A) Proses Distribusi Umum B) Persentase Utang Pemerintah C) Program Pembangunan Global D) Produk Domestik Bruto
A) PDB riil B) PDB per kapita C) PDB potensial D) PDB nominal
A) Sektor primer B) Sektor sekunder C) Sektor kuarter D) Sektor tersier
A) Investasi + Pajak - Impor + Ekspor B) Pendapatan + Konsumsi + Ekspor Neto - Pengeluaran Pemerintah C) Konsumsi + Tabungan + Ekspor - Impor D) Konsumsi + Investasi + Pengeluaran Pemerintah + Ekspor Neto
A) Ekspor neto B) Konsumsi C) Pengeluaran pemerintah D) Investasi
A) PDB mencakup pengeluaran pemerintah, sedangkan PNB tidak. B) PDB disesuaikan dengan inflasi, sedangkan PNB tidak. C) PDB mengukur kekayaan, sedangkan PNB mengukur pendapatan. D) PDB mengukur output ekonomi di dalam suatu negara, sedangkan PNB mengukur output yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara di seluruh dunia.
A) Bank Sentral (Federal Reserve) B) Dana Moneter Internasional (IMF) C) Badan Analisis Ekonomi (BEA) D) Bank Dunia
A) Memberikan dampak negatif pada PDB dengan meningkatkan pajak. B) Menurunkan PDB dengan mengurangi pengeluaran konsumen. C) Tidak memberikan dampak pada PDB. D) Meningkatkan PDB melalui pengeluaran langsung.
A) Ekspansi B) Depresi C) Resesi D) Stagnasi
A) Konsumsi B) Pengeluaran pemerintah C) Ekspor neto D) Investasi
A) Mengukur distribusi pendapatan di dalam suatu negara. B) Menghitung perbedaan biaya hidup antara negara-negara. C) Melakukan penyesuaian terhadap inflasi dari waktu ke waktu. D) Membandingkan perekonomian negara menggunakan nilai tukar saat ini.
A) PDB tidak memperhitungkan bagaimana pendapatan didistribusikan di antara masyarakat. B) PDB selalu meningkat seiring dengan inflasi. C) PDB hanya mengukur output dari sektor pertanian. D) PDB mencakup semua bentuk aktivitas ekonomi, termasuk yang ilegal.
A) Penyesuaian sesuai dengan pengeluaran militer. B) Penyesuaian berdasarkan jumlah sumber daya alam. C) Penyesuaian menggunakan daya beli (PPP). D) Penyesuaian berdasarkan ukuran populasi.
A) Produk Domestik Bruto (PDB) nominal. B) Ekspor neto. C) PDB per kapita. D) Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
A) Sir William Petty B) Charles Davenant C) Simon Kuznets D) Milton Gilbert
A) Untuk menghitung beban pajak dan berargumen bahwa pemilik tanah dikenakan pajak yang tidak adil selama perang antara Belanda dan Inggris. B) Untuk mengembangkannya untuk laporan kepada Kongres Amerika Serikat. C) Untuk memperingatkan tentang penggunaan PDB sebagai ukuran kesejahteraan. D) Untuk mengukur kinerja ekonomi suatu negara.
A) Sir William Petty B) Simon Kuznets C) Charles Davenant D) Milton Gilbert
A) 1993 B) 1944 C) 1934 D) 1991
A) 1944 B) 1993 C) 1934 D) 1991
A) 1991 B) 1934 C) 1993 D) 1944
A) 1934 B) 1991 C) 1944 D) 1993
A) Pendekatan pendapatan B) Pendekatan produksi C) Pendekatan pengeluaran yang diperkirakan D) Pendekatan pengeluaran
A) Kebijakan moneter B) Permintaan pasar C) Jumlah uang beredar D) Impor
A) Perserikatan Bangsa-Bangsa B) Dana Moneter Internasional C) Bank Dunia D) Uni Eropa
A) Paradoks ekonomi B) Ilusi inflasi C) Kesalahan jendela yang pecah D) Bias deflasi
A) Hampir 70%. B) Lebih dari 50%. C) Sekitar 15%. D) Antara 20% dan 50%.
A) John B. Cobb. B) Martha Nussbaum. C) Diane Coyle. D) Erik Brynjolfsson.
A) Indeks Kebahagiaan Nasional (GNH). B) GDP-B. C) Indeks Kesejahteraan Ekonomi yang Disesuaikan (ISEW). D) Indikator Kesejahteraan Ekonomi Global (GEP).
A) Setiap kuartal. B) Setiap tahun. C) Setiap bulan. D) Setiap dua tahun.
A) Afrika Selatan. B) Amerika Serikat. C) Tiongkok. D) India.
A) Tingkat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). B) Kebebasan politik. C) Distribusi pendapatan di dalam negara. D) Ketimpangan kekayaan.
A) Amerika Serikat. B) Tiongkok. C) Afrika Selatan. D) India.
A) 2009 B) 1980 C) 2025 D) 2013
A) 60% B) 85% C) 50% D) 73% |