"When Breath Becomes Air" karya Paul Kalanithi (2016) - Ujian
- 1. "When Breath Becomes Air" karya Paul Kalanithi adalah sebuah memoar yang menyentuh hati yang mengeksplorasi hubungan mendalam antara kehidupan, kematian, dan pengalaman manusia melalui sudut pandang seorang ahli bedah saraf dan penulis yang berbakat. Setelah didiagnosis menderita kanker paru-paru stadium IV pada usia 36 tahun, Kalanithi merenungkan perjalanannya dari seorang profesional medis yang berdedikasi untuk menyelamatkan nyawa menjadi seorang pasien yang menghadapi kematiannya sendiri. Narasi ini dengan indah menggambarkan perjuangan dan wawasan yang dialaminya saat ia bergulat dengan pertanyaan tentang makna kehidupan, peran penderitaan, dan pencarian tujuan di tengah kematian yang mendekat. Gaya penulisan Kalanithi yang puitis mengundang pembaca untuk merenungkan kerapuhan hidup dan pentingnya menghadapi kematian kita sendiri, yang pada akhirnya mengungkapkan bagaimana pengalaman menghadapi kematian dapat membentuk pemahaman kita tentang apa artinya benar-benar hidup. Ketulusan dan introspeksinya tidak hanya menjadi bukti ketangguhannya, tetapi juga sebagai pengingat yang kuat tentang keindahan yang ditemukan dalam hubungan manusia, pentingnya harapan, dan kebutuhan akan kasih sayang dalam menghadapi tantangan eksistensial.
Siapa penulis buku "When Breath Becomes Air"?
A) Paul Kalanithi B) Abraham Verghese C) Siddhartha Mukherjee D) Atul Gawande
- 2. Apa pekerjaan Paul Kalanithi?
A) Jurnalis B) Koki C) Arsitek D) Ahli bedah saraf
- 3. Di mana Paul Kalanithi belajar kedokteran?
A) Sekolah Kedokteran Yale B) Sekolah Kedokteran Universitas Stanford C) Sekolah Kedokteran Harvard D) Sekolah Kedokteran Johns Hopkins
- 4. Penyakit terminal apa yang diderita oleh Paul Kalanithi?
A) Penyakit Alzheimer B) Penyakit jantung C) Kanker paru-paru D) Leukemia
- 5. Kapan buku 'When Breath Becomes Air' diterbitkan?
A) 2014 B) 2012 C) 2018 D) 2016
- 6. Apa yang dipelajari Paul Kalanithi sebelum ia melanjutkan studi kedokteran?
A) Hukum B) Sastra C) Teknik D) Seni
- 7. Apa cita-cita Paul Kalanithi sebelum ia memutuskan untuk mempelajari kedokteran?
A) Astronot B) Pilot C) Penulis D) Aktor
- 8. Di mana Paul Kalanithi mencari perawatan untuk penyakit kanker yang dideritanya?
A) MD Anderson B) Universitas Stanford C) Mayo Clinic D) Cleveland Clinic
- 9. Apa judul buku memoar Paul Kalanithi yang ditulis sebelum kematiannya?
A) Pelukan Takdir B) Momen Rapuh Kehidupan C) Ketika Napas Menjadi Udara D) Perjalanan Abadi
- 10. Instrumen musik apa yang dipelajari Paul Kalanithi untuk dimainkan selama masa sakitnya?
A) Biola B) Seruling C) Piano D) Gitar
- 11. Siapa nama putri Paul Kalanithi?
A) Grace B) Lucy C) Cady D) Sophie
- 12. Apa judul esai yang ditulis oleh Paul Kalanithi untuk New York Times?
A) Dilema seorang dokter B) Berapa lama lagi yang tersisa? C) Menghadapi ambang kematian D) Kehidupan dalam keseimbangan
- 13. Di mana Paul Kalanithi dilahirkan?
A) Los Angeles B) Chicago C) Houston D) Kota New York
- 14. Apa spesialisasi yang awalnya direncanakan oleh Paul Kalanithi sebelum beralih ke bedah saraf?
A) Kardiologi B) Ortopedi C) Onkologi D) Pediatri
- 15. Universitas mana yang Paul Kalanithi hadiri untuk pendidikan sarjana?
A) Universitas Yale B) Universitas Harvard C) Universitas Stanford D) Universitas Princeton
- 16. Spesialisasi bidang operasi apa yang dimiliki oleh Paul Kalanithi?
A) Bedah saraf B) Bedah kardiotoraks C) Bedah plastik D) Bedah ortopedi
- 17. Siapa nama istri Paul Kalanithi?
A) Rachel B) Emily C) Sarah D) Lucy
|