A) Air B) Karbon dioksida C) Metanol D) Aseton
A) Cair B) Padat C) Superkritis D) Gas
A) Perbedaan kelarutan dalam fase gerak. B) Perbedaan konduktivitas. C) Perbedaan titik didih. D) Perbedaan berat molekul.
A) Menghindari kontaminasi pelarut. B) Meningkatkan sensitivitas detektor. C) Mempertahankan kondisi superkritis. D) Meningkatkan suhu kolom.
A) Rentang aplikasi yang terbatas B) Resolusi yang lebih tinggi C) Pemisahan yang lebih cepat D) Biaya peralatan yang lebih rendah
A) Mengurangi interferensi pada detektor. B) Meningkatkan kelarutan analit. C) Menstabilkan efisiensi kolom. D) Meningkatkan selektivitas fase diam.
A) Zona transisi B) Wilayah mendekati titik kritis C) Zona superkritis D) Titik kritis
A) Berair B) Cair C) Gas D) Padat
A) Dengan mengubah tekanan dan suhu, sehingga memungkinkan penyesuaian halus antara keadaan seperti cairan dan gas. B) Dengan mengubah komposisi kimianya. C) Melalui paparan terhadap cahaya. D) Dengan menambahkan zat pengotor.
A) Hanya ketika kedua komponen memiliki titik kritis yang identik. B) Dalam semua campuran biner, tanpa terkecuali. C) Ketika salah satu komponen memiliki volatilitas yang jauh lebih tinggi daripada komponen lainnya, pada tekanan tinggi dan suhu di atas titik kritis masing-masing komponen. D) Pada tekanan rendah, terlepas dari suhu.
A) Sebagai rata-rata aritmetika dari suhu dan tekanan kritis dari kedua komponen. B) Hanya menggunakan suhu kritis dari salah satu komponen. C) Dengan menjumlahkan titik kritis dari setiap komponen. D) Tidak dapat diperkirakan; nilai ini harus selalu diukur secara eksperimen.
A) Dengan merata-ratakan titik didih dari masing-masing komponen. B) Dengan hanya menggunakan pengamatan empiris tanpa perhitungan. C) Persamaan keadaan, seperti metode Peng-Robinson atau metode kontribusi kelompok. D) Melalui pengukuran langsung pada semua tekanan dan suhu yang mungkin.
A) Titik kritis B) Garis kerapatan-tekanan C) Kurva titik didih D) Kurva titik leleh
A) 570 MPa B) 3,4 MPa (34 bar) C) 7,38 MPa (73,8 bar) D) 40 bar
A) Kerapatannya meningkat. B) Kerapatannya menurun secara signifikan. C) Kerapatannya tetap konstan. D) Kerapatannya berfluktuasi secara tidak terduga.
A) 14.000 MPa B) 3,4 MPa (34 bar) C) 7,38 MPa (73,8 bar) D) 570 MPa
A) Baron Charles Cagniard de la Tour B) Benjamin Thompson C) James Prescott Joule D) Michael Faraday
A) Farmasi B) Kosmetik C) Ilmu pangan D) Mikroelektronika
A) 500 K B) 273 K C) 300 K D) 735 K
A) 1,0 megapaskal B) 12,0 megapaskal C) 9,3 megapaskal D) 5,0 megapaskal
A) Fasilitas produksi hidrogen. B) Peralatan pembersih kering berbasis CO2. C) Reaktor gasifikasi biomassa. D) Peralatan ekstraksi fluida superkritis.
A) Fluida superkritis lebih murah dibandingkan pelarut konvensional. B) Fluida superkritis dapat memperpanjang waktu reaksi. C) Fluida superkritis menghilangkan kebutuhan akan katalis. D) Difusi yang cepat mempercepat reaksi yang dikendalikan oleh difusi.
A) 50–500 nm B) 5–2000 nm C) 10–5000 µm D) 100–10000 nm
A) Metode ini mempercepat proses pengeringan secara signifikan. B) Metode ini mengurangi biaya bahan yang digunakan. C) Metode ini menghilangkan pelarut tanpa menyebabkan distorsi akibat tegangan permukaan. D) Metode ini meningkatkan kekuatan mekanik aerogel.
A) Teknologi ini mengurangi kebutuhan akan katalis. B) Teknologi ini membutuhkan energi yang lebih sedikit untuk memanaskan air. C) Teknologi ini menghilangkan gelembung pada elektroda, sehingga mengurangi kerugian akibat hambatan listrik. D) Teknologi ini meningkatkan volume hidrogen yang dihasilkan.
A) Ikatan antar cincin alifatik terpecah menjadi campuran fenol dengan berat molekul rendah. B) Lignin membentuk lapisan pelindung di sekitar polisakarida. C) Lignin sepenuhnya diubah menjadi gula sederhana. D) Lignin tetap tidak berubah karena waktu reaksi yang singkat.
A) Kondisi superkritis hanya dapat dicapai pada tekanan yang rendah. B) Sebuah sistem reaksi berkelanjutan harus dirancang karena waktu reaksi sangat singkat. C) Proses ini membutuhkan waktu reaksi yang lama agar efektif. D) Jumlah air yang besar diperlukan untuk mempertahankan reaksi.
A) Neon, Krypton, Xenon B) H2, CH4, CO2, CO C) O2, N2, Ar D) NH3, SO2, NOx
A) Oksidasi B) Transesterifikasi C) Hidrogenasi D) Fermentasi
A) Siklus Brayton B) Siklus Allam C) Siklus Rankine D) Siklus Otto
A) Biaya operasional yang lebih rendah. B) Pengurangan paparan radiasi. C) Peningkatan efisiensi termal yang serupa. D) Peningkatan ketersediaan bahan bakar.
A) Lapangan gas Laut Utara B) Lapangan gas Texas C) Lapangan gas Alaska D) Lapangan gas Sleipner
A) Jepang B) India C) Tiongkok D) Korea Selatan
A) Penurunan densitas B) Peningkatan viskositas C) Peningkatan konduktivitas D) Sifat antimikroba |