A) Jumlah suku dalam polinomial. B) Pangkat tertinggi dari variabel dalam polinomial. C) Jumlah dari pangkat semua suku dalam polinomial. D) Koefisien dari suku dengan pangkat tertinggi.
A) Memperkirakan nilai di antara titik data yang sudah diketahui. B) Mencari nilai pasti dari titik data. C) Mengabaikan data yang tidak biasa (outlier) untuk meningkatkan akurasi. D) Memanipulasi data agar sesuai dengan pola tertentu.
A) Menyesuaikan data dengan fungsi sedemikian rupa sehingga semua titik data sesuai dengan tepat. B) Memaksimalkan nilai ekstrem (outlier) dalam data. C) Menggunakan median, bukan rata-rata. D) Meminimalkan jumlah kuadrat selisih antara titik data dan fungsi aproksimasi.
A) Spline adalah fungsi trigonometri yang digunakan untuk penghalusan data. B) Spline adalah fungsi polinomial bertingkat yang digunakan untuk interpolasi. C) Spline adalah fungsi eksponensial yang digunakan untuk aproksimasi kuadrat terkecil. D) Spline adalah fungsi rasional yang digunakan untuk analisis kesalahan.
A) Interpolasi melewati semua titik data, sedangkan aproksimasi tidak. B) Interpolasi digunakan untuk data diskrit, sedangkan aproksimasi digunakan untuk data kontinu. C) Aproksimasi memberikan nilai yang tepat, sedangkan interpolasi memberikan perkiraan. D) Interpolasi kurang akurat dibandingkan aproksimasi.
A) Regularisasi menambahkan lebih banyak 'noise' (gangguan) ke dalam data untuk meningkatkan akurasi. B) Regularisasi memberikan bobot yang lebih besar pada nilai-nilai ekstrem (outlier) dalam data. C) Regularisasi meningkatkan kompleksitas model aproksimasi. D) Regularisasi mencegah overfitting (pelatihan berlebihan) dan meningkatkan kemampuan generalisasi dari aproksimasi tersebut.
A) Teorema Nilai Antara Bolzano B) Teorema Rolle C) Teorema Aproksimasi Weierstrass D) Teorema Nilai Rata-rata Cauchy
A) Perbedaan antara fungsi sebenarnya dan aproksimasinya. B) Jumlah titik data yang digunakan dalam aproksimasi. C) Jumlah dari semua kesalahan yang dihitung dalam aproksimasi. D) Tidak adanya kesalahan dalam aproksimasi.
A) Teknik ini membutuhkan daya komputasi yang lebih rendah dibandingkan dengan teknik univariabel. B) Teknik ini membutuhkan lebih sedikit data untuk menghasilkan hasil yang akurat. C) Teknik ini terbatas hanya pada aproksimasi linear. D) Teknik ini dapat menangani fungsi dengan banyak variabel dan interaksi.
A) Untuk memastikan bahwa polinomial tersebut memiliki koefisien bilangan bulat. B) Untuk meminimalkan kesalahan terbesar dalam rentang nilai yang dipilih. C) Untuk memaksimalkan kecepatan perhitungan. D) Untuk membuat derajat polinomial setinggi mungkin.
A) 2N kali. B) N + 2 kali. C) N/2 kali. D) N kali. |