ThatQuiz Perpustakaan Tes Kerjakan tes ini sekarang
STS 1 SKI 9 - Kuis
Kontribusi oleh: Prastiyanto
  • 1. PILIHAN GANDA

    Di sebuah kota pelabuhan, para siswa melakukan proyek literasi sejarah dengan menelusuri bagaimana hubungan perdagangan memengaruhi perkembangan masyarakat. Mereka menemukan bahwa sejak berabad-abad lalu pelabuhan menjadi tempat bertemunya pedagang dari berbagai wilayah. Para pedagang tidak sekadar melakukan transaksi, tetapi juga membangun permukiman dan berinteraksi dengan masyarakat setempat.Dalam pembelajaran berikutnya, siswa membandingkan beberapa pendapat tentang asal kedatangan Islam. Salah satu pendapat menghubungkan kedatangan Islam dengan hubungan perdagangan Indonesia dan India serta kemiripan batu nisan di beberapa wilayah Nusantara dengan batu nisan di Gujarat. Pendapat tersebut juga menempatkan perkembangan Islam di Nusantara pada sekitar abad ke-13 dan ke-14.Guru meminta siswa mengidentifikasi teori yang memiliki ciri-ciri tersebut agar mereka dapat memahami bahwa sejarah masuknya Islam memiliki beberapa teori dengan bukti dan argumentasi yang berbeda. Teori yang dimaksud adalah ...
A) Teori Makkah
B) Teori Gujarat
C) Teori Cina
D) Teori Persia
  • 2. PILIHAN GANDA

    Sebuah kelompok siswa membuat pameran kecil tentang kehidupan masyarakat Nusantara pada masa awal perkembangan Islam. Mereka menampilkan ilustrasi pelabuhan yang ramai dikunjungi pedagang dari Arab, Persia, India, dan Cina. Di sekitar pelabuhan terdapat permukiman para pedagang yang memungkinkan terjadinya komunikasi dan hubungan sosial dengan penduduk setempat.Dalam pameran itu, siswa juga menampilkan contoh keluarga yang terbentuk dari hubungan antara saudagar Muslim dan penduduk lokal. Dari keluarga tersebut kemudian berkembang lingkungan masyarakat Muslim yang semakin luas. Guru menjelaskan bahwa hubungan antarmanusia dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi salah satu sarana penyebaran nilai agama.Jika dikaitkan dengan proses dakwah Islam di Nusantara, kegiatan sosial yang digambarkan dalam pameran tersebut menunjukkan bahwa penyebaran Islam berlangsung melalui berbagai bentuk interaksi. Cara dakwah yang paling sesuai dengan gambaran keluarga dalam pameran tersebut adalah ...
A) tasawuf
B) politik
C) perkawinan
D) pendidikan
  • 3. PILIHAN GANDA

    Di sebuah sekolah, para siswa berasal dari berbagai latar belakang keluarga. Ketika mengadakan kegiatan kelas, mereka menemukan bahwa ada teman yang lebih mampu secara ekonomi dan ada yang memiliki kondisi sederhana. Guru kemudian mengajak mereka mendiskusikan bagaimana sebuah ajaran dapat diterima masyarakat ketika ajaran tersebut memberikan ruang bagi semua orang untuk memperoleh kedudukan yang setara.Dalam diskusi sejarah, siswa mengetahui bahwa masyarakat Nusantara memiliki latar sosial dan budaya yang beragam. Ajaran Islam berkembang di tengah masyarakat tersebut melalui hubungan sosial, perdagangan, pendidikan, perkawinan, kesenian, dan berbagai bentuk interaksi lainnya. Proses itu berlangsung dalam lingkungan masyarakat yang memiliki kebiasaan dan tradisi yang beragam.Guru meminta siswa menghubungkan kondisi tersebut dengan salah satu faktor yang membuat Islam relatif mudah diterima masyarakat Nusantara. Simpulan yang paling tepat adalah ...
A) Islam berkembang karena masyarakat Nusantara diwajibkan mengikuti seluruh bentuk kehidupan masyarakat Arab.
B) Islam berkembang karena setiap wilayah terlebih dahulu menghapus seluruh tradisi lokal yang telah berkembang.
C) Islam berkembang karena ajarannya menempatkan manusia setara di hadapan Allah dan tidak mengenal sistem kasta.
D) Islam berkembang karena penyebarannya terutama ditentukan oleh kekuatan politik kerajaan yang menguasai masyarakat.
  • 4. PILIHAN GANDA

