A) d. Laporan Produksi B) b. Naskah (Script) C) c. Sinopsis D) a. Proposal Program E) e. Logline
A) c. Arsip setelah program tayang. B) a. Alat untuk mengukur rating penonton. C) b. Media promosi program. D) d. Dokumen keuangan proyek. E) e. Pedoman utama bagi semua kru produksi dan pemain.
A) d. Plot B) a. Karakter C) b. Setting D) e. Tema E) c. Konflik
A) a. Dialog B) c. Monolog C) d. Deskripsi D) e. Narasi E) b. Aksi
A) b. Double-act structure B) a. Three-act structure C) c. Single-act structure D) d. Linear structure E) e. Non Linear structure
A) b. Sequence B) a. Scene C) d. Season D) e. Episode E) c. Shot
A) d. Prose script B) a. Two-column script C) b. Radio script D) c. One-column script E) e. Master scene format
A) b. Logline B) c. Outline C) a. Treatment D) e. Full Script E) d. Sinopsis
A) a. Informatif B) e. Tersirat C) d. Fungsional D) b. Ekspresif E) c. Redundan
A) c. Konseptualisasi B) e. Brainstorming C) d. Distribusi D) a. Revisi E) b. Finalisasi
A) d. Denouement B) e. Reduksi C) b. Klimaks D) a. Resolusi E) c. Konflik
A) e. Genre B) a. Setting C) c. Karakter D) b. Plot E) d. Tema
A) c. Sequence B) e. Shot C) d. Season D) b. Act E) a. Scene
A) a. Frame B) b. Season C) e. Sequence D) d. Shot E) c. Scene
A) d. Premis B) e. Sinopsis C) b. Outline D) c. Treatment E) a. Logline
A) d. Figuran B) e. Narrator C) c. Karakter Pendukung D) a. Antagonis E) b. Protagonis
A) c. Pujian B) a. Feedback C) e. Perintah D) b. Kritikan E) d. Intervensi
A) a. Deskripsi aksi fisik yang mendetail. B) b. Dialog yang spontan dan poin-poin diskusi. C) c. Narasi visual yang kompleks. D) e. Konflik antar karakter yang mendalam. E) d. Transisi antar adegan yang cepat.
A) d. Mengisi waktu siaran. B) c. Menjual produk sponsor. C) a. Mengarahkan proses produksi agar berjalan efisien dan sesuai visi. D) e. Hanya untuk dibaca oleh penulis sendiri. E) b. Menghibur penonton tanpa tujuan lain.
A) d. Shooting script B) a. Two-column script C) e. Storyboard Artist D) b. Multi-column script E) c. Master scene format
A) c. Membuat karakternya banyak berdiam diri dan menunjukkan ekspresi sedih. B) d. Menggunakan dialog yang hanya berfokus pada pekerjaan lamanya. C) a. Menulis dialog yang menunjukkan dia mulai menanyakan kabar anaknya, meminta maaf atas ketidakhadirannya di masa lalu, dan mulai menggunakan bahasa yang lebih lembut. D) b. Membuat dialog yang secara eksplisit menyatakan "Aku menyesal telah menjadi workaholic. E) e. Membiarkan karakter lain yang menceritakan perubahan dirinya.
A) a. Perbedaan latar belakang finansial mereka. B) c. Penempatan adegan di lokasi liburan yang mewah. C) e. Menggunakan narasi eksternal untuk menjelaskan perbedaan mereka. D) d. Menghadirkan karakter ketiga yang mendamaikan konflik di awal. E) b. Kontras yang tajam antara keinginan dan kepribadian masing-masing karakter, diekspresikan melalui dialog dan aksi yang berlawanan.
A) a. Menggunakan narasi yang lugas, bukti visual yang kuat (grafik, foto, video), wawancara dengan narasumber yang kredibel, dan membangun ketegangan secara bertahap melalui pemaparan masalah. B) d. Mengakhiri program di bagian tengah. C) e. Hanya menampilkan wawancara tanpa konteks. D) c. Fokus pada cerita fiksi untuk menghibur penonton. E) b. Langsung menyajikan semua data dan fakta tanpa narasi.
A) b. Karakter A tidak peduli B datang atau tidak. B) e. Karakter A ingin tahu alasan B terlambat. C) d. Karakter A hanya memberikan informasi. D) a. Karakter A senang B akhirnya datang. E) c. Karakter A sedang menyindir atau marah karena B terlambat, namun tidak mengungkapkannya secara langsung.
A) e. Mengabaikan feedback karena Anda yakin dengan naskah Anda. B) a. Mengubah plot keseluruhan agar lebih menarik. C) d. Menambahkan lebih banyak konflik eksternal. D) b. Menambahkan adegan flashback atau dialog yang menjelaskan secara mendalam latar belakang dan tujuan karakter. E) c. Menghapus karakter utama dan menggantinya.
