A) Untuk memahami perilaku melalui eksperimen terkontrol. B) Untuk memprediksi perilaku di masa depan berdasarkan observasi. C) Untuk menganalisis studi kasus historis. D) Untuk memberikan terapi kepada individu.
A) Untuk membuat eksperimen menjadi lebih kompleks. B) Untuk memberikan dasar perbandingan dengan kelompok eksperimen. C) Untuk memanipulasi variabel independen. D) Untuk memastikan peserta tidak menyadari tentang penelitian tersebut.
A) ANOVA (Analisis Varians). B) Analisis regresi. C) Uji Chi-square. D) Uji-t.
A) Persetujuan berdasarkan informasi yang diberikan (Informed consent). B) Manfaat (Beneficence). C) Kerahasiaan (Confidentiality). D) Penipuan (Deception).
A) Sejauh mana hasil sebuah penelitian dapat digeneralisasikan ke dalam situasi dunia nyata. B) Ketepatan pengukuran yang dilakukan. C) Signifikansi statistik dari hasil penelitian. D) Keandalan hasil penelitian jika diulang.
A) Untuk mengumpulkan data tambahan. B) Untuk memastikan bahwa mereka tidak menyadari adanya manipulasi. C) Untuk memberikan umpan balik palsu tentang kinerja mereka. D) Untuk memberi tahu mereka tentang tujuan dan sifat sebenarnya dari penelitian tersebut.
A) Kedua kelompok menerima perlakuan yang berbeda. B) Kelompok eksperimen terpapar pada variabel independen, sedangkan kelompok kontrol tidak terpapar. C) Pada kelompok kontrol, para peneliti tidak mengetahui hasil yang diperoleh. D) Kelompok eksperimen diamati dalam lingkungan yang alami.
A) Kompleksitas desain eksperimen. B) Jumlah peserta dalam penelitian. C) Kemampuan suatu eksperimen untuk diulang dengan menghasilkan hasil yang serupa. D) Signifikansi statistik dari hasil penelitian.
A) Hermann Ebbinghaus di Paris, Prancis. B) Wilhelm Wundt di Leipzig, Jerman. C) Charles Bell di London, Inggris. D) Ernst Heinrich Weber di Berlin, Jerman.
A) Charles Bell B) Francois Magendie C) Wilhelm Wundt D) Ernst Heinrich Weber
A) ΔI / I = k B) I / ΔI = k C) ΔI + I = k D) I - ΔI = k
A) Ernst Heinrich Weber B) Hermann Ebbinghaus C) Francois Magendie D) Wilhelm Wundt
A) Neuroimaging (pemetaan aktivitas otak) B) Analisis genetik C) Observasi perilaku D) Introspeksi
A) Hukum Weber. B) Keyakinan bahwa saraf mengirimkan getaran atau roh. C) Keberadaan saraf motorik. D) Keberadaan saraf sensorik di sumsum tulang belakang.
A) Prinsip Introspeksi Wundt B) Hukum Bell-Magendie C) Hukum Weber D) Kurva Lupa Ebbinghaus
A) Gustav Fechner B) Ernst Heinrich Weber C) Wilhelm Wundt D) Oswald Külpe
A) 1855 B) 1860 C) 1883 D) 1879
A) Introspeksi B) Voluntarisme C) Strukturalisme D) Kerangka Mental (Einstellung)
A) Pemikiran tanpa gambaran (Imageless Thought) B) Pemikiran asosiatif (Associative Thought) C) Pemikiran perseptual (Perceptual Thought) D) Pemikiran sensorik (Sensory Thought)
A) Psikologi Humanistik B) Psikologi Gestalt C) Behaviorisme D) Psikoanalisis
A) Sir Frederic Bartlett B) Jerzy Neyman C) George Trumbull Ladd D) Charles Sanders Peirce
A) Universitas Harvard B) Universitas Johns Hopkins C) Universitas Yale D) Universitas Chicago
A) Universitas Chicago B) Universitas Harvard C) Universitas Johns Hopkins D) Universitas Columbia
A) George Trumbull Ladd B) John Dewey C) Jerzy Neyman D) Joseph Jastrow
A) Desain cross-sectional (potongan lintang). B) Desain longitudinal (panjang waktu). C) Desain dengan kontrol buta dan pengukuran berulang. D) Desain studi kasus-kontrol.
