![]()
A) Penggunaan pengobatan alternatif. B) Proses mendiagnosis penyakit sendiri. C) Proses di mana kondisi manusia mulai didefinisikan dan diperlakukan sebagai kondisi medis. D) Penolakan terhadap pelayanan kesehatan konvensional.
A) Pendekatan perilaku individu B) Pendekatan determinan sosial kesehatan C) Pendekatan psikologis D) Pendekatan biomedis
A) Perbedaan dalam akses ke layanan kesehatan. B) Perbedaan dalam hasil kesehatan antara berbagai kelompok populasi. C) Perbedaan dalam predisposisi genetik. D) Perbedaan dalam perilaku individu.
A) Dukungan sosial dapat memperburuk masalah kesehatan. B) Dukungan sosial tidak memiliki dampak pada hasil kesehatan. C) Tanggung jawab sepenuhnya ada pada penyedia layanan kesehatan. D) Dukungan sosial dapat mengurangi dampak negatif stres dan meningkatkan hasil kesehatan.
A) Sebuah pasar makanan yang populer. B) Sebuah 'gurun' kuliner. C) Sebuah wilayah dengan akses terbatas ke makanan yang terjangkau dan bergizi. D) Sebuah tempat dengan banyak pilihan makanan.
A) Persimpangan jalan yang mengarah ke fasilitas kesehatan. B) Kemampuan untuk mengakses layanan kesehatan di berbagai lokasi. C) Keterkaitan antara berbagai kategori sosial seperti ras, kelas, dan gender yang berkontribusi pada kesenjangan kesehatan. D) Perkembangan berbagai penyakit yang saling terkait dalam suatu komunitas.
A) Menekankan tanggung jawab individu terhadap kesehatan. B) Memahami kesehatan melalui interaksi antara faktor biologis, psikologis, dan sosial. C) Hanya berfokus pada faktor biologis. D) Mengabaikan aspek kesehatan mental.
A) Literasi kesehatan B) Terminologi medis C) Intervensi perilaku D) Asuransi kesehatan
A) Keberadaan berbagai sistem dan kepercayaan medis yang berbeda dalam suatu masyarakat. B) Ketergantungan eksklusif pada biomedis. C) Pendekatan medis yang seragam di semua masyarakat. D) Penolakan terhadap pengobatan tradisional.
A) Keyakinan tentang layanan kesehatan universal. B) Pemahaman bahwa kesehatan dan penyakit adalah konsep yang dibangun secara sosial. C) Penolakan terhadap intervensi medis. D) Pandangan bahwa kesehatan sepenuhnya ditentukan oleh faktor genetik.
A) Pengobatan tradisional B) Telemedis C) Homeopati D) Efek plasebo
A) Psikoedukasi. B) Promosi kesehatan. C) Medikalisasi. D) Perawatan preventif.
A) Interaksionisme simbolik. B) Teori feminis. C) Fungsionalisme struktural. D) Teori konflik.
A) Karl Marx. B) Emile Durkheim. C) Max Weber. D) Talcott Parsons.
A) Pandangan medis B) Laporan Black C) Model biopsikososial D) Teori peran orang sakit
A) Talcott Parsons B) Michel Foucault C) Thucydides D) Imhotep
A) India Kuno B) Mesir Kuno C) Tiongkok Kuno D) Yunani Kuno
A) Sekitar 10% B) Sekitar 50% C) Sekitar 75% D) Sekitar 25%
A) Dinasti Qin B) Dinasti Zhou C) Dinasti Han D) Dinasti Ming
A) Pembangunan saluran air. B) Sanitasi untuk kelas bawah. C) Pembuatan obat-obatan. D) Pengembangan vaksin.
A) Kerajaan Ottoman B) Kerajaan Bizantium C) Kerajaan Romawi D) Kerajaan Persia
A) Promotif B) Reaktif C) Preventif D) Kuratif
A) Keterbatasan materi (ekonomi) B) Pola makan yang buruk C) Kekurangan teknologi medis D) Faktor genetik
A) Partai Demokrat Liberal (Liberal Democrats) B) Partai Hijau (Green Party) C) Partai Buruh (Labour Party) D) Partai Konservatif (Conservative Party)
A) Apakah kemiskinan tidak berhubungan dengan masalah kesehatan? B) Apakah kemiskinan disebabkan oleh faktor genetik? C) Apakah kemiskinan menyebabkan masalah kesehatan, atau apakah masalah kesehatan menyebabkan kemiskinan? D) Apakah masalah kesehatan hanya disebabkan oleh pola makan?
A) Tidak ada korelasi. B) Terdapat korelasi positif. C) Terdapat korelasi negatif. D) Hanya terdapat korelasi di negara-negara maju.
A) Eropa B) Asia C) Afrika Sub-Sahara D) Amerika Utara
A) Satu pertiga B) Seperempat C) Setengah D) Dua pertiga
A) Wabah anak yatim piatu B) Krisis kekurangan pangan C) Krisis pendidikan D) Krisis pengangguran
A) India B) Vietnam C) Afghanistan D) Jepang
A) Ibu mertua wanita yang sedang hamil B) Pemerintah daerah C) Calon ayah D) Wanita yang sedang hamil
A) Konsumsi alkohol didorong untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. B) Pencegahan menjadi prioritas utama, mengungguli upaya penyembuhan. C) Metode penyembuhan menjadi lebih efektif dan lebih diterima secara luas. D) Alkoholisme tidak lagi dianggap sebagai masalah kesehatan.
A) 80 tahun B) 70 tahun C) 75 tahun D) 85 tahun
A) Meksiko B) Kanada C) Amerika Serikat D) Negara-negara di Karibia
A) Penggunaan alkohol berlebihan B) Produksi alkohol C) Pelarangan alkohol D) Penggunaan alkohol yang rendah
A) Hepatitis E B) Hepatitis C C) Hepatitis A D) Hepatitis D
A) Cile B) Argentina C) Brasil D) Peru
A) Cile B) Brasil C) Argentina D) Venezuela
A) Teknologi B) Industri otomotif C) Pariwisata D) Pertanian
A) Brasil B) Argentina C) Venezuela D) Ekuador
A) H3N2 B) H1N1 C) H5N1 D) H2N2
A) Pertengahan abad ke-19 B) Akhir abad ke-20 C) Awal abad ke-21 D) Awal abad ke-18
A) Batuk kronis B) Demam tinggi C) Tidak ada demam D) Demam rendah
A) Tujuh puluh hari B) Lima puluh hari C) Lima belas hari D) Tiga puluh lima hari
A) Enam puluh persen B) Lima puluh persen C) Sembilan puluh persen D) Delapan puluh persen
A) Kekurangan gizi B) Alergi makanan C) Obesitas D) Kekurangan vitamin
A) Hepatitis D B) Malaria C) Flu Babi D) HIV
A) Keturunan B) Olahraga C) Pendidikan D) Pola makan
A) Produksi tembakau B) Regulasi tembakau C) Penggunaan tembakau D) Pelarangan tembakau
A) Kekurangan gizi B) Kelangkaan pangan C) Kelebihan gizi D) Alergi makanan |