A) Merek perangkat B) Warna kabel C) Jumlah administrator D) Sistem operasi server E) Jarak dan jumlah pengguna
A) Tata letak ruangan dan jalur kabel B) Hak akses user C) Sistem login D) Protokol routing E) Versi firmware dan operating system
A) Sistem operasi client/host B) Merek konektor C) Panjang kabel dan standar instalasi D) Nama pengguna E) Warna kabel
A) Mudah menambah kapasitas di masa depan B) Menghindari penggunaan server C) Tidak perlu upgrade D) Mengurangi jumlah perangkat E) Jaringan tidak perlu dokumentasi
A) Mengatur ulang IP address B) Mengidentifikasi teknologi yang sedang digunakan C) Membeli perangkat baru D) Menghapus perangkat lama E) Mengganti topologi
A) Berbeda dengan standar industri B) Paling mahal C) Paling populer D) Sama dengan jaringan lain E) Sesuai kebutuhan dan kondisi jaringan
A) Jaringan membutuhkan perangkat tambahan B) User berkurang C) Sistem operasi diperbarui D) Kabel diganti warna E) Semua perangkat rusak
A) Menentukan jumlah user B) Menentukan sistem operasi C) Menghapus dokumentasi lama D) Menyesuaikan kebutuhan jaringan E) Menentukan IP kelas C
A) Jenis topologi B) Warna kabel C) Vendor perangkat D) Sistem operasi E) Kebutuhan pengguna
A) Kabel tidak digunakan B) Bandwidth turun C) Koneksi jaringan stabil D) User berkurang E) Topologi berubah
A) Menghilangkan dokumentasi B) Mengurangi biaya C) Estetika ruangan D) Menambah panjang kabel E) Keamanan dan kerapian
A) Alur data B) Hak akses user C) Sistem operasi D) Protokol jaringan E) Susunan perangkat dan kabel
A) Mengganti topologi menjadi mesh B) Mengidentifikasi jumlah pengguna dan aplikasi kritikal C) Mengganti semua switch menjadi manageable D) Memindahkan server ke cloud E) Mengidentifikasi dan Menambah access point di setiap kelas
A) Jumlah teknisi jaringan B) Sistem pendingin ruangan C) Jenis rak server D) Jumlah kabel UTP E) Pola trafik data dan jam sibuk operasional
A) Potensi bottleneck pada divisi kritikal B) Jaringan lebih aman C) Instalasi lebih cepat D) Biaya jaringan meningkat E) Semua divisi bekerja optimal
A) Menggunakan kabel berbeda warna B) Menggunakan standar TIA/EIA C) Menggunakan konektor RJ-45 D) Membuat dokumentasi yang terlalu sederhana E) Tidak menghitung panjang kabel dan jalur
A) Menghilangkan firewall B) Mengurangi bandwidth C) Menjamin kompatibilitas dan kinerja jaringan D) Menyamakan merek perangkat E) Mengganti topologi
A) Menginstal OS B) Melakukan troubleshooting C) Menentukan IP kelas D) Membeli perangkat E) Mengganti topologi
A) Karena dokumentasi harus tebal B) Karena vendor menuntut demikian C) Agar terlihat profesional D) Karena kebutuhan pengguna selalu tetap E) Karena jaringan harus siap berkembang
A) Karena kabel tidak sesuai standar B) Karena firewall tidak aktif C) Karena topologi fisik salah D) Karena alokasi IP memengaruhi komunikasi host E) Karena subnetting hanya teori |