A) Keyakinan agama tentang kematian B) Kondisi ekonomi pada masa itu C) Faktor-faktor sosial yang memengaruhi tingkat bunuh diri D) Faktor-faktor psikologis dalam kasus-kasus individu
A) Dua B) Empat C) Tiga D) Lima
A) Bunuh diri anomik B) Bunuh diri fatalistik C) Bunuh diri egoistik D) Bunuh diri altruistik
A) Bunuh diri fatalistik B) Bunuh diri anomik C) Bunuh diri altruistik D) Bunuh diri egoistik
A) Terlalu terikat dalam suatu kelompok B) Norma sosial yang lemah C) Kurangnya hubungan sosial D) Kemerosotan ekonomi
A) 1897 B) 1889 C) 1905 D) 1901
A) Tingkat regulasi yang tinggi B) Integrasi sosial yang rendah C) Kemakmuran ekonomi D) Keterlibatan berlebihan dalam komunitas
A) Peningkatan ikatan komunitas B) Perubahan sosial yang cepat C) Peningkatan stabilitas ekonomi D) Kemandegan masyarakat
A) Hal itu menyebabkan peningkatan tingkat bunuh diri. B) Hal itu memberikan kenyamanan psikologis. C) Hal itu tidak memiliki pengaruh pada tingkat bunuh diri. D) Hal itu memengaruhi tingkat integrasi sosial. |