A) Puisi tentang kehidupan di perkotaan. B) Puisi tentang eksplorasi ruang angkasa. C) Puisi yang berfokus pada hubungan antara manusia dan lingkungan. D) Puisi tentang peristiwa bersejarah.
A) Untuk mempromosikan konsumerisme. B) Untuk mengabaikan masalah lingkungan. C) Untuk memuliakan industrialisasi. D) Untuk meningkatkan kesadaran tentang masalah lingkungan.
A) Fokusnya pada isu-isu politik. B) Fokusnya pada isu-isu lingkungan dan ekologi. C) Penekanan pada emosi pribadi. D) Penggunaan bahasa yang rumit.
A) Keinginan untuk memiliki kekayaan materi. B) Fokus pada pembangunan perkotaan. C) Kesadaran akan tanggung jawab terhadap lingkungan. D) Ketidakpedulian terhadap alam.
A) Hiperbola dan ironi. B) Aliterasi dan personifikasi bunyi. C) Citraan dan simbolisme. D) Rima dan irama.
A) Puisi lingkungan dapat menyangkal keberadaan perubahan iklim. B) Puisi lingkungan dapat menawarkan solusi yang tidak realistis. C) Puisi lingkungan dapat mengabaikan isu-isu yang berkaitan dengan iklim. D) Puisi lingkungan dapat membangkitkan emosi dan empati terhadap alam.
A) Keunggulan manusia atas alam. B) Ketidakpentingan masalah-masalah ekologis. C) Keterkaitan antara semua makhluk hidup dan lingkungan. D) Pemisahan antara manusia dan dunia alam.
A) Dari alam dan interaksi ekologis. B) Dari peristiwa-peristiwa bersejarah. C) Dari dunia fiksi. D) Dari kehidupan sehari-hari di perkotaan. |