A) Keunggulan materialisme. B) Rekonsiliasi antara kebebasan dan alam. C) Penolakan terhadap eksistensi. D) Empirisme yang ketat.
A) Empirisme. B) Idealisme Jerman. C) Rasionalisme. D) Positivisme Logis.
A) Keduanya adalah aspek dari realitas yang sama. B) Alam lebih unggul daripada jiwa. C) Keduanya sepenuhnya terpisah. D) Jiwa hanyalah produk dari alam.
A) Pengalaman sehari-hari yang biasa. B) Rasionalitas yang sempurna. C) Hanya keindahan estetika. D) Pengalaman akan keabsolutan.
A) Materialisme. B) Kesatuan keberadaan. C) Dualisme. D) Individualisme.
A) Untuk memahami hakikat mutlak. B) Untuk mempromosikan norma-norma sosial. C) Untuk menetapkan kebenaran yang bersifat dogmatis. D) Untuk mengumpulkan data empiris.
A) Hanya berfungsi sebagai hiasan. B) Peran yang sangat penting dan informatif. C) Sebuah bentuk pelarian. D) Gangguan yang tidak penting.
A) Hanya memiliki fungsi praktis. B) Peran yang signifikan dalam memahami keabsolutan. C) Tidak memainkan peran apa pun. D) Peran yang kecil dan berada di bawah akal budi.
A) Metode dialektis. B) Metode analitis. C) Skeptisisme radikal. D) Materialisme historis.
A) Filsafat memberikan dasar bagi penelitian ilmiah. B) Filsafat sebaiknya ditinggalkan demi ilmu pengetahuan. C) Keduanya tidak memiliki hubungan sama sekali. D) Ilmu pengetahuan lebih unggul daripada filsafat. |