A) Benda-benda materi dan validasi dari luar. B) Ikatan yang aman dan lingkungan yang penuh kasih sayang. C) Disiplin yang ketat dan harapan yang tinggi. D) Pujian yang terus-menerus, tanpa memandang usaha.
A) Lakukan tugas tersebut untuk mereka untuk memastikan keberhasilan. B) Hukum mereka untuk mencegah kesalahan serupa di masa depan. C) Abaikan kesalahan tersebut untuk menghindari rasa malu. D) Anggap kesalahan tersebut sebagai kesempatan untuk belajar.
A) Memberikan umpan balik yang spesifik dan positif. B) Mendorong mereka untuk mencoba hal-hal baru. C) Melindungi mereka dari semua tantangan. D) Membantu mereka menetapkan tujuan yang realistis.
A) Pujian hanya untuk bakat bawaan. B) Pujian atas usaha dan kemajuan. C) Pujian yang terus-menerus dan bersifat umum. D) Pujian yang didasarkan pada perbandingan dengan orang lain.
A) Yakinkan mereka bahwa mereka akan selalu berhasil. B) Hentikan mereka dari mencoba tugas-tugas yang menantang. C) Paksa mereka untuk menghadapi ketakutan mereka secara langsung. D) Jadikan kegagalan sebagai bagian normal dari proses belajar.
A) Hal ini tidak diperlukan dan membuang waktu. B) Hal ini dapat menyebabkan kekacauan dan ketidakpatuhan. C) Hal ini mendorong rasa kemandirian dan kendali. D) Hal ini dapat membuat mereka menjadi sombong dan menuntut.
A) Dengan terus-menerus mengkritik diri sendiri dan kemampuan Anda. B) Dengan berpura-pura menjadi sempurna dan tidak pernah melakukan kesalahan. C) Dengan menghindari tantangan apa pun yang mungkin menyebabkan kegagalan. D) Dengan menunjukkan ketahanan dan berbicara positif tentang diri sendiri.
A) Ini membuat mereka menjadi terlalu sensitif. B) Ini memvalidasi perasaan mereka dan membangun kepercayaan. C) Ini adalah pemborosan waktu jika kekhawatiran mereka tampak sepele. D) Ini memperkuat pola pikir negatif.
A) Mempelajari keterampilan atau hobi baru B) Berpartisipasi dalam olahraga tim C) Menjadi sukarelawan dan membantu orang lain D) Persaingan terus-menerus dengan anak-anak lain
A) Hal itu memotivasi anak-anak untuk bekerja lebih keras. B) Hal itu merusak harga diri dan kepercayaan diri. C) Hal itu adalah tanda kecerdasan dan kesadaran diri. D) Hal itu tidak berbahaya dan tidak memengaruhi perilaku.
A) Dorong mereka untuk memecah tugas menjadi langkah-langkah yang lebih kecil. B) Setujui dengan mereka dan katakan agar mereka mencoba sesuatu yang lebih mudah. C) Lakukan tugas tersebut untuk mereka untuk membuktikan bahwa mereka salah. D) Katakan kepada mereka bahwa mereka malas dan perlu berusaha lebih keras.
A) Ketekunan dan semangat untuk mencapai tujuan jangka panjang. B) Agresivitas dan keinginan untuk menang dengan segala cara. C) Kurangnya empati dan perhatian terhadap orang lain. D) Bakat alami dan kemampuan bawaan.
A) Hal ini memperkuat perilaku positif dan meningkatkan semangat. B) Hal ini membuat anak-anak menjadi puas diri dan kurang termotivasi. C) Hal ini tidak perlu karena yang penting hanya pencapaian besar. D) Hal ini menciptakan harapan yang tidak realistis tentang pencapaian yang terus-menerus.
A) Beritahu mereka apa yang menurut Anda adalah kekuatan mereka, terlepas dari pendapat mereka. B) Bandingkan kemampuan mereka dengan kemampuan teman sebaya mereka. C) Fokus hanya pada kelemahan dan area yang perlu ditingkatkan. D) Dorong mereka untuk merenungkan hal-hal yang mereka sukai dan kuasai.
A) Dengan memarahi mereka karena memiliki masalah sejak awal. B) Dengan langsung menyelesaikan masalah mereka. C) Dengan mengabaikan masalah mereka dan berharap masalah tersebut akan hilang dengan sendirinya. D) Dengan membimbing mereka melalui proses mencari solusi.
