A) Tidak ada perbedaan. B) Kejahatan hanya dilakukan oleh kelompok tertentu. C) Penyimpangan lebih buruk daripada kejahatan. D) Penyimpangan merujuk pada perilaku yang melanggar norma sosial, sementara kejahatan merujuk pada perilaku yang melanggar hukum.
A) Teori pelabelan. B) Teori kontrol. C) Teori strain. D) Teori konflik.
A) Teori kontrol. B) Teori asosiasi diferensial. C) Teori pelabelan. D) Teori anomi.
A) Teori tekanan (atau ketegangan). B) Teori kontrol sosial. C) Teori konflik. D) Teori pelabelan.
A) Lembaga-lembaga tersebut memberikan hukuman berat kepada individu yang berperilaku menyimpang. B) Lembaga-lembaga tersebut tidak memiliki dampak pada perilaku menyimpang. C) Lembaga-lembaga tersebut secara aktif mempromosikan perilaku menyimpang. D) Lembaga-lembaga tersebut menyediakan hubungan sosial yang mencegah individu dari perilaku menyimpang.
A) Perilaku yang muncul sebagai respons terhadap pemberian label sebagai penyimpang. B) Penyimpangan yang secara resmi dapat dihukum oleh undang-undang. C) Penyimpangan yang diterima oleh masyarakat. D) Tindakan penyimpangan yang kurang serius.
A) Norma-norma tersebut tidak relevan dengan perilaku menyimpang. B) Norma-norma tersebut mendorong semua perilaku secara setara. C) Norma-norma tersebut menetapkan batasan-batasan perilaku yang dapat diterima. D) Norma-norma tersebut hanya berlaku untuk kelompok-kelompok tertentu.
A) Kepatuhan terhadap aturan yang ketat. B) Ikatan dan keterikatan sosial yang kuat. C) Pelabelan oleh masyarakat. D) Tekanan dan beban sosial.
A) Sebagai bentuk ketidaksetaraan sosial dan dinamika kekuasaan. B) Sebagai naluri manusiawi yang alami. C) Sebagai gangguan psikologis. D) Sebagai akibat dari tekanan-tekanan sosial.
A) Fungsionalisme struktural B) Teori pelabelan C) Teori konflik D) Interaksi simbolik
A) Robert Merton B) Karl Marx C) Max Weber D) Émile Durkheim
A) Bunuh diri egoistik B) Bunuh diri anomik C) Bunuh diri fatalistik D) Bunuh diri altruistik
A) Bunuh diri anomik B) Bunuh diri altruistik C) Bunuh diri fatalistik D) Bunuh diri egoistik
A) Bunuh diri fatalistik B) Bunuh diri egoistik C) Bunuh diri anomik D) Bunuh diri altruistik
A) Teori konflik B) Interaksionisme simbolik C) Fungsionalisme struktural D) Teori pilihan rasional
A) Konformisme B) Inovasi C) Ritualisme D) Penarikan diri
A) Konformisme B) Inovasi C) Retretisme D) Pemberontakan
A) Ritualisme B) Kepatuhan C) Pemberontakan D) Inovasi
A) Enam B) Tiga C) Lima D) Empat
A) Robert Crutchfield B) Edwin Lemert C) Travis Hirschi D) Walter C. Reckless
A) Kurangnya pendidikan B) Perbedaan budaya C) Ketidaksetaraan ekonomi D) Keterasingan
A) Karl Marx B) Steven Spitzer C) George Rusche D) Jock Young
A) Sebuah model untuk penjara modern yang menggunakan prinsip disiplin. B) Sebuah metode untuk mendorong kebebasan berkehendak. C) Sebuah model untuk tata pemerintahan yang demokratis. D) Sebuah bentuk hukuman kuno.
A) Karl Marx B) Charles Darwin C) Michel Foucault D) Cesare Lombroso
A) Waktu terjadinya kejahatan B) Kondisi cuaca C) Kondisi keuangan tersangka D) Jika pelanggaran tersebut sangat serius
A) Proses yang bersifat adversarial dengan negosiasi pembelaan. B) Mediasi antara terdakwa dan korban. C) Pemungutan suara publik. D) Penugasan kerja sosial.
A) Hal ini menyebabkan durasi persidangan menjadi lebih lama. B) Hal ini merugikan pihak-pihak yang memiliki posisi tawar lebih lemah. C) Hal ini menjamin hukuman yang lebih berat. D) Hal ini meningkatkan biaya proses hukum.
A) Keadilan punitif (hukuman dan pencegahan) B) Keadilan rehabilitatif (rehabilitasi dan perlindungan masyarakat) C) Keadilan restoratif D) Keadilan preventif |