A) Molekul tersebut tidak memiliki pusat stereogenik. B) Molekul tersebut memiliki struktur linier. C) Molekul tersebut tidak memiliki rotasi optik. D) Molekul tersebut tidak dapat ditumpangkan pada bayangannya.
A) Sebuah atom yang terikat pada tiga gugus yang berbeda. B) Sebuah atom yang terikat pada empat gugus yang berbeda. C) Sebuah atom yang terikat pada dua gugus. D) Sebuah atom yang terikat pada empat gugus yang identik.
A) 1 B) 2 C) 4 D) 3
A) Campuran rasemat memiliki titik leleh yang lebih tinggi daripada enantiomer murni. B) Diastereomer memiliki titik didih yang identik. C) Molekul kiral selalu lebih larut daripada molekul akiral. D) Enantiomer memiliki sifat fisik yang identik, kecuali aktivitas optiknya.
A) Cahaya inframerah. B) Cahaya tampak. C) Cahaya ultraviolet. D) Cahaya terpolarisasi bidang.
A) Dengan mengukur aktivitas optik menggunakan polarimeter. B) Dengan menganalisis warna suatu zat. C) Dengan menghitung jumlah atom karbon dalam sebuah molekul. D) Dengan memeriksa berat molekul suatu senyawa.
A) Campuran senyawa meso. B) Campuran molekul yang berbeda secara struktural. C) Campuran yang terdiri dari dua enantiomer dengan perbandingan 50:50. D) Campuran diastereomer.
A) Enantiomer memiliki sifat yang sama dalam tubuh. B) Enantiomer tidak memiliki nilai pengobatan. C) Enantiomer dapat memiliki efek biologis yang berbeda. D) Enantiomer lebih mudah disintesis.
A) Senyawa dengan berat molekul tinggi. B) Senyawa yang memutar bidang cahaya terpolarisasi. C) Senyawa yang menyerap cahaya. D) Senyawa yang tidak memiliki pusat kiral (stereocenter). |