    Sebuah komunitas pemuda di lingkungan tempat tinggal mengadakan kegiatan belajar agama setiap akhir pekan. Kegiatan dimulai dari diskusi sederhana di rumah warga, kemudian berkembang menjadi kajian di musala. Setelah jumlah peserta meningkat, beberapa pemuda yang memiliki kemampuan mengajar mulai membantu memberikan materi kepada anak-anak dan remaja.Perkembangan tersebut mengingatkan salah seorang guru pada proses pendidikan Islam di Nusantara. Pada masa perkembangan Islam, kegiatan pendidikan tidak berhenti pada pengajaran individual. Para guru agama, kiai, dan ulama mengembangkan pembelajaran melalui rumah, masjid, musala, madrasah, hingga pesantren. Para santri yang telah menyelesaikan pendidikan kemudian dapat kembali ke daerah asal dan mengajarkan ilmu yang diperolehnya.Apabila pola kegiatan komunitas tersebut dikembangkan agar memberikan dampak lebih luas sebagaimana pola penyebaran Islam melalui pendidikan di Nusantara, langkah yang paling sesuai adalah ...
A) membangun lembaga pembelajaran yang memungkinkan peserta memperoleh ilmu kemudian menyebarkannya kembali kepada masyarakat
B) mengutamakan kegiatan sosial dibandingkan proses pembelajaran agar jumlah peserta semakin banyak
C) memusatkan seluruh kegiatan pada satu pengajar agar seluruh masyarakat mengikuti pemahaman yang sama
D) mengarahkan peserta untuk meninggalkan lingkungan asalnya supaya dakwah dapat berlangsung di wilayah lain
  • 5. PILIHAN GANDA

    Di sebuah daerah, pengurus masyarakat ingin memperkenalkan kegiatan keagamaan kepada warga yang memiliki kebiasaan budaya yang beragam. Sebagian warga khawatir kegiatan tersebut akan menghilangkan identitas budaya setempat. Pengurus kemudian memilih pendekatan yang menghargai budaya masyarakat selama unsur budaya tersebut tidak bertentangan dengan nilai dasar agama.Pendekatan tersebut memiliki kemiripan dengan strategi dakwah di Nusantara. Para pendakwah tidak serta-merta menghapus seluruh kebiasaan masyarakat. Mereka memilah unsur budaya yang dapat diberi nilai Islam dan meluruskan bagian yang bertentangan dengan tauhid. Kesenian, arsitektur, sastra, dan bentuk budaya lainnya kemudian dapat menjadi sarana komunikasi dakwah.Berdasarkan ilustrasi tersebut, prinsip dakwah yang paling tepat diterapkan oleh pengurus masyarakat adalah ...
A) mengganti seluruh budaya lokal dengan budaya dari daerah asal para pendakwah agar ajaran lebih mudah diterima
B) menghindari penggunaan budaya dalam dakwah karena budaya dapat mengurangi kemurnian ajaran agama
C) menggunakan budaya lokal sebagai sarana dakwah dengan tetap menjaga prinsip ajaran Islam yang mendasar
D) mempertahankan semua tradisi karena budaya masyarakat harus selalu menjadi dasar dakwah
  • 6. PILIHAN GANDA

    Di sebuah sekolah, guru meminta siswa menelusuri tokoh-tokoh yang berperan dalam perkembangan Islam di Jawa. Salah satu tokoh yang dibahas dikenal memiliki nama asli Maulana Malik Ibrahim dan dianggap sebagai ulama yang menyebarkan Islam pertama ke Pulau Jawa. Tokoh tersebut kemudian dikenal luas dengan nama yang berkaitan dengan wilayah tempat beliau berdakwah.Siswa juga menemukan bahwa tokoh tersebut tidak berhenti pada penyampaian ajaran secara lisan. Ia mendirikan pesantren di Desa Gapura, Gresik, sebagai tempat mendidik kader-kader pemimpin Muslim. Pesantren tersebut menjadi salah satu sarana penting dalam pengembangan keilmuan Islam.Dari informasi tersebut, siswa diminta menghubungkan nama tokoh dengan identitas dan kiprahnya. Tokoh yang dimaksud adalah ...
A) Sunan Ampel atau Raden Rahmat
B) Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim
C) Sunan Drajat atau Raden Qasim
D) Sunan Bonang atau Raden Makdum Ibrahim
  • 7. PILIHAN GANDA

    Dalam sebuah kegiatan literasi, siswa mempelajari hubungan antara guru dan murid dalam perkembangan dakwah Islam. Mereka menemukan bahwa seorang wali mendirikan Pesantren Ampel Denta dan memiliki sejumlah murid yang kemudian menjadi tokoh penting dalam perkembangan Islam. Di antara murid tersebut terdapat Raden Paku, Raden Fatah, Raden Makdum Ibrahim, Syarifuddin, dan Maulana Ishaq.Di lingkungan sekolah, guru kemudian meminta siswa melihat pola yang sama. Seorang guru yang mendidik dengan baik dapat menghasilkan peserta didik yang kelak melanjutkan pengetahuan tersebut di lingkungan yang lebih luas. Dengan demikian, keberhasilan seorang pendakwah tidak selalu diukur dari aktivitasnya sendiri, tetapi juga dari keberlanjutan ilmu melalui orang-orang yang dididiknya.Berdasarkan hubungan tersebut, tokoh yang paling tepat dikaitkan dengan pola pengembangan dakwah melalui kaderisasi pendidikan adalah ...
A) Sunan Kudus karena dikenal sebagai Waliyyul 'Ilmi
B) Sunan Gunung Jati karena memperluas wilayah dakwah hingga Cirebon, Banten, dan Sunda Kelapa
C) Sunan Muria karena mengajarkan keagamaan kepada pedagang, nelayan, dan rakyat biasa
D) Sunan Ampel karena Pesantren Ampel Denta menjadi tempat pendidikan sejumlah tokoh dakwah
  • 8. PILIHAN GANDA

