang seharusnya menjadi dasar untuk menilai kualitas sebuah buku?
A) Pesan moral yang terkandung dalam buku tersebut.
B) Popularitas buku tersebut di kalangan kritikus.
C) Kompleksitas dan tingkat kesulitan buku tersebut.
D) Jenis bacaan yang ditawarkan oleh buku tersebut.
  • 3. Bagaimana pendapat Lewis tentang menilai karya sastra berdasarkan isi moralnya?
A) Pendekatan ini seharusnya hanya diterapkan pada teks-teks keagamaan.
B) Ini adalah pendekatan yang terbatas dalam hal kritik.
C) Ini tidak relevan dengan nilai sastra.
D) Ini adalah kriteria yang paling penting.
  • 4. Apa yang dimaksud Lewis dengan 'menerima' sebuah karya sastra?
A) Memahami semua referensi yang terkandung di dalamnya.
B) Merekomendasikannya kepada orang lain.
C) Menghafal bagian-bagian pentingnya.
D) Membiarkan karya tersebut memengaruhi Anda.
  • 5. Bagaimana pandangan Lewis tentang hubungan antara pembaca dan teks?
A) Pembaca seharusnya mendominasi teks.
B) Pembaca seharusnya menyerahkan diri pada teks.
C) Hubungan tersebut seharusnya bersifat murni intelektual.
D) Pembaca seharusnya menulis ulang teks tersebut dalam pikiran mereka.
  • 6. Apa yang dikatakan Lewis tentang nilai dari berbagai genre?
A) Puisi lebih unggul dari semua bentuk karya lainnya.
B) Genre-genre modern lebih rendah kualitasnya dibandingkan dengan karya-karya klasik.
C) Hanya fiksi serius yang memiliki nilai.
D) Setiap genre dapat menghasilkan karya sastra yang berharga.
  • 7. Menurut Lewis, apa yang salah dengan hanya membaca sebuah karya untuk mencari 'pesan' atau 'tema'?
A) Ini adalah bentuk membaca yang paling tinggi.
B) Ini membantu memahami maksud penulis.
C) Hal itu mereduksi karya tersebut menjadi ide-ide abstrak.
D) Ini hanya cocok untuk bidang filsafat.
  • 8. Apa yang menurut Lewis tentang pengalaman emosional saat membaca?
A) Hanya emosi positif yang dianggap valid.
B) Respon emosional tidak dapat diandalkan.
C) Emosi seharusnya ditekan selama membaca.
D) Respon emosional yang tulus menunjukkan pemahaman yang baik saat membaca.
Dibuat dengan That Quiz — situs untuk pembuatan dan penilaian tes dalam matematika dan mata pelajaran lainnya.