![]()
A) Nitrogen B) Karbon Dioksida C) Oksigen D) Uap Air
A) Karbon dioksida B) Argon C) Nitrogen D) Oksigen
A) Meteorologi B) Klimatologi C) Geologi D) Oseanografi
A) Karbon Dioksida B) Nitrous Oksida C) Metana D) Uap Air
A) Mars B) Bulan C) Matahari D) Saturnus
A) Fenomena El Niño B) Pasang surut C) Efek rumah kaca D) Kemiringan sumbu bumi
A) Troposfer B) Termosfer C) Stratosfer D) Mesosfer
A) Letusan matahari B) Tekanan atmosfer C) Arus laut D) Bentang alam
A) Evaporasi (penguapan) B) Presipitasi (hujan) C) Sublimasi D) Kondensasi
A) Akar bahasa Latin yang berkaitan dengan cuaca B) Asal usul bahasa Prancis yang terkait dengan geografi C) Istilah-istilah Arab untuk kondisi atmosfer D) Kata-kata Yunani κλίμα (klima, yang berarti "kemiringan") dan -λογία (-logia)
A) 50 tahun B) 10 tahun C) Setidaknya 30 tahun D) 5 tahun
A) Rata-rata curah hujan bulanan B) Osilasi El Niño–Southern (ENSO) C) Variasi suhu harian D) Model prediksi cuaca jangka pendek
A) Edmund Halley B) Hippocrates C) Francis Galton D) Shen Kuo
A) Determinisme iklim B) Pemetaan arus laut C) Pemanasan global D) Peramalan cuaca
A) Shen Kuo B) Hippocrates C) Francis Galton D) Edmund Halley
A) Teleskop dan mikroskop B) Seismograf dan barograf C) Termometer dan barometer D) Anemometer dan higrometer
A) Francis Galton B) Benjamin Franklin C) Helmut Landsberg D) Edmund Halley
A) Helmut Landsberg B) Edmund Halley C) Francis Galton D) Benjamin Franklin
A) Pada zaman Yunani Kuno. B) Pada tahun 1970-an dan setelahnya. C) Selama Revolusi Ilmiah. D) Pada awal abad ke-20.
A) Frekuensi terjadinya badai B) Prediksi iklim di masa depan C) Iklim di masa lalu D) Pola cuaca saat ini
A) Klimatologi sinoptik B) Hidroklimatologi C) Klimatologi tornado D) Paleoklimatologi
A) Menganalisis perubahan iklim dalam sejarah manusia. B) Menentukan frekuensi badai selama ribuan tahun. C) Mempelajari pola badai saat ini. D) Merekonstruksi iklim masa lalu menggunakan sampel es.
A) Pengamatan langsung terhadap awan B) Entri data secara manual C) Model statistik atau matematis D) Penggunaan catatan sejarah saja
A) Komposisi atmosfer yang stabil B) Perubahan dalam teknologi pengukuran C) Suhu global yang seragam D) Teknik pengukuran yang konsisten
A) Wilayah perkotaan menerima lebih banyak sinar matahari. B) Wilayah pedesaan lebih sejuk karena memiliki lebih banyak vegetasi. C) Kota-kota memiliki tingkat polusi yang lebih rendah. D) Urbanisasi menyebabkan efek pulau panas perkotaan.
A) Radiasi gelombang pendek yang masuk dengan radiasi gelombang panjang yang keluar. B) Arus laut. C) Kecepatan dan arah angin. D) Tingkat kelembapan.
A) Gas-gas tersebut menyebabkan pendinginan yang terjadi dengan cepat. B) Gas-gas tersebut mencakup efek radiasi yang memprediksi peningkatan suhu. C) Gas-gas tersebut mengurangi tekanan atmosfer. D) Gas-gas tersebut menurunkan albedo Bumi.
A) Model radiasi-konveksi B) Model sistem Bumi C) Model transfer panas radiasi sederhana D) Model terpadu atmosfer-laut
A) Hanya atmosfer B) Biosfer C) Hanya lautan D) Hanya es laut
A) Tingkat curah hujan B) Kelembapan C) Kondisi kontinental D) Kecepatan angin
A) Pola angin B) Tutupan vegetasi C) Tingkat radiasi matahari D) Arus laut
A) Abad ke-20 B) Abad ke-18 C) Abad ke-19 D) Abad ke-17
A) Mesosfer B) Stratosfer C) Termosfer D) Troposfer
A) Skala waktu dekade B) 30 hingga 60 hari C) Antara dua dan tujuh tahun D) Setiap tahun
A) Aktivitas vulkanik B) Panas bumi C) Matahari D) Medan magnet
A) Sistem iklim mengalami pemanasan. B) Penurunan permukaan air laut. C) Sistem iklim mengalami pendinginan. D) Pola cuaca yang stabil.
A) Penurunan permukaan laut B) Peningkatan salinitas (kadar garam) laut C) Kenaikan permukaan laut D) Stabilisasi pola pasang surut
A) Bumi mengalami pendinginan. B) Sistem iklim Bumi menjadi lebih hangat. C) Pola curah hujan tetap tidak berubah. D) Kenaikan permukaan air laut menjadi signifikan.
A) Variasi suhu harian. B) Faktor-faktor yang disebabkan oleh aktivitas manusia. C) Sistem cuaca jangka pendek. D) Pola curah hujan mingguan.
A) Lapisan batas daratan. B) Lapisan batas atmosfer. C) Lapisan batas samudra. D) Lapisan batas hidrologi.
A) Metode empiris. B) Teknik analogi. C) Analisis statistik. D) Pemodelan numerik. |