A) Hal ini tidak diperlukan jika mereka sudah memiliki kepercayaan diri. B) Hal ini membuat mereka menjadi lemah dan tidak mampu menghadapi tantangan. C) Hal ini mendorong mereka untuk menjadi egois dan memprioritaskan kebutuhan mereka sendiri. D) Hal ini membantu mereka untuk bersikap baik terhadap diri mereka sendiri selama masa-masa sulit.
A) Saya seharusnya hanya mencoba hal-hal yang sudah saya kuasai. B) Saya baik dalam sesuatu atau saya tidak. C) Kemampuan saya bersifat tetap dan tidak dapat diubah. D) Saya bisa mempelajari apa saja jika saya berusaha dengan cukup keras.
A) Hal ini menghambat kreativitas dan kemandirian mereka. B) Hal ini membuat mereka merasa terkekang dan merasa marah. C) Hal ini tidak diperlukan jika mereka berperilaku baik. D) Hal ini memberikan rasa aman dan kepastian.
A) Dengan menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung. B) Dengan mengejek mereka karena merasa takut. C) Dengan menjamin mereka akan berhasil sebelum mereka mencoba. D) Dengan memaksa mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan berbahaya.
A) Afirmasi positif sebaiknya digunakan secara terus-menerus, terlepas dari situasinya. B) Afirmasi positif adalah solusi pasti untuk masalah rendahnya harga diri. C) Afirmasi positif tidak memiliki arti dan tidak efektif. D) Afirmasi positif dapat membantu mengubah cara pandang terhadap pikiran negatif.
A) Hal itu membantu mereka memahami kekuatan dan kelemahan mereka. B) Ini adalah cara yang adil untuk mengukur kemajuan mereka. C) Hal itu dapat mendorong mereka untuk berkompetisi dan meningkatkan diri. D) Hal itu dapat memicu persaingan dan merusak harga diri.
A) Paksa mereka untuk berinteraksi dengan kelompok orang yang besar. B) Katakan kepada mereka untuk "mengatasi" rasa malu mereka dan menjadi lebih terbuka. C) Labeli mereka sebagai pemalu dan hindari menempatkan mereka dalam situasi sosial. D) Dorong mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan kelompok kecil.
A) Selalu merugikan dan sebaiknya dihindari sepenuhnya. B) Dampaknya bisa positif maupun negatif, tergantung pada cara penggunaannya. C) Selalu bermanfaat untuk membangun harga diri. D) Tidak memiliki dampak pada kepercayaan diri.
A) Memiliki sistem dukungan yang kuat. B) Menghindari semua situasi yang menimbulkan stres. C) Selalu menang dan tidak pernah mengalami kemunduran. D) Memiliki sifat optimis secara alami.
A) Dengan membantu mereka melihatnya sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang. B) Dengan melindungi mereka dari semua kritik. C) Dengan mendorong mereka untuk mengabaikan semua kritik. D) Dengan mengajarkan mereka untuk selalu membela diri, bahkan ketika mereka salah.
A) Sarankan anak tersebut untuk mengabaikan pelaku perundungan. B) Bekerja samalah dengan anak tersebut, sekolah, dan orang tua pelaku perundungan untuk mengatasi masalah ini. C) Redakan situasi dan katakan kepada anak tersebut bahwa ini bukanlah masalah besar. D) Dorong anak tersebut untuk melawan.
A) Hal ini tidak diperlukan karena perasaan bersifat irasional. B) Ini adalah tanda kelemahan. C) Hal ini membuat mereka menjadi terlalu dramatis dan emosional. D) Hal ini membantu mereka mengembangkan kecerdasan emosional.
A) Menuruti semua permintaan mereka untuk menghentikan perilaku ngambek. B) Menghukum mereka dengan keras karena perilaku yang tidak pantas. C) Mengabaikan mereka sepenuhnya sampai perilaku ngambek berhenti. D) Tetap tenang dan berikan ruang aman bagi mereka untuk mengungkapkan perasaannya.
A) Dorong mereka untuk mengeksplorasi minat dan nilai-nilai mereka. B) Cegah mereka untuk mengekspresikan diri secara berbeda. C) Paksa mereka untuk menyesuaikan diri dengan harapan masyarakat. D) Beritahu mereka bagaimana seharusnya mereka berperilaku dan apa yang seharusnya mereka yakini.
A) Mereka cenderung lebih berani mengejar impian mereka dan menjalani hidup yang memuaskan. B) Mereka tidak akan pernah mengalami tantangan atau kegagalan. C) Mereka akan menjadi sombong dan merasa berhak atas segalanya. D) Mereka dijamin akan sukses dan menjadi kaya. |