A) d. Apakah ada adegan action? Berapa banyak dialog? Apakah ada monster? B) c. Apakah ini akan menjadi serial atau film? Berapa durasinya? Siapa sutradaranya? C) b. Siapa protagonisnya? Apa konflik utamanya (psikologis)? Apa "taruhan" atau konsekuensi terbesar jika konflik tidak terselesaikan? D) e. Apakah ini akan populer? Apakah akan laku? Apakah akan memenangkan penghargaan? E) a. Berapa biaya produksinya? Siapa aktor utamanya? Di mana syutingnya?
A) a. Karena logline adalah seluruh naskah yang dicetak. B) c. Logline berfungsi sebagai "hook" yang ringkas, menarik perhatian, dan memberikan gambaran inti cerita (protagonis, konflik, stakes) dalam satu atau dua kalimat, sehingga produser bisa cepat menangkap ide besarnya. C) b. Logline merangkum seluruh anggaran produksi. D) d. Logline hanya berisi daftar karakter. E) e. Logline adalah daftar lokasi syuting.
A) d. Konflik fisik antara siswa dan geng. B) e. Tidak ada konflik sama sekali, hanya pilihan. C) a. Konflik eksternal saja, yaitu siswa vs. geng. D) c. Konflik internal (siswa vs. dirinya sendiri dalam memilih nilai) dan eksternal (siswa vs. tekanan sosial dari geng). Ini diekspresikan melalui dialog ragu-ragu, keputusan sulit, dan interaksi yang menekan dari geng. E) b. Konflik internal saja, yaitu siswa vs. dirinya sendiri.
A) d. Dialog realistis hanya untuk genre komedi. B) a. Dialog realistis selalu lebih panjang dan membosankan. C) e. Dialog realistis mempersulit akting aktor. D) c. Dialog yang realistis tidak penting, yang penting semua informasi disampaikan. E) b. Dialog yang realistis dan sesuai karakter membuat penonton lebih percaya pada dunia cerita dan lebih berempati pada tokoh, meskipun informasi bisa disampaikan secara tersirat (subteks).
A) e. Mengubah genre novel menjadi komedi. B) b. Fokus pada "menunjukkan, bukan menceritakan" (show, don't tell) dengan mengubah deskripsi naratif menjadi adegan yang dapat dilihat dan dialog yang diucapkan oleh karakter. C) c. Menghilangkan semua deskripsi dan hanya menyisakan dialog. D) a. Menyalin semua deskripsi dari novel ke naskah tanpa perubahan. E) d. Menggunakan narator sepanjang serial untuk menjelaskan semua yang terjadi.
A) d. Treatment adalah ringkasan akhir dari seluruh produksi. B) e. Treatment hanya untuk mengukur anggaran. C) c. Treatment berisi dialog lengkap setiap adegan. D) a. Treatment hanya untuk dokumentasi internal penulis. E) b. Treatment berfungsi sebagai "blueprint" naratif yang lebih rinci, menjabarkan plot secara berurutan, memperkenalkan karakter utama, dan memberikan gambaran suasana serta adegan-adegan penting, membantu visualisasi sebelum penulisan full script.
A) e. Menggunakan narator untuk menjelaskan bahwa karakter itu tertekan. B) d. Menulis aksi karakter yang menunjukkan tekanan: nafas terengah, tangan gemetar, pandangan kosong, menarik rambut, dan menggunakan close-up pada ekspresi wajah. C) c. Memberikan banyak dialog yang tidak relevan. D) b. Menulis dialog yang berisi "Aku sangat tertekan dan ingin menyerah." E) a. Membuat karakter tersebut tidur di sepanjang adegan.
A) d. Mengulang plot yang sama di setiap episode. B) b. Membuat setiap episode berdiri sendiri tanpa hubungan. C) e. Hanya fokus pada cliffhanger tanpa resolusi. D) c. Menciptakan arc cerita mini di setiap episode yang mencapai resolusi sementara, namun memperkenalkan konflik baru atau meninggalkan pertanyaan penting yang belum terjawab di akhir episode (cliffhanger). E) a. Menyelesaikan semua konflik di setiap episode.
A) b. Menyampaikan informasi melalui aksi karakter, visual (misalnya, props, setting), konflik, dan dialog yang terasa alami dan relevan dengan situasi saat ini. B) c. Membiarkan karakter menceritakan seluruh sejarah mereka dalam satu dialog panjang. C) d. Menampilkan flashback yang sangat panjang di setiap adegan. D) a. Menggunakan narator yang terus-menerus menjelaskan. E) e. Menghapus semua informasi latar belakang.
A) b. Menolak feedback dan berargumen secara emosional. B) c. Mengubah semua feedback tanpa pemikiran ulang. C) d. Menyerah menulis D) a. Mengabaikan semua feedback karena Anda adalah penulisnya. E) e. Menganalisis feedback secara objektif, mendiskusikannya dengan editor untuk memahami maksudnya, dan mempertimbangkan bagaimana feedback tersebut dapat meningkatkan kualitas naskah.
|