A) Dia memangkasnya. B) Dia menyiramnya. C) Dia mengutuknya. D) Dia memberkatinya.
A) Pohon itu tidak berbuah. B) Pohon itu memiliki terlalu banyak daun. C) Batangnya terlalu tinggi. D) Pohon itu sedang layu.
A) Ia merupakan simbol penyembuhan. B) Ia menunjukkan kekayaan. C) Ia melambangkan kekeringan spiritual. D) Ia mewakili kelimpahan.
A) Dia hanya menemukan daun-daun. B) Dia merasa senang. C) Dia duduk di bawahnya. D) Dia memanjatnya.
A) Selalu tanam benih. B) Makanlah buah ara. C) Berimanlah kepada Tuhan. D) Bersikaplah baik kepada pepohonan.
A) Penyembuhan. B) Kesejahteraan. C) Sebuah mukjizat. D) Hukuman atas ketidakberhasilan menghasilkan buah.
A) Acuh tak acuh. B) Kecewa. C) Gembira. D) Marah.
A) Kamu akan menghasilkan buah. B) Tidak seorang pun akan memakan buah darimu lagi. C) Kamu akan berbunga tahun depan. D) Kamu akan tumbuh tinggi.
A) Kesuburan yang hilang secara permanen. B) Berkat yang tersembunyi. C) Pertumbuhan di masa depan. D) Hukuman sementara.
A) Beberapa hari. B) Semalam. C) Satu tahun. D) Satu minggu penuh.
A) Musim panas. B) Musim gugur. C) Bukan musim panen buah ara. D) Musim dingin.
A) Yakinkanlah dalam hati bahwa kamu telah menerima. B) Berdoalah dengan tenang. C) Berdoalah hanya pada malam hari. D) Hanya berdoalah dalam kelompok.
A) Yohanes. B) Matius. C) Andreas. D) Petrus.
A) Iman membutuhkan bukti. B) Iman dapat memindahkan gunung. C) Iman tidak relevan. D) Iman hanya untuk orang-orang yang saleh. |