A) Eksponensiasi B) Integrasi C) Perkalian matriks D) Turunan
A) Aturan Hasil Bagi (Quotient Rule) B) Aturan Hasil Kali (Product Rule) C) Aturan Rantai (Chain Rule) D) Aturan Pangkat (Power Rule)
A) Pi B) Nol C) Tak hingga D) Fungsi itu sendiri
A) cos(x) B) -sin(x) C) tan(x) D) csc(x)
A) Nilai rata-rata dari sebuah fungsi B) Fungsi itu sendiri C) Sebuah transformasi linear D) Laju perubahan dari laju perubahan
A) x2 B) 2x C) 1/x D) 2
A) Penjumlahan B) Komposisi C) Diferensiasi D) Perkalian
A) Aturan Hasil Kali (Product Rule) B) Aturan Hasil Bagi (Quotient Rule) C) Aturan Rantai (Chain Rule) D) Aturan Pangkat (Power Rule)
A) Domain (cakupan) B) Integral C) Akar-akar D) Laju perubahan
A) Joseph Ritt B) Ellis Kolchin C) Niels Henrik Abel D) David Hilbert
A) Sebuah cincin komutatif yang dilengkapi dengan satu atau lebih turunan yang saling komutatif. B) Sebuah himpunan semua kemungkinan turunan dalam kalkulus. C) Sebuah lapangan tanpa turunan. D) Sebuah cincin non-komutatif yang tidak memiliki turunan.
A) Sebuah gelanggang diferensial yang juga merupakan bidang. B) Sebuah himpunan dari semua diferensial yang mungkin dalam kalkulus. C) Sebuah gelanggang komutatif tanpa turunan. D) Sebuah struktur aljabar yang tidak komutatif.
A) Aljabar-aljabar ini berfungsi sebagai contoh cincin non-komutatif tanpa turunan. B) Aljabar-aljabar ini hanya digunakan dalam aljabar polinomial. C) Aljabar-aljabar ini tidak terkait dengan aljabar diferensial. D) Aljabar-aljabar ini dianggap sebagai bagian dari aljabar diferensial.
A) Sebuah gelanggang komutatif tanpa turunan. B) Sebuah himpunan dari semua diferensial yang mungkin dalam kalkulus. C) Sebuah gelanggang diferensial yang mengandung K sebagai subgelanggang dengan turunan yang sesuai. D) Sebuah struktur aljabar yang tidak terkait dengan lapangan atau gelanggang.
A) δ(cr) = δ(c)r B) δ(cr) = cδ(r) C) δ(cr) = rδ(c) D) δ(cr) = crδ(c)
A) δ(r/u) = (δ(r)u - rδ(u)) / u2 B) δ(r/u) = δ(r) / δ(u) C) δ(r/u) = (rδ(u) - δ(r)) / u D) δ(r/u) = u(δ(r) - rδ(u))
A) δ(rn) = δ(r)/r B) δ(rn) = nδ(r)rn-1 C) δ(rn) = nrn-1δ(r) D) δ(rn) = rnδ(r)
A) δ(u1e1 ... u_ne_n) = e1(δ(u1)) + ... + e_n(δ(u_n)) B) δ(u1e1 ... u_ne_n) = (u1e1 ... u_ne_n)(e1δ(u1) + ... + e_nδ(u_n)) C) δ(u1e1 ... u_ne_n) / (u1e1 ... u_ne_n) = δ(u1) / u1 + ... + δ(u_n) / u_n D) δ(u1e1 ... u_ne_n) / (u1e1 ... u_ne_n) = e1(δ(u1) / u1) + ... + e_n(δ(u_n) / u_n)
A) Hanya jika S tak hingga. B) Umumnya, tidak. C) Ya, selalu. D) Jika S hanya berisi konstanta.
A) Menyelesaikan persamaan diferensial tanpa penyederhanaan apapun. B) Pengurutan turunan, polinomial, dan himpunan polinomial. C) Integrasi numerik persamaan diferensial. D) Pembuatan grafik persamaan diferensial.
A) Memberikan peringkat yang sama kepada semua turunan. B) Penentuan peringkat turunan secara acak. C) Sebuah urutan total dan sebuah urutan yang dapat diterima, yang didefinisikan oleh kondisi tertentu. D) Mengabaikan urutan turunan.
A) u_p B) d C) a_d D) p
A) Koefisien utama, yaitu a_d B) Peringkat, yaitu u_pd C) Separasi, yaitu S_p D) Suku konstanta, yaitu a0
A) HΩ merupakan himpunan yang terkandung dalam himpunan HA. B) HA merupakan himpunan yang mengandung himpunan HΩ. C) HΩ sama dengan HA. D) HΩ merupakan himpunan yang mengandung himpunan HA.
A) Ideal prima. B) Ideal maksimal. C) Ideal minimal. D) Ideal radikal.
A) (Mer(f(y), ∂y)) B) (T' = T ∘ y - y ∘ T) C) (Ea(p(y)) = p(y + a)) D) (C{y}, p(y) ⋅ ∂y)
A) Ea(p(y)) = T ∘ y - y ∘ T B) Ea(p(y)) = p(y + a) C) Ea(p(y)) = p(y) ⋅ ∂y D) Ea(p(y)) = Mer(f(y), ∂y)
A) T' = T ∘ y - y ∘ T B) Ea ∘ T = T ∘ Ea C) Ea(p(y)) = p(y + a) D) Ea ∘ T ≠ T ∘ Ea
A) Operator diferensial linear B) Ruang fungsi meromorfik diferensial C) Turunan Pincherle D) Operator pergeseran
A) (Q .δ) B) (C .δ) C) (R .δ) D) (Z .δ) |