A) The Odyssey B) Oedipus Rex C) Antigone D) Medea
A) Skizofrenia B) Depresi C) Gangguan Obsesif-Kompulsif D) Histeria
A) Hongaria B) Swiss C) Jerman D) Austria
A) Penafsiran Mimpi B) Melampaui Prinsip Kenikmatan C) Peradaban dan Ketidakpuasan D) Totem dan Tabu
A) Kompensasi B) Regresi C) Penekanan D) Represi
A) Michel Foucault B) Jean-Paul Sartre C) Gilles Deleuze D) Jacques Derrida
A) Anna O. B) Pria Tikus C) Dora D) Little Hans
A) Displacement (Pengalihan) B) Sublimasi C) Introjeksi D) Reaksi Formasi
A) Ludwig Wittgenstein dan Clark Glymour B) Richard Wollheim dan James Hopkins C) Jean-Paul Sartre dan Thomas Nagel D) Adam Morton dan Stuart Hampshire
A) Cambridge University Press B) Princeton University Press C) Harvard University Press D) Oxford University Press
A) Pertanyaan-pertanyaan filosofis yang diajukan oleh Sigmund Freud dan psikoanalisis B) Biografi Sigmund Freud C) Kontribusi Freud terhadap ilmu eksperimen D) Kumpulan studi kasus klinis Freud
A) Clark Glymour B) Adam Morton C) Stuart Hampshire D) Ludwig Wittgenstein
A) Materialisme dengan intentionalitas B) Teori Freudian dengan teori klasik tentang hakikat manusia C) Psikologi dengan fisika D) Psikoanalisis dengan disonansi kognitif
A) Pandangan Freud tentang persepsi dan keinginan. B) Isu-isu yang terlibat dalam pengujian teori psikoanalitik secara eksperimental. C) Konsep 'id' menurut Freud. D) Implikasi moral dari teori Freud.
A) Ini berbeda dengan teori klasik tentang hakikat manusia. B) Ini berkaitan dengan hubungan antara kondisi mental dan tubuh, dengan menyatakan bahwa beberapa kondisi mental sebagian merupakan kondisi fisik. C) Ini merupakan bagian penting dari teori mimpi Freud. D) Ini menjelaskan dasar fisik dari persepsi.
A) Freud salah ketika menyangkal bahwa psikoanalisis memiliki implikasi moral. B) Psikoanalisis adalah bentuk pseudosains. C) Konsep 'id' menurut Freud sangat penting untuk memahami hakikat manusia. D) Teori Freudian harus dievaluasi melalui pengujian hipotesis statistik.
A) Untuk membahas implikasi moral dari psikoanalisis. B) Untuk mengeksplorasi dasar fisik dari fenomena mental. C) Untuk membandingkan teori Freud dengan teori disonansi kognitif. D) Untuk mengembangkan kerangka kerja untuk secara sistematis mendefinisikan, menghasilkan, dan mengklasifikasikan mekanisme pertahanan.
A) Pandangan Freud tentang persepsi dan keinginan. B) Konsistensinya, meskipun penjelasannya cerdik dan menggugah pikiran. C) Pengujian eksperimental terhadap teori psikoanalitik. D) Implikasi moral dari teori Freudian.
A) Francisca Goldsmith B) Frank Cioffi C) Kathleen Wilkes D) Eugen Baer
A) Jonathan Lear B) Adolf Grünbaum C) Ernest Gellner D) Michael Ruse
A) Adolf Grünbaum B) David Pears C) Donald Davidson D) Thomas Nagel
A) Thomas Nagel B) Jean-Paul Sartre C) Herbert Fingarette D) Patrick Suppes
A) Ronald de Sousa B) Irving Thalberg C) W.D. Hart D) Brian O'Shaughnessy
A) Michael Ruse B) Neville Symington C) Francisca Goldsmith D) Ernest Gellner
A) W.D. Hart B) Donald Davidson C) David Pears D) Irving Thalberg
A) David Bell B) Eugen Baer C) Neville Symington D) Kathleen Wilkes
A) Psychological Medicine B) Eugen Baer C) Frank Cioffi D) Kathleen Wilkes
A) Herbert Fingarette B) W.D. Hart C) Jean-Paul Sartre D) Thomas Nagel
A) Jean-Paul Sartre B) Herbert Fingarette C) Thomas Nagel D) David Pears
A) Neville Symington B) Francisca Goldsmith C) Kathleen Wilkes D) Frank Cioffi
A) Patrick Suppes B) David Sachs C) Ronald de Sousa D) Hermine Warren
A) Donald Davidson B) Thomas Nagel C) Irving Thalberg D) Clark Glymour |