A) Untuk membongkar struktur. B) Untuk merancang struktur tanpa melakukan perhitungan. C) Untuk memprediksi dan menghitung perilaku struktur. D) Untuk melakukan inspeksi visual terhadap struktur.
A) Jenis material yang digunakan dalam konstruksi. B) Pergeseran suatu struktur akibat beban. C) Ketahanan terhadap beban pada suatu struktur. D) Tegangan maksimum pada saat kegagalan.
A) Metode Elemen Hingga B) Metode Momen C) Metode Penampang D) Metode Titik Sambungan
A) Zona tarik B) Bagian atas balok C) Sumbu netral D) Zona tekan
A) Sambungan pin B) Sambungan baut C) Sambungan las D) Sambungan lem
A) Meningkatkan berat bangunan. B) Mengurangi tinggi total bangunan. C) Menambahkan elemen peredam ke dalam struktur bangunan. D) Menggunakan material bangunan yang fleksibel.
A) Penopang B) Rangka C) Balok D) Kolom
A) Menghilangkan kebutuhan akan insinyur struktur. B) Tampilan visual yang menarik dari desain struktur. C) Pengurangan biaya konstruksi. D) Efisiensi dan akurasi dalam perhitungan yang kompleks.
A) Struktur cangkang memiliki kapasitas beban yang lebih tinggi. B) Struktur cangkang bersifat tipis dan melengkung, sedangkan struktur padat bersifat volumetrik. C) Struktur cangkang lebih mudah untuk dibangun. D) Struktur padat memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap gempa.
A) Untuk menentukan frekuensi alami dan mode getaran. B) Untuk menilai ketahanan terhadap angin. C) Untuk menganalisis kondisi pembebanan statis. D) Untuk menghitung sifat-sifat material dari struktur tersebut.
A) Hukum Hooke B) Prinsip Bernoulli C) Hukum Pascal D) Hukum Ketiga Newton
A) Beban puntir B) Beban transversal (tegak lurus) C) Beban terpusat D) Beban aksial (sejajar)
A) Balok kontinu B) Balok penyangga sederhana C) Balok yang menjorok D) Balok cantilever
A) Analisis spektrum respons B) Diagram momen lentur C) Analisis struktur rangka D) Diagram gaya geser
A) Analisis dinamis B) Analisis modal C) Analisis statis D) Analisis tekuk
A) Dua B) Tiga C) Satu D) Empat
A) Berat elemen struktural. B) Berat balok dan kolom. C) Beban salju. D) Berat perlengkapan permanen.
A) Sudut. B) Balok. C) Rangka. D) Kolom.
A) Beban benturan. B) Beban angin. C) Beban gempa. D) Beban mati.
A) Rangka pesawat terbang. B) Jembatan. C) Menara. D) Bangunan.
A) Teori elastisitas B) Mekanika material C) Metode elemen hingga D) Mekanika fluida
A) Bergantung pada formulasi analitis. B) Terdapat beberapa kesalahan numerik. C) Membutuhkan perhitungan manual. D) Hanya dapat digunakan untuk struktur sederhana.
A) Prinsip keseimbangan B) Prinsip momen C) Prinsip superposisi D) Prinsip usaha virtual
A) Material bersifat ulet. B) Material bersifat plastis. C) Material bersifat elastis. D) Material bersifat getas.
A) 10 B) 2 C) 20 D) 5
A) Sambungan engsel B) Sambungan rol C) Sambungan tetap D) Sambungan geser
A) Metode klasik B) Metode tanpa jaring (meshless) C) Metode elemen batas D) Metode elemen hingga
A) R_Ax + F_AB * cos(60) = 0 B) R_Ax - F_AD * cos(60) + F_AB = 0 C) R_Ax + F_AD * sin(60) + F_AB = 0 D) R_Ax + F_AD * cos(60) + F_AB = 0
A) -10 - F_AD * sin(60) - F_BD * sin(60) = 0 B) -10 + F_AD * sin(60) - F_BD * sin(60) = 0 C) -10 - F_AD * sin(60) + F_BD * sin(60) = 0 D) -10 - F_AD * cos(60) - F_BD * sin(60) = 0
A) -F_AD * sin(60) + F_BD * cos(60) + F_CD = 0 B) -F_AD * cos(60) + F_BD * cos(60) + F_CD = 0 C) F_AD * cos(60) + F_BD * cos(60) + F_CD = 0 D) -F_AD * cos(60) - F_BD * cos(60) + F_CD = 0
A) -F_BC = 0 B) F_BC = 0 C) F_BC = 5 D) -F_BC = 5
A) -F_CD = 5 B) F_CD = 0 C) F_CD = 5 D) -F_CD = 0
A) R_B + F_BD * sin(60) + F_BC = 0 B) R_B + F_BC * sin(60) = 0 C) R_B - F_BD * sin(60) + F_BC = 0 D) R_B + F_BD * cos(60) + F_BC = 0
A) Belum diverifikasi B) Perlu perhitungan lebih lanjut C) Telah diverifikasi D) Tidak sesuai
A) -F_AB - F_BD * sin(60) = 0 B) F_AB - F_BD * cos(60) = 0 C) -F_AB + F_BD * cos(60) = 0 D) -F_AB - F_BD * cos(60) = 0
A) R_Ay B) FAB C) FBD D) FCD
A) Diagram Benda Bebas B) FCD C) FAB D) R_Ay
A) FAB B) FCD C) R_Ay D) FBD
A) Mengabaikan sisi kiri B) Hanya menggunakan gaya horizontal C) Mempertimbangkan seluruh struktur D) Hanya menggunakan gaya vertikal
A) √3 B) 1/√3 C) 1/2 D) √3/2
A) 20 B) 5 C) 10 D) 15
A) Statik dan dinamis B) Linear dan non-linear C) Homogen dan heterogen D) Isotropik, ortotropik, atau anisotropik
A) Kelenturan struktur B) Kekakuan total C) Pergeseran titik-titik D) Gaya eksternal yang diterapkan
A) Leonardo da Vinci B) Isaac Newton C) Robert Hooke D) Galileo Galilei
A) 1660 B) 1687 C) 1750 D) 1826
A) Stephen Timoshenko B) Isaac Newton C) Leonhard Euler D) Daniel Bernoulli
A) 1826 B) 1873 C) 1687 D) 1700
A) Claude-Louis Navier B) Daniel Bernoulli C) Stephen Timoshenko D) Leonhard Euler
A) Alexander Hrennikoff B) R. Courant C) J. Turner D) Stephen Timoshenko
A) 1942 B) 1941 C) 1956 D) 1936 |