A) sebuah titik singular B) sebuah titik dengan variabilitas tinggi C) sebuah titik yang bergerak secara acak D) sebuah titik yang tetap tidak berubah di bawah dinamika sistem
A) ruang di mana waktu bukanlah faktor yang berpengaruh B) ruang di mana semua kemungkinan keadaan suatu sistem direpresentasikan C) ruang satu dimensi D) ruang yang hanya merepresentasikan keadaan-keadaan yang stabil
A) untuk mempelajari perilaku kacau (chaotik). B) untuk menentukan titik tetap. C) untuk mengukur posisi pasti suatu lintasan. D) untuk mengukur tingkat divergensi atau konvergensi eksponensial dari lintasan yang berdekatan.
A) Sebuah atraktor yang tidak menunjukkan variasi. B) Sebuah atraktor periodik. C) Sebuah atraktor yang memiliki struktur fraktal dan sangat bergantung pada kondisi awal. D) Sebuah atraktor berupa titik sederhana.
A) sensitivitas terhadap kondisi awal B) dinamika yang tidak konservatif C) perilaku divergen eksponensial dari lintasan yang berdekatan D) kekekalan energi dan struktur simpletik
A) Diagram tersebut menunjukkan transisi antara berbagai perilaku dinamik seiring dengan perubahan parameter kontrol. B) Diagram tersebut mengkuantifikasi kekacauan dalam suatu sistem. C) Diagram tersebut merepresentasikan titik-titik tetap yang stabil. D) Diagram tersebut membantu dalam menyelesaikan persamaan diferensial.
A) Matriks ini menentukan eksponen Lyapunov. B) Matriks ini menghasilkan diagram bifurkasi. C) Matriks ini menentukan stabilitas dan perilaku di sekitar titik tetap. D) Matriks ini mendefinisikan atraktor aneh.
A) sebuah cabang ilmu yang mempelajari sifat-sifat statistik sistem yang berkembang seiring waktu B) teori tentang titik tetap C) teori tentang bifurkasi (percabangan) D) teori tentang atraktor
A) Sastra B) Fisika C) Matematika D) Biologi
A) Non-deterministik B) Deterministik C) Stokastik D) Kacau (chaotik)
A) Studi kualitatif B) Studi komputasional C) Studi analitis D) Studi kuantitatif
A) Teknik matematika yang canggih B) Simulasi numerik C) Metode grafis D) Analisis statistik
A) Integrabilitas B) Determinisme C) Stabilitas D) Teori kekacauan
A) Linear B) Stokastik C) Kacau (chaotik) D) Periodik
A) Ekonomi B) Teknik C) Kimia D) Filsafat
A) Persamaan selisih B) Persamaan diferensial C) Persamaan aljabar D) Fungsi dalam parameter t
A) Teori bifurkasi B) Teori stabilitas C) Teori ergodik D) Teori kekacauan (chaos)
A) Diskret B) Tidak mengalami evolusi C) Deterministik D) Kontinu
A) George David Birkhoff B) Stephen Smale C) Aleksandr Lyapunov D) Henri Poincaré
A) Teorema rekurensi Poincaré B) Teorema Sharkovsky C) Teorema ergodik D) Teorema Lyapunov
A) George David Birkhoff B) Stephen Smale C) Aleksandr Lyapunov D) Henri Poincaré
A) Teorema ergodik B) Teorema rekurensi Poincaré C) Teorema Sharkovsky D) Kuda jantan Smale
A) Metode stabilitas Lyapunov B) "Smale horseshoe" C) Teorema Sharkovsky D) Teorema ergodik
A) Stephen Smale B) Henri Poincaré C) George David Birkhoff D) Ali H. Nayfeh
A) Vektor nol B) Elemen netral C) Elemen identitas D) Matriks identitas
A) Sebuah gelanggang. B) Sebuah grup. C) Sebuah manifold (ruang manifold). D) Sebuah ruang vektor.
A) Sebuah bidang terbatas (finite field) B) Sebuah bidang tak terbatas (infinite field) C) Sebuah bidang kontinu (continuous field) D) Sebuah bidang vektor (vector field)
A) Formulasi mekanika klasik. B) Formulasi mekanika Hamiltonian. C) Formulasi mekanika Newtonian. D) Formulasi mekanika Lagrangian.
A) Non-asosiativitas. B) Asosiativitas. C) Keacakan. D) Tidak dapat dibalik (irreversibilitas).
A) T(0) = 1. B) T(1) = 1. C) T(1) = 0. D) T(0) = 0.