A) Memahami persepsi manusia B) Mengeksplorasi tahapan perkembangan C) Menganalisis interaksi sosial D) Mempelajari perilaku hewan
A) John Dewey B) Joseph Jastrow C) Jerzy Neyman D) George Trumbull Ladd
A) Psikologi Humanistik B) Psikologi Kognitif C) Behaviorisme D) Psikoanalisis
A) 1982 B) 1999 C) 1965 D) 1974
A) Di semua perusahaan swasta. B) Hanya di lembaga pemerintah. C) Di lembaga-lembaga seperti universitas, di mana penelitian psikologi dilakukan. D) Hanya di fasilitas medis.
A) Prinsip kesederhanaan menyarankan untuk memilih teori yang paling kompleks yang tersedia. B) Teori harus dipilih berdasarkan popularitasnya. C) Kesederhanaan tidak relevan dalam membandingkan teori-teori ilmiah. D) Jika dua teori menjelaskan hasil pengamatan dengan baik, pilihlah teori yang lebih sederhana.
A) Metode setengah-satu (split-half) B) Uji ulang (test-retest) C) Validitas konstruk D) Validitas kriteria
A) Skala Celsius B) Skala Rankine C) Skala Fahrenheit D) Skala Kelvin
A) Suhu dalam skala Fahrenheit B) Perbedaan dalam tingkat kebisingan C) Panjang D) Nilai standar pada tes prestasi
A) Skala interval B) Skala ordinal C) Skala nominal D) Skala rasio
A) Tiga tingkat. B) Empat tingkat. C) Dua tingkat. D) Satu tingkat.
A) Desain ini menghilangkan faktor-faktor yang disebabkan oleh perbedaan individu. B) Desain ini tidak memiliki kekurangan. C) Desain ini memungkinkan partisipasi dari lebih banyak orang. D) Desain ini mencegah efek urutan (sequence effects).
A) Lebih sedikit kondisi yang dapat diuji. B) Menghilangkan faktor perbandingan antar individu (person confounds). C) Metode ini membutuhkan jumlah peserta yang lebih banyak. D) Kemungkinan adanya efek urutan (sequence effects).
A) Tidak ada intervensi. B) Intervensi yang sama dengan yang diterima oleh kelompok eksperimen. C) Intervensi yang berbeda dari yang diterima oleh kelompok eksperimen. D) Sebuah plasebo.
A) Sigmund Freud. B) B.F. Skinner. C) R.A. Fisher. D) Jean Piaget.
A) Ekolokasi B) Hibernasi C) Kamuflase D) Migrasi jarak jauh
A) Osilator, atenuator, stroboskop B) Suntikan, pisau bedah, dan stetoskop C) Mikroskop, teleskop, dan termometer D) Komputer, kalkulator, dan ponsel pintar
A) William James B) Sigmund Freud C) Carl Jung D) Ivan Pavlov
A) Pengkondisian klasik B) Pengkondisian operan C) Disonansi kognitif D) Teori pembelajaran sosial
A) Disonansi kognitif B) Pengkondisian operan C) Pengkondisian klasik D) Teori pembelajaran sosial
A) Norman Triplett B) Stanley Milgram C) John B. Watson D) Philip Zimbardo
A) Elektroensefalograf (EEG) B) Pemeriksa MRI C) Chronoskop Hipp D) Mesin poligraf
A) Carl Ludwig B) Matthäus Hipp C) Hermann von Helmholtz D) Wheatstone
A) Fotokymograf B) Galvanometer C) Kymograf D) Stereoskop
A) Menampilkan gambar secara terpisah ke setiap mata B) Mengukur tekanan darah C) Mencatat waktu reaksi D) Mendeteksi impuls saraf
A) Waktu reaksi B) Persepsi kedalaman C) Kecepatan peluru D) Kekuatan arus listrik
A) Beberapa menggunakan lensa. B) Beberapa menggunakan drum yang berputar. C) Beberapa menggunakan bilah yang bergetar. D) Beberapa menggunakan sinyal listrik.
A) Carl Ludwig B) Matthäus Hipp C) Wheatstone D) Hermann von Helmholtz
A) Alat pengukur penciuman (olfaktometer) Zwaardemker. B) Labirin air Morris. C) Labirin lengan radial. D) Elektroensefalograf.
A) Tes ketajaman visual. B) Labirin lengan radial. C) Peralatan olfaktometer. D) Labirin air Morris.
A) Rumah pribadi B) Rumah sakit C) Kantor D) Sekolah
A) Sekolah Frankfurt B) Sekolah Behaviorisme C) Sekolah Psikoanalisis D) Sekolah Kognitif
A) Psikologi Eksperimental B) Ilmu Kognitif C) Teori Kritis D) Analisis Perilaku |