A) Aksi seram pada jarak jauh B) Keterikatan kuantum C) Dualitas gelombang-partikel D) Fungsi gelombang
A) Luas permukaan suatu sistem kuantum. B) Bit kuantum yang dapat berada dalam keadaan superposisi atau terjerat. C) Partikel dasar dalam inti atom. D) Satuan energi terkuantisasi.
A) Partikel virtual yang berinteraksi dengan materi. B) Prediksi tentang keadaan masa depan suatu sistem kuantum. C) Sifat-sifat suatu sistem yang dapat diukur. D) Konsep-konsep teoretis yang tidak dapat diamati secara langsung.
A) Hilangnya koherensi kuantum dan transisi ke perilaku klasik. B) Peningkatan keterikatan (entanglement) antara partikel. C) Pengembangan algoritma kuantum untuk enkripsi. D) Proses mengubah bit klasik menjadi bit kuantum.
A) Menentukan kecepatan cahaya dalam ruang hampa. B) Membuktikan hukum kekekalan energi. C) Menunjukkan perilaku elektron dalam medan magnet. D) Menunjukkan dualitas gelombang-partikel cahaya dan materi.
A) Komputer yang dioptimalkan untuk koneksi internet berkecepatan tinggi. B) Perangkat yang mengontrol reaksi atom dalam pembangkit listrik. C) Perangkat lunak yang mensimulasikan perilaku mekanika kuantum. D) Komputer yang menggunakan qubit untuk melakukan perhitungan berdasarkan prinsip-prinsip kuantum.
A) Orbital didefinisikan oleh probabilitas menemukan sebuah elektron. B) Atom terdiri dari partikel bermuatan positif dan negatif. C) Elektron mengorbit inti atom pada tingkat energi yang terpisah. D) Elektron dan proton memiliki momentum yang terkuantisasi.
A) Fenomena di mana sebuah partikel menembus penghalang potensial. B) Pergerakan partikel dalam gerakan siklik. C) Pengiriman data melalui komputer kuantum. D) Pembentukan partikel virtual dalam akselerator partikel.
A) Melalui prinsip ketidakpastian. B) Sebagai pendekatan yang berlaku pada skala biasa. C) Dengan menggunakan variabel tersembunyi. D) Dengan mengabaikan dualitas gelombang-partikel.
A) Teori Einstein B) Prinsip ketidakpastian C) Aturan konstanta Planck D) Prinsip Heisenberg
A) Richard Feynman, Stephen Hawking, Roger Penrose B) Niels Bohr, Erwin Schrödinger, Werner Heisenberg, Max Born, Paul Dirac C) Isaac Newton, Albert Einstein, James Clerk Maxwell D) Galileo Galilei, Johannes Kepler, Tycho Brahe
A) Prinsip ketidakpastian Heisenberg B) Teorema Bell C) Teori relativitas Einstein D) Teorema Planck
A) Hanya mekanika klasik. B) Hanya statistika. C) Bilangan kompleks, aljabar linear, persamaan diferensial, teori grup. D) Aritmetika dasar dan geometri.
A) Keruntuhan keadaan kuantum B) Dualitas gelombang-partikel C) Prinsip superposisi D) Prinsip ketidakpastian
A) Operator tersebut bersifat non-linear (tidak linier). B) Operator tersebut bersifat non-deterministik. C) Operator tersebut bersifat komutatif. D) Operator tersebut bersifat uniter.
A) Atom helium B) Molekul biologis yang kompleks C) Sistem multi-elektron yang tidak memiliki solusi eksplisit D) Atom hidrogen
A) [X^, P^] = -iℏ B) [X^, P^] = iℏ C) [X^, P^] = ℏ D) [X^, P^] = 0
A) ψ_A * ψ_B. B) ψ_A ⊗ ψ_B. C) (ψ_A)2 ⊗ (ψ_B)2. D) ψ_A + ψ_B.
A) Vektor keadaan. B) Matriks densitas yang direduksi. C) POVM (Positive Operator-Valued Measures). D) Keadaan terjalin (entangled states).
A) Matriks densitas. B) Vektor keadaan. C) Ukuran nilai operator positif (Positive Operator-Valued Measures - POVMs). D) Keadaan terbelit (entangled states).
A) Mekanika matriks B) Formulasi integral lintasan Feynman C) Mekanika gelombang D) Teori transformasi
A) Hamiltonian (H) B) Operator Hermitian apa pun C) Prinsip aksi D) Observable yang kekal
A) U(t) = e-iHt/ℏ B) U(t) = iHt/ℏ C) U(t) = Ht/ℏ D) U(t) = eiHt/ℏ
A) -(ℏ² / (2m)) d² / dx² B) (πa⁻¹ / 4) e^(-x² / (2a)) C) (ℏk² / (2m)) e^(i(kx - ℏkt)) D) (1 / 2m) P²
A) ℏk B) e-ak² / 2 C) (1/√(2π)) ∫ eikx dk D) -(ℏ² / (2m)) d² / dx²
A) (1/√(2π)) ∫ eikx dk B) e^(i(kx - ℏk²t / (2m))) C) -(ℏ² / (2m)) d² / dx² D) ψk, 0
A) Di batas-batas B) Sebuah wilayah tertentu C) Seluruh ruang D) Di luar kotak
A) Teori perturbasi (perturbation theory) B) Metode variasi (variational method) C) Metode pemisahan variabel (separation of variables) D) Metode tangga (ladder method)
A) Detektor B) Sumber foton C) Operasi penggeser fasa D) Operasi pemecah berkas cahaya
A) |α|² - |β|² = 1 B) |α|² + |β|² = 1 C) |α|² * |β|² = 1 D) |α| + |β| = 1
A) Ruang Hilbert B) Ruang fase C) Ruang Minkowski D) Ruang Euclidean
A) Operator Hermitian B) Matriks Uniter C) Nilai eigen D) Fungsi gelombang
A) Kuantisasi B) Superposisi C) Dekohorensi D) Keterikatan (entanglement)
A) Eksperimen celah ganda B) Efek fotolistrik C) Penyebaran Rutherford D) Eksperimen Stern-Gerlach
A) Foton, yang membawa gaya elektromagnetik. B) Gluon, yang membawa gaya nuklir kuat. C) Boson W, yang membawa gaya nuklir lemah. D) Graviton, yang membawa gaya gravitasi.
A) Gelombang gravitasi B) Medan kuantum C) Loop-loop string D) Jaringan spin
A) 1900 B) 1803 C) 1925 D) 1859
A) Michael Faraday B) Julius Plücker C) Johann Wilhelm Hittorf D) Eugen Goldstein
A) Albert Einstein B) Niels Bohr C) Gustav Kirchhoff D) Max Planck
A) 1900 B) 1915 C) 1925 D) 1899
A) Albert Einstein B) Erwin Schrödinger C) Niels Bohr D) Max Born
A) Max Born B) Louis de Broglie C) Werner Heisenberg D) Erwin Schrödinger
A) 1925 B) 1923 C) 1926 D) 1930
A) Simposium Mekanika Kuantum B) Konferensi Solvay Kelima C) Konferensi Solvay Pertama D) Kongres Fisika Internasional
A) Julius Plücker B) J. J. Thomson C) Michael Faraday D) Eugen Goldstein
A) Werner Heisenberg B) Pascual Jordan C) Max Born D) Arnold Sommerfeld
A) Banyak bidang ilmu B) Relativitas umum C) Hanya fisika klasik D) Termodinamika |