A) Studi tentang bahasa manusia kuno B) Studi tentang tumbuhan yang ditemukan di situs-situs arkeologi C) Studi tentang formasi geologis D) Studi tentang sisa-sisa hewan yang ditemukan di situs-situs arkeologi
A) Artefak buatan manusia B) Tanaman yang telah menjadi fosil C) Batu dan mineral D) Tulang hewan dan sisa-sisa hewan lainnya
A) Studi tentang tulang. B) Studi tentang teks-teks kuno. C) Studi tentang serangga. D) Studi tentang bintang.
A) Jenis tanah di lokasi penggalian. B) Spesies dan usia hewan tersebut. C) Iklim di wilayah tersebut. D) Bahasa yang digunakan oleh manusia purba.
A) Dengan mengukur berat tulang. B) Dengan mempelajari formasi batuan. C) Dengan menghitung cincin pada pohon. D) Dengan menganalisis cincin pertumbuhan pada gigi dan tulang.
A) Pola cuaca. B) Teknik konstruksi bangunan kuno. C) Informasi tentang pola makan dan migrasi. D) Informasi genetik.
A) Analisis terhadap literatur kuno. B) Studi tentang batuan dan mineral. C) Fokus pada situs arkeologi dan interaksi antara manusia dan hewan. D) Studi tentang arsitektur kuno.
A) Çatalhöyük B) Petra C) Stonehenge D) Machu Picchu
A) Untuk menganalisis arsitektur kuno. B) Untuk memahami sejarah hubungan antara manusia dan hewan. C) Untuk mengidentifikasi spesies yang sudah punah. D) Untuk mempelajari formasi geologis.
A) Koin-koin kuno B) Tulang hewan C) Pecahan tembikar D) Alat-alat logam
A) Penanggalan luminisensi B) Analisis isotop stabil C) Flotasi D) Dendrokronologi
A) Ahli arkeobotani B) Ahli arkeozoologi atau analis fauna C) Ahli paleontologi D) Antropolog
A) Mencatat artefak tanpa memberikan interpretasi. B) Menjelaskan mengapa sesuatu terjadi, bukan hanya apa yang terjadi. C) Hanya mempelajari sisa-sisa manusia. D) Hanya berfokus pada artefak budaya.
A) Praktik dan kepercayaan keagamaan. B) Perbedaan sosial seperti kelas atau etnis. C) Aliansi dan konflik politik. D) Kemajuan teknologi dalam pembuatan alat.
A) Kondisi lingkungan pada saat itu B) Ekspresi artistik dari budaya-budaya kuno C) Sistem politik yang berlaku D) Jaringan perdagangan yang telah terbentuk
A) Pola migrasi tumbuhan. B) Evolusi bahasa manusia. C) Perkembangan pertanian modern. D) Populasi manusia yang berinteraksi dengan hewan-hewan tersebut.
A) Rambut B) Bulu C) Cangkang D) Tulang
A) Paleontologi (ilmu tentang fosil) B) Antropologi (ilmu tentang manusia) C) Ilmu tentang sampah (garbologi) D) Geologi (ilmu tentang bumi)
A) Pemakaman Pazyryk B) Skateholm I C) Pemakaman Lokomotiv D) Skateholm II
A) Arkeologi budaya B) Arkeologi historis C) Arkeologi prosesual D) Arkeologi pasca-prosesual
A) Tulang B) Cangkang C) Serpihan keramik D) Rambut
A) Richard Owen. B) Charles Darwin. C) Michael Brian Schiffer. D) Carl Linnaeus.
A) Sistem penamaan Cuvier. B) Sistem penamaan Mendel. C) Sistem penamaan Darwin. D) Sistem penamaan Linnaeus.
A) Analisis isotop B) Analisis protein C) DNA kuno D) DNA modern
A) Sisa-sisa fauna dapat membantu merekonstruksi lingkungan pada zaman Paleolitik. B) Sisa-sisa fauna hanya menunjukkan keberadaan manusia. C) Sisa-sisa fauna tidak relevan untuk rekonstruksi lingkungan. D) Sisa-sisa fauna hanya menunjukkan pola makan manusia prasejarah.
A) Merancang habitat hewan modern. B) Memberikan informasi untuk pengambilan keputusan dalam pengelolaan satwa liar. C) Membuat film dokumenter sejarah. D) Mengembangkan teknik penggalian arkeologi yang baru.
A) DNA kuno ditemukan dalam jumlah yang lebih banyak. B) DNA kuno lebih cepat terdegradasi karena paparan lingkungan. C) DNA kuno memiliki fragmen yang sangat pendek. D) Ekstraksi DNA kuno memerlukan teknik yang kurang khusus.
A) Paleolitikum B) Mésolitikum C) Neolitikum D) Zaman Perunggu |