A) Untuk menopang dan memobilisasi lengan atau bahu yang terluka. B) Untuk mengangkat kaki pasien. C) Untuk mencegah hipotermia (penurunan suhu tubuh). D) Untuk memberikan tekanan langsung pada luka.
A) Perban segitiga. B) Lakban. C) Aluminium foil. D) Kawat berduri.
A) Sedikit lebih tinggi dari siku. B) Sejajar dengan siku. C) Sedikit lebih rendah dari siku. D) Digantungkan dengan bebas.
A) Simpul tali (bowline). B) Simpul kotak (simpul persegi). C) Simpul nenek (simpul sederhana). D) Simpul delapan (figure-eight knot).
A) Resusitasi Jantung Paru (CPR). B) Tourniquet (alat penghenti pendarahan). C) EpiPen (obat untuk mengatasi reaksi alergi). D) Pembungkus.
A) Meninggikan anggota tubuh yang terluka. B) Menahan lengan dengan kuat ke tubuh. C) Mengurangi pembengkakan. D) Membersihkan luka.
A) Untuk mendorong pergerakan sendi yang cedera. B) Untuk memberikan panas pada otot yang sakit. C) Untuk memberikan bantalan pada memar. D) Untuk menstabilkan tulang yang patah atau tulang yang mengalami dislokasi.
A) Selembar kertas. B) Kardus. C) Kaca. D) Kantong plastik fleksibel.
A) Denyut jantung dan tekanan darah. B) Sirkulasi, sensasi, dan gerakan (CSM). C) Tingkat kesadaran. D) Suhu, nyeri, dan pembengkakan.
A) Untuk membuat tampilan penyangga menjadi lebih menarik. B) Untuk membuatnya lebih sulit dilepas. C) Untuk menambahkan berat ekstra pada penyangga. D) Untuk memastikan tekanan yang merata dan mencegah luka tekan.
A) Hanya tutupi area yang mengalami cedera. B) Izinkan gerakan terbatas pada sendi tersebut. C) Berikan tekanan langsung pada sendi yang mengalami cedera. D) Sertakan sendi di atas dan di bawah area cedera.
A) Perban elastis. B) Perban perekat. C) Perban segitiga. D) Plester kertas.
A) Lengan yang terluka berada pada posisi yang jauh lebih rendah dibandingkan lengan yang tidak terluka. B) Siku didukung dengan benar. C) Leher tidak mengalami tekanan berlebihan. D) Tangan didukung dan sedikit ditinggikan.
A) Perban (swathe). B) Salah satunya saja, tidak masalah. C) Penyangga bahu (sling). D) Kompres es.
A) Pasang pengikat di atas lokasi fraktur. B) Cobalah untuk mendorong tulang kembali ke bawah kulit sebelum memasang penyangga. C) Tutup luka dengan perban steril dan stabilkan tanpa mendorong tulang kembali ke dalam. D) Tuangkan cairan hidrogen peroksida langsung ke dalam luka.
A) Hanya jika orang tersebut mengeluh sakit. B) Setiap jam. C) Tidak pernah, setelah dipasang. D) Setiap 15-30 menit.
A) Untuk memungkinkan orang tersebut menggerakkan jari/kaki mereka. B) Untuk memantau sirkulasi darah dan fungsi saraf. C) Untuk memungkinkan ventilasi yang lebih baik. D) Untuk membuat penyangga terlihat tidak terlalu menakutkan.
A) Untuk memudahkan pelepasan penyangga. B) Untuk mendistribusikan tekanan dan mencegah kerusakan kulit. C) Untuk memberikan dukungan tambahan pada area yang cedera. D) Untuk membuat penyangga terlihat lebih profesional.
A) Dari bahu hingga ujung jari. B) Dari bagian atas siku hingga melewati pergelangan tangan. C) Hanya sampai ke titik cedera pada lengan bawah. D) Hanya di sekitar pergelangan tangan.
A) Kencangkan penyangga untuk memberikan dukungan lebih. B) Longgarkan penyangga tersebut segera. C) Kompres area tersebut dengan es. D) Angkat anggota tubuh yang terkena lebih tinggi dari jantung.
A) Cedera pada perut. B) Luka di kepala. C) Keseleo pergelangan kaki. D) Patah tulang lengan.
A) Kompres area yang cedera dengan es. B) Berikan obat pereda nyeri. C) Kendurkan penyangga dan lakukan penilaian ulang terhadap sirkulasi, sensasi, dan gerakan (CSM). D) Angkat anggota tubuh yang cedera lebih tinggi dari ketinggian jantung.
A) Segera cari bantuan medis profesional. B) Mereka dapat melanjutkan aktivitas normal segera. C) Penyangga atau bidai akan menyembuhkan cedera tersebut. D) Mereka tidak lagi memerlukan bantuan medis.
A) Oleskan iodin langsung ke luka. B) Bersihkan luka dengan sabun lembut dan air. C) Biarkan luka kotor untuk membantu pembekuan darah. D) Gosok luka dengan kuat menggunakan kain.
A) Tuangkan cairan antiseptik ke luka. B) Abaikan luka dan fokuslah pada pemasangan penyangga. C) Pasang penyangga langsung di atas luka. D) Tutupi luka dengan perban steril.
A) Pembalut elastis. B) Sebuah penyangga yang sudah jadi dan diproduksi secara komersial. C) Kompres dingin. D) Bantal yang lembut.
A) Kompres area tersebut dengan air hangat. B) Segera cari bantuan medis profesional. C) Minta mereka berjalan ke rumah sakit terdekat. D) Dorong mereka untuk menggerakkan anggota tubuh tersebut agar tidak kaku.
A) Memastikan area yang cedera tetap stabil. B) Memeriksa kondisi sensorik, motorik, dan sirkulasi sebelum dan sesudah pemasangan penyangga. C) Memaksa tulang kembali ke posisi semula. D) Memberikan bantalan pada bagian tulang yang menonjol.
A) Lilitkan perban dengan longgar dan tidak merata. B) Lilitkan perban dari ujung yang jauh dari jantung menuju jantung dengan tekanan yang merata. C) Lilitkan perban dari ujung yang dekat dengan jantung menuju ujung yang jauh dari jantung dengan kencang. D) Lilitkan perban dengan kencang hanya di satu titik saja.
A) Tali. B) Kemeja atau sarung bantal. C) Kawat logam. D) Sabuk. |