A) Aktivitas vulkanik B) Arus laut dalam C) Aliran permukaan D) Presipitasi
A) Jenis sistem perpipaan. B) Pengukuran tekanan udara. C) Kemampuan suatu material untuk mengalirkan air. D) Studi tentang peradaban kuno.
A) Ukuran ruang kosong dalam batuan atau tanah. B) Jenis batuan beku. C) Garis patahan geologis. D) Jenis pengendapan mineral.
A) Jenis pola curah hujan. B) Struktur ekosistem akuatik. C) Zona jenuh lokal yang berada di atas muka air tanah utama. D) Sistem terowongan bawah tanah.
A) Membersihkan air yang tercemar. B) Menciptakan sumber air tanah baru. C) Menipiskan sumber daya air. D) Pengisian kembali air tanah dari curah hujan atau air permukaan.
A) Jenis botol air. B) Sungai bawah tanah. C) Batas atas zona jenuh. D) Pengukuran kemurnian air.
A) Struktur waduk bawah tanah. B) Jenis patahan geologis. C) Proses pengolahan air. D) Garis batas yang memisahkan aliran air tanah ke area yang berbeda.
A) Mempelajari kehidupan laut. B) Menciptakan akuifer buatan. C) Mengukur ketinggian gunung. D) Mensimulasikan dan memprediksi aliran dan kualitas air tanah.
A) Hukum gerak Newton B) Aliran fluida melalui media berpori C) Medan magnet bumi D) Periode waktu geologis
A) Stabil B) Bergerak cepat C) Berarus deras D) Bergerak lambat
A) Hukum Darcy B) Hukum Ohm C) Hukum Hooke D) Hukum Newton
A) Tiga puluh dua B) Dua puluh sembilan C) Lima belas D) Empat puluh lima
A) Penipisan lapisan ozon B) Kenaikan permukaan air laut C) Desertifikasi (penggundulan lahan menjadi gurun) D) Deforestasi (penebangan hutan)
A) Persamaan Navier-Stokes B) Persamaan Bernoulli C) Persamaan Fourier D) Persamaan Laplace
A) Menentukan karakteristik akuifer menggunakan uji akuifer. B) Memasang sumur pemantau. C) Memetakan badan air permukaan. D) Melakukan pengujian pH tanah.
A) Hasil spesifik B) Permeabilitas C) Kapasitas penyimpanan D) Porositas
A) Hasil spesifik B) Kapasitas penyimpanan C) Transmisivitas D) Konduktivitas hidraulik
A) Hanya dengan menggunakan data curah hujan historis. B) Dengan mengukur tingkat polusi udara. C) Dengan mensimulasikan pergerakan kontaminan. D) Melalui pemeriksaan visual sumur.
A) Akuifer artesis B) Akuifer dangkal C) Akuifer terlindungi D) Akuifer tidak terlindungi
A) Tekanan hidraulik B) Litologi C) Permeabilitas D) Stratigrafi
A) Perbedaan dalam porositas. B) Perbedaan dalam tekanan hidraulik. C) Variasi litologi (jenis batuan). D) Perubahan stratigrafi (lapisan batuan).
A) Uji permeabilitas B) Grafik hidrograf C) Penurunan tekanan D) Survei stratigrafi
A) Permeabilitas B) Stratigrafi C) Tekanan hidraulik D) Porositas
A) Berbanding lurus B) Tidak berhubungan C) Sama D) Berbanding terbalik
A) Osmosis B) Adveksi C) Gerakan Brown D) Perkolasi
A) Albert Einstein B) Niels Bohr C) James Clerk Maxwell D) Isaac Newton
A) Osmosis B) Penyebaran C) Perkolasi D) Adveksi
A) Karena adsorpsi menahan mereka sampai mencapai keseimbangan. B) Karena mereka larut dengan cepat dalam air. C) Karena mereka lebih berat daripada air. D) Karena mereka tidak berinteraksi dengan tanah.
A) Spesies yang inert (tidak reaktif) B) Spesies yang tidak reaktif C) Spesies yang lebih mudah larut D) Spesies yang kurang mudah larut
A) Oscar Edward Meinzer B) Isaac Newton C) Albert Einstein D) Henry Darcy
A) Abad ke-20 B) Abad ke-18 C) Abad ke-19 D) Abad ke-21
A) Abad ke-19 B) Abad ke-20 C) Abad ke-21 D) Abad ke-18
A) Transformasi kesamaan (transformasi Boltzmann) B) Transformasi Laplace C) Transformasi Hankel D) Transformasi Fourier
A) Metode ini tidak memerlukan kondisi awal atau kondisi batas. B) Metode ini hanya digunakan untuk sistem koordinat non-Kartesian. C) Metode ini memerlukan simulasi numerik yang kompleks. D) Metode ini memberikan solusi yang sederhana dan elegan dalam kondisi yang disederhanakan.