    Sebuah sanggar seni di sebuah desa ingin menggunakan kesenian sebagai sarana menyampaikan pesan moral kepada masyarakat. Pengelola sanggar memilih media yang telah dikenal masyarakat agar pesan lebih mudah diterima. Mereka mempertimbangkan penggunaan pertunjukan wayang, gamelan, tembang, dan permainan tradisional yang memiliki kandungan nasihat.Ketika membahas sejarah dakwah, para anggota menemukan bahwa beberapa wali memang menggunakan seni sebagai sarana komunikasi. Ada wali yang dikenal mengembangkan wayang purwa dan gamelan, ada yang menciptakan tembang Pangkur, dan ada pula yang mengembangkan tembang Sinom dan Kinanthi yang berisi nasihat serta ajaran ketuhanan.Jika sanggar tersebut ingin memilih tokoh yang paling sesuai dengan pengembangan wayang purwa atau wayang kulit dan gamelan sebagai media dakwah, tokoh yang dimaksud adalah ...
A) Sunan Giri
B) Sunan Drajat
C) Sunan Bonang
D) Sunan Kalijaga
  • 9. PILIHAN GANDA

    Sebuah kelompok siswa membuat program permainan edukatif untuk anak-anak. Permainan tersebut dirancang agar menyenangkan sekaligus mengandung pesan keagamaan. Mereka menemukan bahwa media permainan anak juga pernah digunakan dalam dakwah Islam di Nusantara.Dalam penelusuran mereka, terdapat seorang wali yang dikenal menciptakan beberapa permainan anak bernuansa religius, seperti jelungan, gending, jor gula, cublak-cublak suweng, serta lir-ilir. Tokoh tersebut juga memiliki wilayah dakwah di Giri dan sekitarnya serta mengirim para dai ke sejumlah daerah di luar Jawa.Kombinasi informasi tersebut paling tepat menunjukkan kiprah ...
A) Sunan Bonang yang menggunakan permainan anak untuk memperkenalkan ajaran Islam di pusat Kerajaan Majapahit
B) Sunan Kudus yang mengembangkan permainan religius sekaligus mengajarkan keterampilan pertukangan kepada masyarakat
C) Sunan Giri yang menggunakan permainan dan seni sebagai sarana dakwah serta memperluas jaringan dai
D) Sunan Muria yang menggunakan permainan anak sebagai sarana utama dakwah di daerah terpencil
  • 10. PILIHAN GANDA

    Di sebuah daerah, masyarakat menghadapi persoalan berupa kemiskinan dan lemahnya kepedulian sosial. Sekelompok pemuda kemudian membuat kegiatan kerja bakti, membantu warga yang kesulitan, dan mengembangkan kegiatan ekonomi bersama. Mereka ingin menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana menyampaikan nilai-nilai keagamaan melalui tindakan nyata.Dalam pembelajaran sejarah, guru menjelaskan bahwa terdapat seorang wali yang sangat memperhatikan masyarakat golongan ekonomi lemah. Ia mengutamakan kesejahteraan umat, memiliki kepedulian terhadap fakir miskin, serta mendorong solidaritas sosial dan kerja bakti.Jika siswa diminta menentukan tokoh yang kiprahnya paling relevan dengan program tersebut, pilihan yang tepat adalah ...
A) Sunan Giri, karena mengirimkan para dai ke luar Jawa
B) Sunan Ampel, karena membangun jaringan kekerabatan melalui perkawinan
C) Sunan Drajat, karena mengutamakan kesejahteraan masyarakat dan solidaritas sosial
D) Sunan Kudus, karena mengajarkan berbagai keterampilan rumah tangga dan pertukangan
  • 11. PILIHAN GANDA KOMPLEKS

