A) Sebuah jenis terapi kognitif. B) Proses introspeksi dan pemeriksaan terhadap pikiran dan perasaan seseorang. C) Sebuah cara untuk menganalisis perilaku orang lain. D) Sebuah metode meditasi.
A) Menulis jurnal. B) Menonton televisi. C) Bermain video game. D) Berinteraksi dengan teman.
A) Berkurangnya rasa kasih sayang terhadap orang lain. B) Peningkatan tingkat impulsivitas. C) Peningkatan kemampuan mengelola emosi. D) Ketidakpedulian terhadap perasaan.
A) Keterampilan pengambilan keputusan. B) Pembelajaran pasif. C) Kebiasaan menunda-nunda. D) Kurangnya minat terhadap tujuan.
A) Hal ini memberikan detail yang tidak perlu. B) Hal ini justru meningkatkan kebingungan. C) Hal ini mengalihkan perhatian dari realitas. D) Hal ini membantu menjernihkan dan mengorganisasi perasaan.
A) Penurunan harga diri. B) Kejelasan dalam nilai-nilai pribadi. C) Kebingungan tentang identitas diri. D) Penolakan terhadap tujuan pribadi.
A) Apa yang sebenarnya saya inginkan dalam hidup? B) Bagaimana cara membuat orang lain terkesan? C) Apa cara tercepat untuk meraih kesuksesan? D) Bagaimana pendapat orang lain tentang saya?
A) Menganalisis tindakan orang lain. B) Melakukan pengamatan dari luar. C) Melihat ke dalam diri untuk memeriksa pikiran seseorang. D) Melatih kesadaran penuh (mindfulness).
A) Praktik-praktik mindfulness (kesadaran penuh). B) Melakukan banyak tugas sekaligus. C) Melakukan pekerjaan dengan tergesa-gesa. D) Mendominasi percakapan. |