A) Cholesky B) Richardson C) Divergensi D) Galerkin
A) 1950-an B) 1940-an C) 1930-an D) 1920-an
A) Metode analitis B) Metode numerik C) Metode statistik D) Metode eksperimental
A) Stabil tanpa syarat (secara mutlak stabil) B) Stabil dengan syarat tertentu C) Tidak stabil D) Hanya stabil dalam dimensi spasial, bukan dalam dimensi waktu
A) Hanya metode perbedaan hingga (finite difference) B) Aproksimasi Metode Elemen Hingga (FEM) Galerkin C) Metode persamaan integral batas D) Metode elemen analitik
A) Laboratorium Nasional Los Alamos B) Badan Perlindungan Lingkungan C) Analytic & Computational Research, Inc. D) Survei Geologi Amerika Serikat
A) Elemen hingga (finite element) B) Perbedaan hingga (finite difference) C) Volume hingga (finite volume) D) Analitis
A) MODFLOW B) SUTRA C) PORFLOW D) FEHM
A) Hukum Gauss B) Teorema divergensi C) Teorema Stokes D) Teorema Green
A) FEHM B) PORFLOW C) MODFLOW D) Hydrus
A) Simulasi pembentukan hidrat metana. B) Migrasi kontaminan nuklir. C) Penyimpanan karbon dioksida. D) Pemodelan ekstraksi serpih minyak.
A) Mudah diformulasikan untuk jaringan yang tidak terstruktur. B) Menggunakan elemen blok. C) Tidak bersifat konservatif. D) Hanya dapat digunakan untuk jaringan yang terstruktur.
A) OpenGeoSys B) MODFLOW C) FEFLOW D) SUTRA
A) Metode yang tidak konservatif B) Elemen blok C) Jaringan tidak terstruktur D) Elemen segitiga
A) Sumur terlindungi B) Sumur dangkal C) Sumur artesis D) Sumur dalam
A) Pengeboran dengan alat kabel (cable tool drilling) B) Pengeboran putar dengan lumpur (mud rotary drilling) C) Pengeboran putar ganda dengan sirkulasi terbalik (flooded reverse circulation dual rotary drilling) D) Pengeboran putar dengan udara (air rotary drilling)
A) Pengeboran dengan alat kabel (cable tool drilling) B) Pengeboran putar dengan lumpur (mud rotary drilling) C) Pengeboran putar dengan udara (air rotary drilling) D) Pengeboran putar ganda dengan sirkulasi terbalik dan pembanjiran (flooded reverse circulation dual rotary drilling)
A) Pengeboran rotasi ganda dengan sirkulasi terbalik (flooded reverse circulation). B) Pengeboran rotasi dengan udara (air rotary drilling). C) Pengeboran rotasi dengan lumpur (mud rotary drilling). D) Pengeboran dengan alat kabel (cable tool drilling).
A) Pengeboran putar menggunakan lumpur B) Pengeboran menggunakan alat kabel C) Pengeboran putar menggunakan air D) Pengeboran putar ganda dengan sirkulasi terbalik menggunakan air
A) Sumur dalam B) Sumur artesis C) Sumur dangkal D) Sumur tertutup
A) Air tanah B) Curah hujan C) Sungai D) Gletser
A) 80.000 B) 65.000 C) 50.000 D) 75.000
A) Lima belas B) Dua puluh lima C) Sepuluh D) Sembilan belas
A) Delapan puluh B) Lima puluh C) Enam puluh tiga D) Tujuh puluh
A) Radar yang dapat menembus tanah B) Citra satelit C) Analisis gelombang seismik D) Drone yang dilengkapi dengan kamera
A) 99% B) 51% C) 22% D) 78%
A) Penggunaan untuk air minum masyarakat B) Proses industri C) Pengisian ulang air untuk danau dan sungai D) Irigasi
A) 78% B) 51% C) 22% D) 64%
A) Untuk kegiatan rekreasi. B) Untuk keperluan minum. C) Untuk proses pendinginan industri. D) Untuk irigasi pertanian.
A) 64% B) 99% C) 22% D) 51% |