    Seorang guru meminta siswa membandingkan dua pendekatan dakwah yang berkembang di Nusantara. Pendekatan pertama dilakukan melalui pembelajaran agama yang teratur. Guru agama, kyai, dan ulama mengajarkan Islam kepada masyarakat melalui rumah, masjid, mushalla, madrasah, dan pondok pesantren.Pendekatan kedua lebih menekankan pengalaman spiritual dan kedekatan manusia kepada Allah. Dalam materi, tasawuf dijelaskan sebagai doktrin atau ajaran Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah dalam hubungan vertikal. Pendekatan tersebut dapat memudahkan orang yang telah mempunyai dasar ketuhanan lain untuk memahami dan menerima ajaran Islam.Jika kedua pendekatan tersebut dibandingkan berdasarkan fungsi dakwahnya, pernyataan yang paling tepat adalah ... Pilihlah 2 jawaban yang benar.
A) Tasawuf berkembang setelah sistem kerajaan Islam terbentuk sehingga tidak berkaitan dengan proses penerimaan masyarakat.
B) Pendidikan berperan membentuk orang yang mempelajari Islam dan kemudian dapat menyebarkannya kembali ke daerah lain.
C) Tasawuf dapat menjadi pendekatan yang membantu masyarakat memahami Islam melalui dimensi kedekatan spiritual kepada Allah.
D) Pendidikan dan tasawuf memiliki fungsi yang sama karena keduanya berlangsung terutama melalui penaklukan politik.
  • 12. PILIHAN GANDA KOMPLEKS

    Di sebuah pelabuhan, masyarakat berasal dari berbagai latar belakang. Para pedagang dari Tiongkok datang dan melakukan hubungan perdagangan dengan penduduk Nusantara. Sebagian Muslim Cina kemudian menetap di kota-kota pelabuhan dan membentuk komunitas yang berinteraksi dengan masyarakat lokal.Dalam pembahasan Teori Cina, hubungan dagang antara Tiongkok dan Nusantara menjadi salah satu dasar penting. Pelayaran Cheng Ho pada awal abad ke-15 juga dipandang memperkuat perkembangan komunitas Islam. Selain itu, pengaruh budaya Cina dapat terlihat pada sejumlah bangunan masjid kuno di wilayah pesisir.Seorang siswa menyimpulkan bahwa Teori Cina terutama menekankan peranan Muslim Cina dalam perkembangan Islam di wilayah pesisir. Pernyataan manakah yang mendukung kesimpulan tersebut? Pilihlah 2 jawaban yang benar.
A) Pengaruh budaya Cina membuktikan bahwa seluruh perkembangan Islam Nusantara berasal dari masyarakat Cina.
B) Hubungan perdagangan Tiongkok dan Nusantara menjadi salah satu pendukung Teori Cina.
C) Teori Cina menyatakan bahwa Islam pertama kali masuk ke Indonesia setelah Cheng Ho sehingga bukti sebelum abad XV tidak relevan.
D) Komunitas Muslim Cina dapat membantu penyebaran Islam melalui interaksi sosial dan perkawinan dengan masyarakat lokal.
  • 13. PILIHAN GANDA KOMPLEKS

    Di sebuah daerah, pengurus masyarakat ingin memahami mengapa ajaran Islam dapat diterima oleh kelompok masyarakat yang memiliki latar belakang sosial berbeda. Mereka menemukan bahwa dalam ajaran Islam tidak terdapat pembagian kasta yang menentukan kemuliaan seseorang berdasarkan status sosial. Kedudukan manusia di hadapan Allah berkaitan dengan ketakwaannya.Mereka juga mempelajari bahwa syarat masuk Islam relatif mudah karena seseorang dianggap masuk Islam setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. Upacara keagamaan dalam Islam juga dijelaskan sederhana dan tidak harus mengeluarkan banyak biaya. Kondisi tersebut menjadi bagian dari faktor yang mendukung penerimaan Islam di Nusantara.Apabila seorang siswa diminta menghubungkan faktor-faktor tersebut dengan kondisi sosial masyarakat, pernyataan manakah yang paling tepat? Pilihlah 2 jawaban yang benar.
A) Perbedaan status sosial menjadi dasar utama ajaran Islam sehingga penerimaannya berlangsung melalui pembentukan kasta baru.
B) Ajaran yang tidak mengenal kasta dapat membuat Islam lebih mudah diterima oleh kelompok masyarakat dengan latar sosial yang beragam.
C) Penerimaan Islam terutama terjadi karena masyarakat harus mengikuti agama yang dianut oleh kelompok pedagang asing.
D) Kesederhanaan syarat masuk Islam dapat menjadi salah satu faktor yang memudahkan masyarakat menerima Islam.
  • 14. PILIHAN GANDA KOMPLEKS

    Sebuah daerah memiliki tradisi budaya yang telah berkembang jauh sebelum masyarakat mengenal Islam. Ketika dakwah Islam berlangsung, para penyebarnya membangun hubungan dengan masyarakat melalui kegiatan sosial dan budaya. Proses tersebut berlangsung secara damai sehingga masyarakat memperoleh kesempatan mengenal ajaran Islam melalui hubungan yang dekat.Dalam materi, penyebaran Islam di Indonesia dijelaskan dapat menyesuaikan adat dan tradisi bangsa Indonesia. Sifat masyarakat Indonesia yang ramah juga memberi peluang untuk bergaul lebih erat dengan bangsa lain sehingga terjadi saling memengaruhi dan saling pengertian.Jika sebuah kegiatan dakwah masa kini ingin mengambil pelajaran dari proses tersebut, rancangan yang paling sesuai dengan faktor penerimaan Islam dalam materi adalah ... Pilihlah 2 jawaban yang benar.
A) Mengembangkan kegiatan keagamaan dengan pendekatan damai dan mempertimbangkan kondisi budaya masyarakat setempat.
B) Mengutamakan perubahan seluruh adat masyarakat terlebih dahulu agar dakwah dapat dimulai dalam keadaan seragam.
C) Menjadikan konflik sosial sebagai sarana untuk mempercepat perubahan keyakinan masyarakat.
D) Membuka ruang interaksi sosial agar terjadi proses saling mengenal dan memahami antara penyampai dakwah dengan masyarakat.
  • 15. PILIHAN GANDA KOMPLEKS

