A) PCR (Reaksi Berantai Polimerase) B) Western blot C) Kariotipe D) ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay)
A) Mempelajari pola pertumbuhan bakteri. B) Menganalisis mutasi pada virus. C) Menentukan tingkat ekspresi protein. D) Menggunakan probe fluoresen untuk mendeteksi urutan DNA tertentu pada kromosom.
A) Sindrom Down B) Sindrom Klinefelter C) Sindrom Turner D) Trisomi 18
A) Untuk mengidentifikasi mutasi genetik. B) Untuk memvisualisasikan dan menganalisis struktur kromosom. C) Untuk mempelajari interaksi protein. D) Untuk mendeteksi DNA virus.
A) Sindrom Down B) Migrain C) Diabetes tipe 2 D) Asma
A) Materi genetik yang bertanggung jawab atas warna mata. B) Bagian pelindung di ujung kromosom. C) Wilayah yang menunjukkan aktivitas ekspresi gen. D) Penanda untuk gangguan genetik.
A) Sindrom Klinefelter B) Sindrom Down C) Trisomi 18 D) Sindrom Turner
A) Metafase adalah fase ketika kromosom baru terbentuk. B) Metafase adalah satu-satunya fase yang cocok untuk pengambilan sampel kromosom. C) Kromosom tidak aktif selama fase metafase. D) Kromosom berada dalam keadaan padat dan mudah divisualisasikan.
A) Mengidentifikasi kelainan kromosom yang terkait dengan jenis kanker tertentu. B) Mendeteksi tingkat ekspresi protein. C) Mempelajari pola pertumbuhan bakteri. D) Menentukan jumlah sel darah.
A) Wilayah ini mengandung gen yang bertanggung jawab atas warna mata. B) Ini melindungi ujung-ujung kromosom. C) Ini mengatur ekspresi gen. D) Ini adalah wilayah yang berperan dalam pemisahan kromosom selama pembelahan sel.
A) Untuk mengubah struktur protein. B) Untuk mengatur ekspresi gen. C) Untuk memicu mutasi genetik. D) Untuk berikatan dengan urutan DNA tertentu dan mengidentifikasi kelainan kromosom.
A) 46 B) 20 C) 23 D) 48
A) Mosaisisme melibatkan sel-sel dengan komposisi genetik yang berbeda dalam individu yang sama. B) Poliploidi hanya memengaruhi kromosom seks. C) Mosaisisme adalah jenis mutasi gen. D) Poliploidi menyebabkan jumlah kromosom yang tidak normal.
A) Peta kromosom B) Kodon C) Alel D) Lokus
A) Aneuploidi B) Trisomi C) Tetrasomi D) Monosomi
A) Infeksi virus. B) Kesalahan dalam sintesis protein. C) Mutasi bakteri. D) Penghapusan, duplikasi, inversi, atau translokasi.
A) Aneuploidi B) Translokasi C) Duplikasi D) Deletsi
A) Fase G1 B) Fase G2 C) Fase M D) Fase S
A) Alel. B) Genotipe. C) Kariotipe. D) Fenotipe.
A) Translokasi B) Duplikasi C) Delesi D) Inversi
A) Sindrom Prader-Willi B) Sindrom Marfan C) Penyakit Huntington D) Sindrom Cri du chat
A) Duplikasi B) Deletsi C) Translokasi D) Inversi
A) 46 B) 24 C) 22 D) 23
A) Duplikasi B) Translokasi C) Inversi D) Delesi
A) 22 B) 44 C) 46 D) 24
A) Translokasi B) Aneuploidi C) Rekombinasi D) Sinapsis
A) Pewarnaan G B) Imunofluoresensi C) Kristalografi sinar-X D) Sitometri aliran
A) Gen B) Sentromer C) Nukleolus D) Telomer
A) Leukemia myeloid kronis. B) Fibrosis kistik. C) Kanker payudara. D) Penyakit Parkinson. |