A) New York B) Virginia C) Maryland D) Georgia
A) Hal itu membuat para pemiliknya senang. B) Hal itu memberdayakannya dan membantunya memperjuangkan penghapusan perbudakan. C) Hal itu merupakan persyaratan untuk mendapatkan kebebasan. D) Hal itu memungkinkannya untuk mendapatkan pekerjaan.
A) Tuan Lloyd B) Tuan Covey C) Tuan Freeland D) Kapten Anthony
A) 1850 B) 1863 C) 1831 D) 1845
A) Dia menentang hak-hak perempuan. B) Dia berpendapat bahwa perempuan seharusnya fokus pada peran domestik. C) Dia mendukung hak suara perempuan dan kesetaraan. D) Dia tidak peduli terhadap isu-isu yang berkaitan dengan perempuan.
A) Hubungan tersebut ditandai dengan kekejaman dan ketidakseimbangan kekuasaan. B) Hubungan tersebut didasarkan pada saling menghormati. C) Hubungan tersebut menguntungkan kedua belah pihak. D) Hubungan tersebut tidak relevan dengan hakikat perbudakan.
A) Fiksi sejarah. B) Narasi orang ketiga yang objektif. C) Analisis ilmiah. D) Cerita orang pertama dengan penggambaran yang jelas dan hidup.
A) Itu adalah jalan menuju kebebasan dan pemberdayaan diri. B) Hal itu memiliki sedikit dampak pada kehidupannya. C) Kebanyakan pemilik budak tidak mendukungnya. D) Hal itu memicu perlawanan dan kekerasan.
A) Pendidikan yang ia terima di Baltimore B) Pertarungannya dengan Tuan Covey C) Pelariannya ke wilayah utara D) Pidatonya di pertemuan gerakan penghapusan perbudakan
A) New Bedford, Massachusetts B) Baltimore, Maryland C) Lynn, Massachusetts D) Washington, D.C.
A) Satu B) Dua C) Tiga D) Empat
A) William Lloyd Garrison B) Hugh Auld C) Wendell Phillips D) Thomas Auld
A) Kurangnya dukungan B) Ketidaktahuan C) Kurangnya kesempatan D) Ketakutan
A) Thomas Auld B) Hugh Auld C) William Gardner D) Edward Covey
A) Sistem hukum. B) Kelompok Methodist di wilayah utara. C) Gerakan penghapusan perbudakan. D) Kemunafikan agama Kristen di wilayah selatan.
A) Lagu Kebebasan B) Lagu Pujian Para Budak C) Doa Para Abolisionis D) Sebuah Parodi
A) Dua puluh ribu salinan B) Sepuluh ribu salinan C) Lima ribu salinan D) Tiga ribu salinan
A) Lima puluh ribu eksemplar B) Hampir 30.000 eksemplar C) Sepuluh ribu eksemplar D) Lima belas ribu eksemplar
A) $500.00 B) $1000.00 C) $710.96 D) $850.00
A) Sebuah rumah B) Pekerjaan baru C) Kredibilitas yang signifikan D) Dukungan finansial
A) Richard D. Webb B) Penerbit asal Irlandia C) Frederick Douglass D) Seorang aktivis anti-perbudakan berkulit putih
A) Sebuah surat kabar untuk kaum kulit hitam, bernama North Star B) Sebuah sekolah C) Sebuah kelompok teater D) Sebuah klub buku
A) Margaret Fuller B) Thomas Auld C) A. C. C. Thompson D) Angela Y. Davis
A) Margaret Fuller B) Saidiya Hartman C) A. C. C. Thompson D) Fred Moten
A) 2010 B) 1987 C) 1970–1971 D) 1969
A) Fred Moten B) Margaret Fuller C) Hortense Spillers D) Saidiya Hartman
A) 1880 B) 1855 C) 1870 D) 1860
A) Enam bulan B) Satu tahun C) Dua tahun D) Tiga tahun
A) Negatif B) Sebagai sebuah kegagalan C) Netral D) Sangat positif
A) Fred Moten B) Angela Y. Davis C) Hortense Spillers D) Saidiya Hartman
A) Keyakinan akan keakuratan sepenuhnya dari isi buku tersebut. B) Keraguan tentang bagaimana seorang mantan budak bisa terlihat begitu berpendidikan. C) Penerimaan dan kekaguman yang langsung. D) Ketidakpedulian terhadap cerita-ceritanya.
A) Sebuah kritik terhadap narasi Douglass. B) Sebuah artikel tentang peran gender dalam perbudakan. C) Sebuah buku tentang dampak ekonomi perbudakan. D) Sebuah pamflet setebal 24 halaman berjudul "Kuliah tentang Pembebasan". |