A) T-1 = T(t). B) T-1 = 1. C) T-1 = T(-t). D) T-1 = T(0).
A) Harga saham. B) Parameter kontrol robot. C) Sistem pemrosesan gambar. D) Posisi planet.
A) Tidak deterministik. B) Kacau. C) Deterministik. D) Stokastik.
A) T(t1 + t2) = T(t1) - T(t2). B) T(t1 + t2) = T(t1) + T(t2). C) T(t1 + t2) = T(t1)T(t2). D) T(t1 + t2) = T(t1) / T(t2).
A) Lintasan batas selalu tercapai. B) Lintasan batas selalu unik. C) Lintasan batas selalu memiliki ukuran Lebesgue penuh. D) Lintasan batas mungkin tidak pernah tercapai.
A) Iterasi Φn = Φ / Φ / ... / Φ. B) Iterasi Φn = Φ - Φ - ... - Φ. C) Iterasi Φn = Φ + Φ + ... + Φ. D) Iterasi Φn = Φ ∘ Φ ∘ ... ∘ Φ.
A) Ukuran Liouville. B) Ukuran Riemann. C) Ukuran Lebesgue. D) Ukuran Gaussian.
A) Ukuran tersebut berperilaku secara fisik. B) Ukuran tersebut tidak berperilaku secara fisik. C) Ukuran tersebut mempertahankan sifat preservasi. D) Ukuran tersebut menjadi tidak invarian.
A) T B) X C) U D) Φ
A) Lintasan melalui x B) Parameter evolusi C) Himpunan yang invarian D) Orbit melalui x
A) Homogen B) Otonom C) Non-homogen D) Non-otonom
A) Persamaan diferensial biasa B) Persamaan integral C) Persamaan aljabar D) Persamaan diferensial parsial
A) Deret Fibonacci. B) Peta logistik. C) Atraktor Lorenz. D) Himpunan Mandelbrot.
A) Sebuah transformasi kontinu. B) Sebuah perubahan yang tidak dapat diubah kembali. C) Sebuah transformasi kanonik, pada dasarnya sebuah pemetaan. D) Sebuah proses yang tidak menghasilkan transformasi.
A) otomata B) kaskade C) jaringan D) pemetaan
A) longsoran salju B) peta C) mesin otomatis D) jaringan
A) sebuah sistem semi-kaskade B) sebuah automaton seluler C) sebuah sistem kaskade D) sebuah pemetaan
A) struktur kisi yang merepresentasikan 'waktu' B) seperangkat fungsi C) struktur kisi yang merepresentasikan 'ruang' D) fungsi evolusi
A) struktur kisi yang mewakili 'waktu' B) seperangkat fungsi C) fungsi evolusi D) struktur kisi yang mewakili 'ruang'
A) Sebuah kisi (lattice) B) Sebuah himpunan fungsi C) Sebuah tupel D) Sebuah fungsi evolusi (yang didefinisikan secara lokal)
A) merepresentasikan 'ruang' dalam bentuk kisi-kisi. B) merepresentasikan 'waktu' dalam bentuk kisi-kisi. C) adalah sekumpulan fungsi. D) adalah fungsi evolusi.
A) Prinsip nilai eigen B) Prinsip superposisi C) Prinsip osilasi D) Prinsip stabilitas
A) Menyambungkan beberapa tambalan (patches) bersama-sama. B) Meningkatkan ukuran setiap tambalan (patch). C) Menghilangkan titik-titik singular (titik-titik yang tidak terdefinisi). D) Mengabaikan medan vektor.
A) Deret Fourier. B) Transformasi Laplace. C) Pendekatan deret Taylor. D) Persamaan diferensial parsial.
A) berdimensi 2 B) berdimensi ν C) berdimensi 3 D) berdimensi 1
A) Posisi B) Volume terkait C) Energi D) Momentum
A) Koopman B) Ruelle C) Boltzmann D) Zermelo
A) Simulasi numerik B) Analisis fungsional C) Mekanika klasik D) Observasi eksperimental
A) Ukuran Liouville B) Operator Koopman C) Ukuran SRB (State-to-State Transition) D) Rekurensi Poincaré
A) Deterministik B) Kekacauan C) Periodisitas D) Kestabilan
A) Biologi B) Ekonomi C) Kimia D) Meteorologi
A) Peta sepatu kuda (Horseshoe map) B) Skenario Pomeau–Manneville C) Masalah Fermi–Pasta–Ulam–Tsingou D) Teorema Picard-Lindelöf |