A) Keamanan jaringan meningkat B) Dokumentasi menjadi panjang C) Biaya instalasi menjadi murah D) Jaringan sulit dikembangkan dan tidak efisien E) Waktu instalasi lebih cepat
A) Memilih topologi bus B) Mengurangi jumlah access point C) Menyesuaikan aktivitas dan kapasitas jaringan D) Menggunakan perangkat lama E) Menyamakan bandwidth seluruh segmen
A) IP address tidak valid B) Biaya listrik meningkat C) Switch overload D) Gangguan kualitas sinyal E) Dokumentasi tidak lengkap
A) Mengurangi jumlah perangkat B) Mengurangi instalasi kabel C) Menyesuaikan desain jaringan dengan beban kerja D) Menghindari penggunaan vendor E) Mempermudah dokumentasi
A) Bandwidth berlebih B) IP conflict C) Kesulitan instalasi dan pemeliharaan D) Keamanan jaringan meningkat E) Penurunan biaya
A) Laporan menjadi singkat B) IP address bertambah C) Keamanan fisik menurun D) Topologi berubah E) Sulit menentukan kebutuhan peningkatan jaringan
A) Menambah user B) Mengevaluasi kinerja perangkat yang sudah ada C) Mengganti semua kabel D) Mengubah topologi E) Menghapus dokumentasi
A) Memperpanjang laporan B) Membandingkan solusi lama dan baru secara objektif C) Mengikuti tren vendor D) Menghindari analisis E) Mengurangi biaya pelatihan
A) IP conflict B) Kabel tidak standar C) Kapasitas perangkat tidak sesuai D) Topologi berubah E) Dokumentasi tidak rapi
A) supaya teknisi dapat menggunakan semua perangkat dari setiap vendor dalam satu jaringan. B) Untuk memastikan perangkat memenuhi kebutuhan teknis, efisiensi daya yang optimal. C) Karena setiap vendor pasti memiliki spesifikasi yang sama sehingga tidak perlu analisis mendalam. D) Agar dapat memilih perangkat yang paling mahal supaya terlihat lebih profesional. E) Untuk memilih perangkat dengan jumlah port terbanyak meskipun melebihi anggaran dan tidak mempertimbangkan konsumsi daya. ![]()
A) Terjadi kekurangan port sehingga beberapa perangkat tidak dapat terhubung ke jaringan dan membutuhkan penambahan perangkat baru B) Jaringan tetap berjalan optimal karena jumlah port tidak berpengaruh terhadap jumlah perangkat yang terhubung C) Sistem keamanan jaringan otomatis menjadi lebih kuat karena tidak semua host bisa terkoneksi. D) Switch akan memperluas jumlah port melalui pembaruan firmware tanpa perlu penambahan perangkat fisik. E) Konsumsi listrik jaringan menjadi lebih hemat karena port yang kurang otomatis menyesuaikan jumlah pengguna. ![]()
A) Semua dokumen sama layaknya karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga keputusan tidak memerlukan analisis kebutuhan. B) Dokumen B paling layak dipilih karena memiliki jumlah port lebih banyak dan garansi lebih lama meskipun hanya mendukung 100 Mbps. C) Dokumen B lebih baik karena harga lebih murah dan jumlah port lebih banyak sehingga kecepatan bukan menjadi prioritas utama. D) Dokumen A paling mendekati seluruh kebutuhan teknis karena mendukung Gigabit, VLAN, manajemen web, dan sesuai anggaran, meskipun perlu strategi tambahan untuk ekspansi port di masa depan. E) Dokumen C paling ekonomis sehingga dapat dipilih karena mendukung Gigabit walaupun tidak memiliki fitur VLAN dan manajemen web. ![]()
A) Karena setiap sistem operasi menggunakan standar IP yang berbeda sehingga subnet mask harus ditentukan setelah instalasi selesai. B) Karena sistem operasi menentukan besar kecilnya bandwidth sehingga alamat IP harus disesuaikan dengan kapasitas transfer data. C) Karena pengalamatan IP hanya dapat diterapkan jika sistem operasi mendukung koneksi internet publik. D) Karena tampilan antarmuka konfigurasi jaringan berbeda sehingga memengaruhi jumlah alamat IP yang dapat digunakan. E) Karena setiap sistem operasi memiliki mekanisme konfigurasi layanan jaringan (seperti DHCP, DNS, dan manajemen IP) yang berbeda ![]()
A) Subnet /26 mampu menampung seluruh perangkat karena menyediakan 64 alamat IP sehingga jaringan tetap stabil tanpa kendala. B) Jaringan menjadi lebih cepat karena jumlah alamat IP lebih sedikit dibandingkan kebutuhan perangkat. C) Terjadi pemborosan alamat IP karena subnet /26 terlalu besar dibandingkan jumlah perangkat yang ada. D) Terjadi kekurangan alamat IP karena subnet /26 hanya menyediakan 62 host usable, sedangkan total kebutuhan perangkat melebihi kapasitas tersebut. E) Tidak terjadi masalah karena router dapat menambahkan alamat IP secara otomatis ketika kapasitas penuh. ![]()
A) Tidak perlu menghitung jumlah perangkat karena router akan secara otomatis memperluas subnet ketika host bertambah. B) Subnet /26 berisiko tidak mencukupi karena hanya menyediakan 62 host usable, sedangkan total kebutuhan setelah ditambah 10% melebihi kapasitas tersebut. C) Subnet /26 terlalu besar sehingga menyebabkan pemborosan alamat IP dan seharusnya menggunakan /27 agar lebih efisien. D) Subnet /26 sudah mencukupi karena menyediakan 64 alamat IP sehingga dapat menampung seluruh perangkat termasuk cadangan. E) Selama alamat IP menggunakan kelas C, jumlah perangkat tidak akan memengaruhi kapasitas jaringan.
A) Instalasi tidak efisien dan sulit ditelusuri B) Switch tidak aktif C) Biaya instalasi listrik meningkat D) IP address tidak valid E) Bandwidth menurun
A) Kesalahan topologi B) Overload bandwidth C) Kesalahan IP D) Gangguan software E) Risiko listrik dan kerusakan fisik
A) IP conflict B) Keamanan menurun C) Kesulitan troubleshooting D) Bandwidth turun E) Estetika buruk
A) Menentukan jalur kabel B) Menjelaskan alur komunikasi data C) Menentukan vendor D) Menentukan lokasi perangkat E) Menentukan biaya
A) Bersifat administratif B) Mendukung kontrol, keamanan, dan pemeliharaan jaringan C) Mengurangi perangkat D) Mempercepat instalasi E) Menghemat biaya |