    Di Sulawesi Selatan, proses Islamisasi memiliki karakter yang berbeda dengan beberapa wilayah lain. Pada awal abad ke-17, tiga ulama asal Minangkabau datang ke Kerajaan Gowa-Tallo atas utusan Sultan Johor. Ketiganya memiliki bidang keahlian yang berbeda sehingga wilayah dan pendekatan dakwah yang dilakukan juga berbeda.Datuk ri Bandang berfokus pada hukum Islam dan berdakwah di Makassar atau Gowa-Tallo. Datuk Patimang memiliki keahlian dalam tauhid dan berdakwah di Luwu. Sementara itu, Datuk ri Tiro memiliki keahlian tasawuf dan berdakwah di Tiro, Bulukumba. Masing-masing pendekatan disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang dihadapi.Berdasarkan informasi tersebut, analisis manakah yang tepat mengenai strategi dakwah ketiga ulama tersebut? Pilihlah 2 jawaban yang benar.
A) Perbedaan fokus dakwah menunjukkan adanya upaya menyesuaikan pendekatan dengan kondisi masyarakat setempat.
B) Ketiga ulama menerapkan metode yang sama karena keberhasilan dakwah ditentukan oleh satu jenis ilmu keagamaan.
C) Pembagian bidang keahlian memungkinkan materi dakwah disesuaikan dengan persoalan keagamaan yang berkembang di setiap wilayah.
D) Dakwah mereka berorientasi terutama pada perdagangan karena seluruh proses Islamisasi Sulawesi bermula dari aktivitas pedagang.
  • 16. PILIHAN GANDA KOMPLEKS

    Di sebuah lingkungan masyarakat, warga sedang mengadakan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga. Jenis keterampilan yang diajarkan berkaitan dengan pembuatan peralatan rumah tangga, pekerjaan kayu, pengolahan logam, dan beberapa keahlian kerajinan. Dalam pembahasan sejarah, siswa menemukan bahwa pengembangan keterampilan masyarakat juga pernah menjadi bagian dari aktivitas dakwah seorang wali.Tokoh tersebut dikenal memiliki kemampuan dalam bidang ilmu agama, tetapi dakwahnya juga dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Ia mengajarkan berbagai keterampilan seperti pertukangan, kerajinan emas, pekerjaan pandai besi, serta pembuatan benda pusaka. Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa dakwah dapat berjalan bersama penguatan kemampuan praktis masyarakat.Berdasarkan konteks tersebut, siswa diminta menentukan kesimpulan yang tepat mengenai hubungan keterampilan dan dakwah. Pilih 2 jawaban yang benar.
A) Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa dakwah Walisanga terbatas pada pengajaran ilmu fikih dan hadis.
B) Sunan Kudus merupakan tokoh yang dalam materi dikaitkan dengan pengajaran berbagai keterampilan praktis masyarakat.
C) Keterampilan tersebut terutama digunakan sebagai sarana untuk membangun pusat pemerintahan Demak.
D) Pengembangan keterampilan dapat menjadi bagian dari pendekatan sosial dalam dakwah Walisanga.
  • 17. PILIHAN GANDA KOMPLEKS

    Sebuah kelompok siswa sedang menyusun pertunjukan seni yang mengambil inspirasi dari sejarah dakwah Islam di Jawa. Mereka menemukan bahwa para wali tidak selalu memperkenalkan ajaran melalui bentuk penyampaian yang sama. Beberapa menggunakan seni pertunjukan, musik, tembang, permainan anak, maupun bentuk budaya yang telah dikenal masyarakat. Pendekatan tersebut menunjukkan adanya proses pertemuan antara nilai Islam dan budaya lokal.Ketika memeriksa materi, siswa menemukan beberapa bentuk seni yang dikaitkan dengan tokoh tertentu. Sunan Bonang dikenal menggunakan wayang dan gamelan dalam dakwahnya. Sunan Kalijaga mengembangkan wayang purwa atau wayang kulit serta berbagai cabang seni lainnya. Sunan Muria dikenal dengan tembang Sinom dan Kinanthi, sedangkan Sunan Kudus dikaitkan dengan gending Maskumambang dan Mijil.Guru meminta kelompok menentukan kombinasi informasi yang benar sebagai dasar penyusunan pertunjukan sejarah. Pilih 3 jawaban yang benar.
A) Sunan Bonang menggunakan wayang dan gamelan sebagai bagian dari pendekatan dakwahnya.
B) Sunan Muria dikenal terutama sebagai pencipta tembang Pangkur.
C) Sunan Kalijaga mengembangkan wayang purwa atau wayang kulit beserta beberapa bentuk seni lainnya.
D) Sunan Kudus dikaitkan dengan gending Maskumambang dan Mijil.
  • 18. PILIHAN GANDA KOMPLEKS

