A) Kompetensi pedagogik B) Kompetensi kepribadian C) Kompetensi sosial D) Kompetensi akademik E) Kompetensi profesional
A) 2 ayat1 B) 1 ayat 3 C) 2 ayat 2 D) 1 ayat 2 E) 2 ayat 3
A) 3 dan 5 B) 2 dan 5 C) 4 dan 5 D) 1 dan 2 E) 1,2, dan 5
A) Implementer B) Researcher C) Adapter D) Badan pengawas E) Developers
A) Implementer B) Adapter C) Badan pengawas D) Developers E) Researcher
A) Implementer B) Researcher C) Adapter D) Badan pengawas E) Developers
A) Developer B) Badan pengawas C) Researcher D) Adapter E) Implementer
A) Kurikulum KBK B) Kurikulum 1952 C) Kurikulum 1994 D) Kurikulum 2013 E) Kurikulum KTSP
A) Kurikulum 2013 B) Kurikulum 1994 C) Kurikulum KBK D) Kurikulum KTSP E) Kurikulum 1952
A) Kurikulum KBK B) Kurikulum 2013 C) Kurikulum KTSP D) Kurikulum 1952 E) Kurikulum 1994
A) kurikulum dikembangkan karena ada keresahan dari guru B) inisiatif pengembangan berasal dari tingkat pusat C) Permintaan dan kebutuhan masyarakat D) guru memiliki peran yang besar dalam pengembangan kurikulum E) administrator pendidikan berperan sebagai fasilitator
A) adanya kesinambungan materi kurikulum antar-jenis dan jenjang pendidikan B) penyediaan keleluasaan bagi guru untuk menyesuaian pelaksanaan kurikulum dengan kondisi sekolah C) Inisiatif pengembangan dari pusat D) pengembangan materi, kegiatan, dan evaluasi yang sesuai dengan kompetensi yang diharapkan E) pengembangan semua komponen kurikulum untuk pembentukan pribadi yang utuh
A) Sentralisasi, desentralisasi, kooperatif B) Desentralisasi, kooperatif, memusat C) Sentralisasi, desentralisasi, sentral-desentral D) Bijektif, kooperatif, desentralisasi E) Desentralisasi, bijektif, memusat
A) Melaksanakan kurikulum tanpa ada pembaharuan B) Menyusun kurikulum sesuai dengan kebutuhan siswa C) Menyusun kurikulum sesuai dengan kebutuhan nasional D) Menyusun kurikulum sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat E) Melaksanakan kurikulum dengan beberapa pembaharuan
A) Menyusun kurikulum sesuai dengan tingkat kemampuan sekolah dan kebutuhan masyarakat setempat B) Menyusun kurikulum sesuai dengan kebutuhan nasional C) Menjalankan kurikulum tanpa ada pembaharuan D) Menyusun kurikulum tanpa memperhatikan kemampuan sekolah E) Menyamakan susunan kurikulum dengan kelompok atau lembaga lain
A) Adanya keseragaman kurikulum nasional B) Sesuai dengan kebutuhan nasional C) Sesuai dengan tingkat dan kemampuan sekolah D) Semua sekolah memiliki kesiapan untuk menyusun kurikulum sendiri E) Adanya keseragaman standar penilaian nasional
A) Tidak adanya keseragaman kurikulum B) Adanya keseragaman standar penilaian C) Tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat D) Tidak sesuai dengan tingkat kemampuan sekolah E) Guru kesulitan dalam pelaksanaannya
A) Menjalankan kurikulum tanpa pembaharuan B) Menyusun kurikulum baru tanpa memperhatikan kurikulum yang berlaku C) Fokus dalam menjalankan kurikulum baru dan mengabaikan kurikulum yang berlaku D) Menjalankan proses pembelajaran tanpa memperhatikan kurikulum E) Menjalankan kurikulum dengan beberapa pembaharuan yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan sekolah
A) Kurangnya rasa tanggung jawab guru terhadap perkembangan pendidikan B) Kurangnya fasilitas yang diberikan kepada guru C) Kurangnya waktu, kemampuan, dan pengetahuan guru D) Kurangnya komunikasi antara pihak-pihak terkait E) Kurangnya siswa untuk dijadikan bahan penilaian
A) Sosialisasi akan pentingnya peran guru dalam membimbing siswa B) Sosialisasi akan pentingnya guru peran guru sebagai teladan bagi siswa C) Sosialisasi akan pentingnya guru dalam mengenal karakteristik siswa D) Sosialisasi akan pentingnya kemampuan dalam menguasai materi ajar E) Sosialisasi akan pentingnya peran guru dalam kurikulum dan pendidikan |