A) Industri kesehatan dan industri hiburan. B) Industri pertanian dan industri kehutanan. C) Industri otomotif, industri kedirgantaraan, dan pembuatan struktur logam. D) Industri tekstil dan industri pengolahan makanan.
A) Lebih banyak kreativitas dan fleksibilitas. B) Ketepatan, konsistensi, kecepatan, dan efisiensi yang lebih tinggi. C) Biaya awal yang lebih rendah dan kesederhanaan. D) Membutuhkan pengawasan yang lebih sedikit dan perawatannya lebih mudah.
A) Untuk memastikan keselamatan pekerja manusia dan menjaga produktivitas. B) Karena robot membutuhkan pelatihan yang lebih sedikit. C) Karena robot dapat bertahan lebih baik dalam kondisi yang keras. D) Untuk mengurangi biaya perawatan peralatan.
A) Robot Delta. B) Robot artikulasi. C) Robot Cartesian. D) Robot SCARA.
A) Perawatan rutin robot dan pencadangan program. B) Ventilasi yang memadai, peralatan pelindung, dan penghalang keselamatan untuk mencegah kecelakaan. C) Kecepatan robot yang tinggi dan tindakan cepat jika terjadi kesalahan. D) Lingkungan yang dingin untuk pendinginan yang lebih baik pada area yang dilas.
A) Penurunan penggunaan aplikasi pengelasan robot karena masalah biaya. B) Pergeseran menuju pengelasan manual untuk pengendalian kualitas yang lebih baik. C) Kemajuan berkelanjutan dalam otomatisasi, integrasi kecerdasan buatan, dan peningkatan efisiensi. D) Penurunan penggunaan sistem penglihatan (vision systems) dalam pengelasan robot.
A) Robot kolaboratif menggantikan pekerja manusia dalam proses pengelasan. B) Robot kolaboratif hanya digunakan untuk tujuan pelatihan. C) Robot kolaboratif melakukan tugas pengelasan tanpa melibatkan manusia. D) Robot kolaboratif bekerja bersama pekerja manusia untuk meningkatkan produktivitas dan fleksibilitas.
A) Sistem pengaman mengontrol tekanan gas pelindung. B) Sistem pengaman memastikan bahwa robot berhenti beroperasi jika pintu pengaman terbuka atau jika sensor mendeteksi adanya bahaya. C) Sistem pengaman menjaga suhu busur pengelasan. D) Sistem pengaman mengatur kecepatan pengelasan robot. |