    Dalam diskusi mengenai pembinaan karakter masyarakat, siswa membandingkan beberapa pendekatan dakwah. Ada pendekatan yang menekankan hubungan kekerabatan, ada yang menanamkan aturan perilaku sosial, dan ada pula yang menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai perhatian utama. Guru meminta siswa melihat bagaimana ketiga pendekatan tersebut dapat berkontribusi terhadap kehidupan masyarakat Muslim pada masa perkembangan Islam di Nusantara.Dari materi, siswa menemukan bahwa Sunan Ampel membangun jaringan kekerabatan melalui perkawinan antara pendakwah Islam dengan keluarga penguasa bawahan Majapahit. Ia juga memperkenalkan prinsip mo limo yang berkaitan dengan larangan terhadap beberapa perilaku sosial yang merusak kehidupan masyarakat. Sementara itu, Sunan Drajat dikenal memiliki perhatian besar terhadap kaum fakir miskin dan menekankan kepedulian, solidaritas, kerja keras, serta gotong royong.Berdasarkan informasi tersebut, siswa diminta memilih analisis yang paling tepat mengenai peran sosial kedua tokoh. Pilih 3 jawaban yang benar.
A) Jaringan perkawinan yang dibangun Sunan Ampel dapat memperkuat hubungan sosial antara pendakwah Islam dan lingkungan elite masyarakat.
B) Peran sosial Sunan Drajat terutama diarahkan pada pengembangan strategi pemerintahan kerajaan Demak.
C) Prinsip mo limo berkaitan dengan pembinaan perilaku sosial seperti menjauhi perjudian, pencurian, minuman keras, madat, dan perzinaan.
D) Kepedulian Sunan Drajat terhadap fakir miskin menunjukkan bahwa dakwah juga berkaitan dengan kesejahteraan dan solidaritas sosial.
  • 19. PILIHAN GANDA KOMPLEKS

    Sebuah forum pelajar membahas hubungan dakwah dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Para siswa menemukan bahwa perkembangan Islam di Nusantara tidak berlangsung terpisah dari perubahan struktur kekuasaan. Beberapa wali memiliki hubungan dengan pusat pemerintahan dan ikut memberikan pemikiran mengenai arah kehidupan politik masyarakat Muslim.Dalam materi sejarah, Sunan Ampel memiliki keterlibatan dalam perencanaan berdirinya Kesultanan Demak Bintoro. Sunan Kalijaga dikenal sebagai guru sekaligus penasihat utama Sultan Demak serta memiliki pengetahuan tentang administrasi pemerintahan dan strategi. Sementara itu, Sunan Gunung Jati menggunakan strategi penguatan kedaulatan politik dan membangun hubungan dengan tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh.Guru meminta siswa mengevaluasi pernyataan yang menunjukkan bentuk peran Walisanga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan materi tersebut. Pilih 2 jawaban yang benar.
A) Peran politik para wali dapat dipahami semata-mata sebagai aktivitas perdagangan antarpulau.
B) Strategi Sunan Gunung Jati terutama diarahkan untuk mengembangkan permainan anak sebagai media politik masyarakat.
C) Keterlibatan Sunan Ampel dalam perencanaan Demak Bintoro menunjukkan adanya hubungan antara dakwah dan pembentukan pemerintahan Islam.
D) Peran Sunan Kalijaga sebagai penasihat Sultan Demak memperlihatkan keterlibatan keilmuan dan strategi dalam kehidupan pemerintahan.
  • 20. PILIHAN GANDA KOMPLEKS

