A) Amerika Serikat dan Jepang. B) Rusia dan Italia. C) Prancis dan Inggris. D) Jerman dan Austria.
A) 1916. B) 1945. C) 1920. D) 1918.
A) Perang Dunia I. B) Perang Dingin. C) Depresi Besar. D) Perang Vietnam.
A) Batas-batas tersebut diterima dengan baik oleh semua negara. B) Batas-batas tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan. C) Batas-batas tersebut memastikan perdamaian abadi. D) Batas-batas tersebut berkontribusi pada konflik yang berkelanjutan.
A) Aliansi militer dengan pasukan Ottoman. B) Dukungan untuk pembentukan negara Yahudi di Palestina. C) Kemerdekaan bagi negara-negara Arab. D) Perjanjian perdagangan dengan Irak.
A) Catatan pribadi (otobiografi). B) Puisi. C) Cerita fiksi. D) Narasi sejarah.
A) Catatan biografi. B) Opini terkini. C) Dokumen sejarah utama. D) Novel fiksi.
A) Konflik Israel-Palestina. B) Perang Balkan. C) Perang Korea. D) Perang di Afghanistan.
A) Sebagai sumber konflik dan identitas. B) Sebagai kekuatan pemersatu di antara berbagai negara. C) Sebagai sebuah gagasan yang murni berasal dari Barat. D) Sebagai sesuatu yang tidak relevan dengan sejarah kawasan tersebut.
A) Janji-janji tersebut seringkali dilanggar. B) Janji-janji tersebut tidak memiliki konsekuensi nyata. C) Janji-janji tersebut sepenuhnya dipenuhi. D) Janji-janji tersebut sangat dilebih-lebihkan. |