A) Sifat dari metode numerik untuk tidak pernah mencapai suatu solusi. B) Laju akumulasi kesalahan dalam perhitungan. C) Sifat dari suatu deret iterasi untuk mendekati suatu solusi. D) Sifat dari suatu fungsi untuk memiliki banyak solusi.
A) Menghasilkan angka acak. B) Mencari solusi tepat untuk persamaan. C) Memperkirakan nilai yang tidak diketahui di antara titik data yang diketahui. D) Menguji hipotesis statistik.
A) Mendekati fungsi-fungsi kompleks menggunakan fungsi yang lebih sederhana. B) Mencari nilai maksimum atau minimum dari suatu fungsi. C) Perhitungan yang tepat dari fungsi-fungsi matematika. D) Memodelkan sistem fisik.
A) Menghasilkan matriks acak. B) Mencari nilai eigen dari matriks. C) Memprediksi tren di masa depan. D) Memecahkan sistem persamaan linear secara efisien.
A) Metode Newton B) Metode sekan C) Eliminasi Gauss D) Metode Runge-Kutta
A) Metode Runge-Kutta B) Interpolasi Lagrange C) Eliminasi Gaussian D) Metode Newton
A) Metode posisi palsu B) Metode bisection (pemotongan dua) C) Metode penurunan gradien D) Metode Newton
A) Mereplikasi secara tepat titik data yang diketahui. B) Memperkirakan nilai yang hilang di antara titik data yang diketahui. C) Membuat titik data baru di luar rentang yang diberikan. D) Menghilangkan data yang tidak biasa (outlier) dalam kumpulan data.
A) Abad ke-20. B) Abad ke-19. C) Abad ke-21. D) Abad ke-18.
A) Peningkatan daya komputasi. B) Kemajuan dalam manipulasi simbolik. C) Penurunan biaya komputasi. D) Berkurangnya ketersediaan data.
A) Elektromagnetisme. B) Mekanika selestial. C) Termodinamika. D) Fisika kuantum.
A) Model-model teoretis murni tanpa perhitungan. B) Konversi simbolik yang tepat menjadi angka. C) Pembuktian matematika diskrit. D) Solusi perkiraan dalam batas kesalahan yang ditentukan.
A) Teknik manipulasi simbolik digunakan. B) Sistem ini sepenuhnya bergantung pada analisis data historis. C) Matematika diskrit menyediakan dasar teorinya. D) Metode numerik yang canggih membuat hal ini menjadi mungkin.
A) Perhitungan aritmatika dasar. B) Teknik manipulasi simbolik. C) Algoritma optimasi canggih yang dikembangkan dalam bidang penelitian operasional. D) Simulasi kejadian diskrit.
A) Untuk melakukan perhitungan simbolik. B) Untuk analisis aktuaria. C) Untuk mensimulasikan fenomena kuantum. D) Untuk mengembangkan model diskrit.
A) Newton dan Lagrange B) Whittaker dan Stegun C) John von Neumann dan Herman Goldstine D) Euler dan Gaussian
A) 1947 B) 1912 C) 1985 D) 2000
A) Tabel interpolasi B) Daftar rumus C) Komputer elektronik D) Buku mekanis
A) Karena karya E. T. Whittaker. B) Karena nilai-nilai tersebut hanya dihitung hingga 16 angka desimal. C) Karena komputer tersedia. D) Karena penghargaan Leslie Fox didirikan.
A) Uji konvergensi yang melibatkan sisa (residual). B) Ukuran perkiraan awal. C) Ketelitian operasi aritmatika. D) Jumlah langkah yang diambil.
A) x³ - 8 B) 3x² + 4 C) 3x + 4 = 28 D) 3x³ − 24
A) a = -1, b = 4 B) a = 2, b = 5 C) a = 0, b = 3 D) a = 1, b = 2
A) Tepat 0 B) Kurang dari 0,2 C) Sama dengan 0,5 D) Lebih dari 1
A) Menilai nilai f(x) = 1/(x - 1) di sekitar x = 1. B) Mengintegrasikan suatu fungsi dengan jumlah wilayah yang tak terbatas. C) Mendiferensiasikan suatu fungsi di mana elemen diferensialnya adalah nol. D) Menilai nilai f(x) = 1/(x - 1) di sekitar x = 10.
A) Analisis komponen utama B) Kompresi citra spektral C) Integrasi Monte Carlo D) Metode Simplex
A) Kuadratur Gaussian B) Rumus Newton-Cotes C) Metode Monte Carlo D) Grid jarang (sparse grids)
A) Metode Simplex B) Grid jarang C) Aturan Simpson D) Integrasi Monte Carlo
A) Perpustakaan NAG B) Perpustakaan IMSL C) GNU Scientific Library D) Repositori Netlib
A) Aritmatika floating-point B) Aritmatika presisi arbitrer C) Aritmatika titik tetap D) Aritmatika biner
A) Julia B) Excel C) Scilab D) MATLAB
A) Numerische Mathematik B) Ensiklopedia Matematika C) Perpustakaan Digital Fungsi Matematika D) Jurnal tentang Analisis Numerik (SINUM)
A) MATLAB B) Python C) R D) C++ |