    Sebuah sekolah menyelenggarakan proyek bertema “Dakwah dan Kehidupan Masyarakat”. Setiap kelompok diminta memilih model dakwah yang paling relevan untuk diterapkan dalam lingkungan sekolah saat ini, tetapi tetap berlandaskan pada informasi sejarah Walisanga. Kelompok pertama mengusulkan pendidikan dan kaderisasi, kelompok kedua mengusulkan seni dan budaya, kelompok ketiga mengusulkan penguatan solidaritas sosial, sedangkan kelompok keempat mengusulkan penguatan kepemimpinan masyarakat.Guru meminta siswa tidak sekadar memilih kegiatan yang tampak menarik, tetapi menilai kesesuaiannya dengan pola dakwah Walisanga. Mereka harus mempertimbangkan bahwa para wali mengembangkan pendidikan melalui pesantren, menggunakan seni dan budaya sebagai media komunikasi, memperhatikan persoalan sosial masyarakat, serta memiliki hubungan dengan kehidupan politik dan pemerintahan.Berdasarkan keseluruhan informasi tersebut, siswa diminta memilih rancangan yang paling mencerminkan prinsip keberagaman peran Walisanga sekaligus tetap sesuai dengan cakupan materi. Pilih 3 jawaban yang benar.
A) Mengembangkan kegiatan sosial yang menumbuhkan kepedulian, solidaritas, kerja sama, dan perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
B) Menggunakan seni, tembang, atau media budaya yang relevan sebagai sarana menyampaikan nilai dakwah.
C) Memusatkan seluruh kegiatan dakwah sekolah pada perebutan kedudukan politik agar menyerupai struktur pemerintahan masa Walisanga.
D) Membuat program kaderisasi dan pembelajaran keagamaan yang menekankan pengembangan pengetahuan masyarakat.
  • 21. MENJODOHKAN

    1. Tokoh yang menyampaikan kritik terhadap teori Persia dengan mempertanyakan kesesuaian beberapa bukti yang digunakan untuk mendukung teori tersebut. 2. Sarjana yang berpendapat bahwa Islam di Nusantara memiliki keterkaitan dengan Gujarat dan menggunakan bukti berupa batu nisan sebagai salah satu dasar pemikiran. 3. Kawasan permukiman yang dikenal sebagai tempat tinggal atau komunitas pedagang Muslim dalam perkembangan perdagangan dan interaksi masyarakat di Nusantara. 4. Tokoh yang mengemukakan pendapat bahwa Islam datang ke Nusantara secara langsung dari Makkah dan menjadikan Gujarat sebagai salah satu tempat persinggahan dalam jalur perdagangan. 5. Bukti sejarah di wilayah Gresik yang menunjukkan keberadaan Islam di Jawa pada masa awal, berupa batu nisan seorang perempuan bertahun 1082. OPSI JODOHKAN: A. Hamka B. Pekojan C. Fatimah Binti Maimun D. KH Saifuddin Zuhri E. Moquette
A) 1 - D
B) 1 - C
C) 1 - B
D) 1 - A
E) 1 - E
  • 22. MENJODOHKAN

    1. Tokoh yang menyampaikan kritik terhadap teori Persia dengan mempertanyakan kesesuaian beberapa bukti yang digunakan untuk mendukung teori tersebut.

    2. Sarjana yang berpendapat bahwa Islam di Nusantara memiliki keterkaitan dengan Gujarat dan menggunakan bukti berupa batu nisan sebagai salah satu dasar pemikiran.

    3. Kawasan permukiman yang dikenal sebagai tempat tinggal atau komunitas pedagang Muslim dalam perkembangan perdagangan dan interaksi masyarakat di Nusantara.

    4. Tokoh yang mengemukakan pendapat bahwa Islam datang ke Nusantara secara langsung dari Makkah dan menjadikan Gujarat sebagai salah satu tempat persinggahan dalam jalur perdagangan.

    5. Bukti sejarah di wilayah Gresik yang menunjukkan keberadaan Islam di Jawa pada masa awal, berupa batu nisan seorang perempuan bertahun 1082.

    OPSI JODOHKAN:
    A. Hamka
    B. Pekojan
    C. Fatimah Binti Maimun
    D. KH Saifuddin Zuhri
    E. Moquette
A) 2 - A
B) 2 - E
C) 2 - C
D) 2 - D
E) 2 - B
  • 23. MENJODOHKAN

    1. Tokoh yang menyampaikan kritik terhadap teori Persia dengan mempertanyakan kesesuaian beberapa bukti yang digunakan untuk mendukung teori tersebut.

    2. Sarjana yang berpendapat bahwa Islam di Nusantara memiliki keterkaitan dengan Gujarat dan menggunakan bukti berupa batu nisan sebagai salah satu dasar pemikiran.

    3. Kawasan permukiman yang dikenal sebagai tempat tinggal atau komunitas pedagang Muslim dalam perkembangan perdagangan dan interaksi masyarakat di Nusantara.

    4. Tokoh yang mengemukakan pendapat bahwa Islam datang ke Nusantara secara langsung dari Makkah dan menjadikan Gujarat sebagai salah satu tempat persinggahan dalam jalur perdagangan.

    5. Bukti sejarah di wilayah Gresik yang menunjukkan keberadaan Islam di Jawa pada masa awal, berupa batu nisan seorang perempuan bertahun 1082.

    OPSI JODOHKAN:
    A. Hamka
    B. Pekojan
    C. Fatimah Binti Maimun
    D. KH Saifuddin Zuhri
    E. Moquette
A) 3 - D
B) 3 - B
C) 3 - E
D) 3 - C
E) 3 - A
  • 24. MENJODOHKAN

    1. Tokoh yang menyampaikan kritik terhadap teori Persia dengan mempertanyakan kesesuaian beberapa bukti yang digunakan untuk mendukung teori tersebut.

    2. Sarjana yang berpendapat bahwa Islam di Nusantara memiliki keterkaitan dengan Gujarat dan menggunakan bukti berupa batu nisan sebagai salah satu dasar pemikiran.

    3. Kawasan permukiman yang dikenal sebagai tempat tinggal atau komunitas pedagang Muslim dalam perkembangan perdagangan dan interaksi masyarakat di Nusantara.

    4. Tokoh yang mengemukakan pendapat bahwa Islam datang ke Nusantara secara langsung dari Makkah dan menjadikan Gujarat sebagai salah satu tempat persinggahan dalam jalur perdagangan.

    5. Bukti sejarah di wilayah Gresik yang menunjukkan keberadaan Islam di Jawa pada masa awal, berupa batu nisan seorang perempuan bertahun 1082.

    OPSI JODOHKAN:
    A. Hamka
    B. Pekojan
    C. Fatimah Binti Maimun
    D. KH Saifuddin Zuhri
    E. Moquette
A) 4 - C
B) 4 - A
C) 4 - B
D) 4 - D
E) 4 - E
  • 25. MENJODOHKAN

    1. Tokoh yang menyampaikan kritik terhadap teori Persia dengan mempertanyakan kesesuaian beberapa bukti yang digunakan untuk mendukung teori tersebut.

    2. Sarjana yang berpendapat bahwa Islam di Nusantara memiliki keterkaitan dengan Gujarat dan menggunakan bukti berupa batu nisan sebagai salah satu dasar pemikiran.

    3. Kawasan permukiman yang dikenal sebagai tempat tinggal atau komunitas pedagang Muslim dalam perkembangan perdagangan dan interaksi masyarakat di Nusantara.

    4. Tokoh yang mengemukakan pendapat bahwa Islam datang ke Nusantara secara langsung dari Makkah dan menjadikan Gujarat sebagai salah satu tempat persinggahan dalam jalur perdagangan.

    5. Bukti sejarah di wilayah Gresik yang menunjukkan keberadaan Islam di Jawa pada masa awal, berupa batu nisan seorang perempuan bertahun 1082.

    OPSI JODOHKAN:
    A. Hamka
    B. Pekojan
    C. Fatimah Binti Maimun
    D. KH Saifuddin Zuhri
    E. Moquette
A) 5 - E
B) 5 - C
C) 5 - A
D) 5 - D
E) 5 - B
  • 26. BENAR-SALAH

    Dalam perkembangan dakwah di suatu wilayah, seorang pendakwah dapat memilih pusat kegiatan yang sebelumnya kuat dengan tradisi keagamaan tertentu. Pendekatan tersebut membutuhkan penguasaan ilmu yang luas agar penyampaian ajaran dapat dilakukan secara tepat.Dalam rangkuman Walisanga, Sunan Bonang melakukan dakwah awal di Kediri dan mendirikan masjid di Singkal yang disebut sebagai pusat Bhairawa-Thantra. Ia juga dikenal memiliki penguasaan dalam fikih, ushul fikih, ushuluddin, tasawuf, seni, sastra, dan arsitektur.Pernyataan: Sunan Bonang mengembangkan dakwahnya di Kediri dengan mendirikan masjid di Singkal serta memiliki penguasaan berbagai bidang ilmu keislaman dan seni.
A) SALAH
B) BENAR
  • 27. BENAR-SALAH

    Sebuah kegiatan keagamaan di sekolah menggunakan permainan tradisional sebagai media penyampaian nilai agama kepada anak-anak. Guru menjelaskan bahwa pendekatan semacam ini memiliki kemiripan dengan salah satu strategi dakwah Walisanga.
A) SALAH
B) BENAR
  • 28. BENAR-SALAH

    Seorang pendakwah memilih mendekati kelompok masyarakat yang tinggal di daerah yang relatif jauh dari pusat keramaian. Ia mengadakan pengajaran keagamaan bagi masyarakat dengan latar pekerjaan yang beragam sehingga materi dakwah tidak dapat diterima dalam kehidupan
A) BENAR
B) SALAH
  • 29. BENAR-SALAH

    Dalam sebuah pembelajaran sejarah, peserta didik membandingkan cara tokoh agama berperan dalam kehidupan politik. Mereka menemukan bahwa ada wali yang tidak hanya berdakwah kepada masyarakat, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan perkembangan kekuasaan untuk menguasainya
A) BENAR
B) SALAH
  • 30. BENAR-SALAH

    Sebuah kelompok belajar membahas mengapa perkembangan Islam di Nusantara memiliki bentuk yang beragam. Mereka menemukan bahwa setiap wilayah mempunyai kondisi sosial, budaya, dan politik yang berbeda sehingga para wali menggunakan pendekatan yang tidak sama.
A) BENAR
B) SALAH
Dibuat dengan That Quiz — situs pembuatan tes matematika dengan sumber daya untuk bidang studi lainnya.